"Jokowi Effect" Hanya Ilusi

Kompas.com - 10/04/2014, 03:02 WIB
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, menunjukkan surat suara usai mencoblos di TPS 27, Taman Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014). Pada hari ini warga Indonesia melakukan pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif periode 2014-2019.
JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Survei Nasional menyatakan, keunggulan perolehan suara sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada Pemilu Legislatif 2014 bukanlah karena "Jokowi Effect". Justru, "Jokowi Effect" disebut hanya ilusi.

"Sama sekali tidak ada '(Jokowi) Effect' untuk PDI-P," kata Direktur Eksekutif LSN, Umar Bakry, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (9/4/2014) malam. Data perolehan sementara suara untuk PDI-P, sebut dia, menepis pendapat sebagian kalangan soal pengaruh pengusungan Jokowi sebagai bakal calon presiden terhadap hasil pemilu legislatif untuk PDI-P.

Umar merujuk pendapat sebagian kalangan yang berkeyakinan bila PDI-P mengusung Jokowi sebagai bakal calon presiden, maka suara partai tersebut akan meroket sampai kisaran 30 persen. Sebaliknya, ujar dia, merujuk pendapat yang sama, bila PDI-P tak segera mengusung Jokowi sebagai bakal calon presiden, maka suara yang didapat hanya ada di kisaran 20 persen.

Faktanya, ungkap Umar, hasil perhitungan cepat, baik quick count maupun exit poll dari pemungutan suara pemilu legislatif hanya mendapatkan kisaran 19 sampai 20 persen suara untuk PDI-P. "Berarti (pencalonan Jokowi) tak ada pengaruhnya," ujarnya.

Hitung cepat LSN

Hingga Rabu pukul 21.15 WIB, quick count yang digelar LSN dan Lembaga Klimatologi Politik bekerja sama dengan JTV sudah mendapatkan 96 persen sampel TPS, setara 1.920 dari 2.000 TPS. LSN memperkirakan PDI-P akan menjadi pemenang Pemilu Legislatif 2014.

Partai Golongan Karya (Golkar) yang berada di urutan kedua, menurut LSN, hampir tidak mungkin menggeser PDI-P dari posisi puncak perolehan suara. Alasannya, selisih perolehan suara kedua partai terlalu jauh.

LSN juga memprediksi 10 partai politik lolos ke parlemen alias memenuhi parliamentary threshold. Dua partai politik yang diperkirakan tak lolos ke Senayan adalah Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Berikut ini hasil quick count LSN hingga pukul 21.15 WIB.
1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 19,53 persen
2. Partai Golongan Karya 14,42 persen
3. Partai Gerakan Indonesia Raya 11,71 persen
4. Partai Demokrat 10,55 persen
5. Partai Kebangkitan Bangsa 8,23 persen
6. Partai Amanat Nasional 7,92 persen
7. Partai Keadilan Sejahtera 7,31 persen
8. Partai Persatuan Pembangunan 6,99 persen
9. Partai Nasional Demokrat 5,46 persen
10. Partai Hati Nurani Rakyat 5,34 persen
11. Partai Bulan Bintang 1,58 persen
12. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 0,96 persen

Survei LSN menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei digelar menggunakan biaya dari LSN, JTV, dan Lembaga Klimatologi Politik. Hitung cepat ini bukan merupakan hasil resmi perolehan suara peserta partai politik.


EditorPalupi Annisa Auliani

Terkini Lainnya

Mucikari Tawar Rp 25 Juta, Artis VA Minta Rp 35 Juta

Mucikari Tawar Rp 25 Juta, Artis VA Minta Rp 35 Juta

Regional
[POPULER INTERNASIONAL] Raja Arab Saudi Dibunuh Keponakan | Rusia Kirim Tentara ke Venezuela

[POPULER INTERNASIONAL] Raja Arab Saudi Dibunuh Keponakan | Rusia Kirim Tentara ke Venezuela

Internasional
Ma'ruf Amin: Jangan Mau Dipengaruhi supaya Tak Datang ke TPS

Ma'ruf Amin: Jangan Mau Dipengaruhi supaya Tak Datang ke TPS

Nasional
[BERITA POPULER] Survei Vox Populi: Prabowo-Sandiaga 33,6 Persen | Kisah Raja Faisal Dibunuh Keponakan

[BERITA POPULER] Survei Vox Populi: Prabowo-Sandiaga 33,6 Persen | Kisah Raja Faisal Dibunuh Keponakan

Nasional
Target Suara Capres, 'PR' untuk Timses

Target Suara Capres, "PR" untuk Timses

Nasional
Hari Ketiga Kampanye, Prabowo Bertolak ke Bali dan NTB, Sandiaga di Lamongan

Hari Ketiga Kampanye, Prabowo Bertolak ke Bali dan NTB, Sandiaga di Lamongan

Nasional
Ketika Sandiaga Curhat soal Pengalaman Jadi Pengangguran Sebelum Berwirausaha

Ketika Sandiaga Curhat soal Pengalaman Jadi Pengangguran Sebelum Berwirausaha

Regional
Surya Paloh: Indonesia Butuh Jokowi

Surya Paloh: Indonesia Butuh Jokowi

Regional
Pesawat British Airways Salah Mendarat 800 Kilometer dari Kota Tujuan

Pesawat British Airways Salah Mendarat 800 Kilometer dari Kota Tujuan

Internasional
Kuasa Hukum Pastikan Penahanan Jokdri Bukan karena Terlibat Pengaturan Skor

Kuasa Hukum Pastikan Penahanan Jokdri Bukan karena Terlibat Pengaturan Skor

Megapolitan
Toilet Pengompos hingga Bioplastik, Solusi Pemulihan Citarum yang  Ditawarkan LIPI

Toilet Pengompos hingga Bioplastik, Solusi Pemulihan Citarum yang Ditawarkan LIPI

Regional
Biografi Tokoh Dunia: Jules Verne, Pelopor Novel Fiksi Ilmiah

Biografi Tokoh Dunia: Jules Verne, Pelopor Novel Fiksi Ilmiah

Internasional
Kuasa Hukum: Tak Sepatutnya Jokdri Ditahan, Ini Alasan Subjektif Penyidik

Kuasa Hukum: Tak Sepatutnya Jokdri Ditahan, Ini Alasan Subjektif Penyidik

Megapolitan
Satu Lagi Terduga Teroris Jaringan Sibolga Ditangkap

Satu Lagi Terduga Teroris Jaringan Sibolga Ditangkap

Nasional
Berkenalan dengan Barbie di Facebook, Pria di Depok Babak Belur dan Diperas

Berkenalan dengan Barbie di Facebook, Pria di Depok Babak Belur dan Diperas

Megapolitan

Close Ads X