Kompas.com - 11/04/2014, 12:32 WIB
Calon Presiden dan juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menikmati sarapan sebelum berkampanye di Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (22/3/2014). Jokowi dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di beberapa kota di Provinsi Lampung bersama sejumlah tokoh PDIP di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESCalon Presiden dan juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menikmati sarapan sebelum berkampanye di Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (22/3/2014). Jokowi dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di beberapa kota di Provinsi Lampung bersama sejumlah tokoh PDIP di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
-- Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) terlalu percaya diri. Hal itu dikatakan Emrus menanggapi pernyataan Jokowi bahwa PDI-P akan menang tebal dalam Pemilu Legislatif 2014.

"Jokowi terlalu percaya diri, kepedean," kata Emrus saat dihubungi, Jumat (11/4/2014), menyikapi perolehan suara PDI-P berdasarkan hasil hitung cepat.

Emrus mengatakan, seharusnya Jokowi sadar bahwa publik saat ini lebih percaya pada figur dibanding partai politik. Dengan begitu, Emrus menilai wajar jika perolehan suara PDI-P di pileg meleset dari target 27 persen. Berdasarkan hasil hitung cepat berbagai lembaga, perolehan suara PDI-P di kisaran 19 persen.

Ia mencontohkan, dalam pilgub di Sumatera Utara dan Jawa Barat, PDI-P juga gagal meraih kemenangan meski Jokowi menjadi juru kampanye bakal calon gubernur yang diusung PDI-P. Emrus yakin, dukungan publik baru akan tinggi ketika Jokowi bertarung di arena pilpres.

"Kemarin itu kan pileg, yang dipilih partai. Masyarakat inginnya memilih Jokowi, bukan partai," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi optimistis bahwa partainya akan meraih kursi di parlemen lebih dari ambang batas yang ditentukan, yakni 20 persen. Menanggapi hasil pileg versi hitung cepat, PDI-P langsung melakukan evaluasi. Kemungkinan berkoalisi dalam pilpres semakin terbuka lebar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penuhi Kebutuhan Oksigen, Pemerintah Kerja Sama dengan Berbagai Negara

Penuhi Kebutuhan Oksigen, Pemerintah Kerja Sama dengan Berbagai Negara

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 3 Staf Benny Tjokro sebagai Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 3 Staf Benny Tjokro sebagai Saksi

Nasional
Menkes Sebut Sosiolog dan Tokoh Masyarakat Punya Peran Penting dalam Edukasi Protokol Kesehatan

Menkes Sebut Sosiolog dan Tokoh Masyarakat Punya Peran Penting dalam Edukasi Protokol Kesehatan

Nasional
Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Meningkat, Korban Mayoritas Perempuan dan Anak

Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Meningkat, Korban Mayoritas Perempuan dan Anak

Nasional
Ketua DPR: Fasilitas Isolasi Khusus Anggota Dewan Belum Diperlukan

Ketua DPR: Fasilitas Isolasi Khusus Anggota Dewan Belum Diperlukan

Nasional
Airlangga Ingatkan Perlunya Indonesia Produksi Vaksin Covid-19 Secara Mandiri

Airlangga Ingatkan Perlunya Indonesia Produksi Vaksin Covid-19 Secara Mandiri

Nasional
Orangtua Diharapkan Jaga Nutrisi dan Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi

Orangtua Diharapkan Jaga Nutrisi dan Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi

Nasional
KPK Setor Uang Rampasan Rp 654 Juta dan 41.350 dollar Singapura dari Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan ke Kas Negara

KPK Setor Uang Rampasan Rp 654 Juta dan 41.350 dollar Singapura dari Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan ke Kas Negara

Nasional
Minta Testing Ditingkatkan, Menkes: Vaksin Benar, tapi Bukan Satu-satunya Cara Atasi Pandemi

Minta Testing Ditingkatkan, Menkes: Vaksin Benar, tapi Bukan Satu-satunya Cara Atasi Pandemi

Nasional
Jokowi: Kalau Vaksinasi Sudah 70 Persen, Daya Tular Virus Corona Agak Melambat

Jokowi: Kalau Vaksinasi Sudah 70 Persen, Daya Tular Virus Corona Agak Melambat

Nasional
Setjen DPR Siapkan Wisma Kopo untuk Isolasi Mandiri Anggota Dewan

Setjen DPR Siapkan Wisma Kopo untuk Isolasi Mandiri Anggota Dewan

Nasional
Kemendikbud Ristek Anggarkan Rp 3,7 Triliun untuk Laptop hingga Peralatan TIK pada 2021

Kemendikbud Ristek Anggarkan Rp 3,7 Triliun untuk Laptop hingga Peralatan TIK pada 2021

Nasional
Syarat Vaksinasi Jemaah Umrah, Kemenag Sebut Dubes Saudi Berpendapat yang Terpenting Disetujui WHO

Syarat Vaksinasi Jemaah Umrah, Kemenag Sebut Dubes Saudi Berpendapat yang Terpenting Disetujui WHO

Nasional
Sidang Tahunan 2021 Akan Digelar Ekstra Minimalis

Sidang Tahunan 2021 Akan Digelar Ekstra Minimalis

Nasional
Menkes Sebut RI dan WHO Finalisasi Konsep Pengembangan Vaksin Covid-19 Teknologi Baru

Menkes Sebut RI dan WHO Finalisasi Konsep Pengembangan Vaksin Covid-19 Teknologi Baru

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X