Anies Baswedan: Pastikan Pilih Caleg yang Mengurus Bukan Menguras Negara

Kompas.com - 09/04/2014, 06:56 WIB
Anies Baswedan di Studio Orange Kompas TV, Jakarta, Rabu (30/10/2013). KOMPAS.com/Indra AkuntonoAnies Baswedan di Studio Orange Kompas TV, Jakarta, Rabu (30/10/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan berpendapat Pemilu 2014 akan menjadi ajang penentuan apakah Indonesia bakal diurus orang berkarakter bersih atau justru yang bermasalah. Karenanya, dia meminta masyarakat menggunakan hak pilih dan memilih orang-orang baik, melampaui warna-warni partai politik pengusungnya.

"Pemilu ini bukan soal warna partai. Ini soal orang bermasalah dan tak bermasalah," ujar Anies, di Jakarta, Rabu (9/4/2014). "Pemilu kali ini harus jadi ajang kompetisi orang tak bermasalah, orang baik lawan orang bermasalah. Kita harus memastikan bahwa orang yang terpilih akan hadir untuk mengurus bukan menguras negara."

Anies mengatakan pemilu keempat di era reformasi ini harus menjadi ajang kebangkitan "wong waras" dan orang bersih, sekaligus penghabisan orang bermasalah. "Indonesia membutuhkan kemenangan orang baik," tegas dia.

Orang baik, saling membantulah

"Kita perlu orang bersih dan kompeten berbondong-bondong menang dalam pemilihan umum," kata Anies. Menurut dia, orang-orang baik akan terus kalah dan tumbang dalam pemilu adalah ketika orang-orang baik lainnya hanya menonton dan tak membantu.

Sikap skeptis masyarakat yang memicu keengganan memilih, ujar Anies, adalah akibat dari pemikiran orang-orang yang semula baik atau terlihat baik pada akhirnya tetap saja terjerat kasus korupsi. Ibaratnya, sebut dia, ada pemikiran memilih anggota legislatif itu ibarat membersihkan sepatu yang sudah pasti akan kotor lagi.

"(Ada pemikiran) buat apa membersihkan sepatu, toh bisa terkotori lagi. Tapi kalau dibersihkan rutin, dipakai dengan baik, dijaga dari cipratan kotor, maka sepatu itu akan aman, akan bersih. Kalau pun terkotori, tugas kita adalah memastikan bahwa sepatu itu rutin dibersihkan," papar Anies.

Sebelumnya, Presiden SBY dalam jumpa pers di kantor kepresidenan, Selasa (8/4/2014), meminta masyarakat menggunakan hak pilihnya sebaik-baiknya. Presiden juga meminta masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban. Presiden meminta rakyat Indonesia menjaga pemilu berlangsung bebas tanpa tekanan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Balik Pemilihan Jenderal Listyo Sebagai Calon Tunggal Kapolri

Di Balik Pemilihan Jenderal Listyo Sebagai Calon Tunggal Kapolri

Nasional
Wapres Ingatkan Seluruh Pihak Kerja Sama dalam Kondisi Darurat

Wapres Ingatkan Seluruh Pihak Kerja Sama dalam Kondisi Darurat

Nasional
 Dugaan Korupsi Mencuat, Penggeledahan Kejagung hingga Penjelasan BPJS Ketenagakerjaan

Dugaan Korupsi Mencuat, Penggeledahan Kejagung hingga Penjelasan BPJS Ketenagakerjaan

Nasional
Dukungan dan Tantangan untuk Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit...

Dukungan dan Tantangan untuk Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit...

Nasional
Hari Ini, DPR Akan Gelar Fit and Proper Test Calon Tunggal Kapolri

Hari Ini, DPR Akan Gelar Fit and Proper Test Calon Tunggal Kapolri

Nasional
5 Poin Penting Perpres Pencegahan Ekstremisme, dari Pelibatan Influencer hingga Pelatihan Penceramah

5 Poin Penting Perpres Pencegahan Ekstremisme, dari Pelibatan Influencer hingga Pelatihan Penceramah

Nasional
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Susun RUU Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Susun RUU Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak

Nasional
Kemensos Pastikan Beri Kebutuhan Terbaik Bagi Kelompok Rentan Korban Gempa di Sulbar

Kemensos Pastikan Beri Kebutuhan Terbaik Bagi Kelompok Rentan Korban Gempa di Sulbar

Nasional
'Pengakuan' Airlangga sebagai Penyintas Covid-19 dan Kritik atas Sikapnya yang Dinilai Salah

"Pengakuan" Airlangga sebagai Penyintas Covid-19 dan Kritik atas Sikapnya yang Dinilai Salah

Nasional
Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi: Dalih Pemerintah hingga Peringatan Epidemiolog

Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi: Dalih Pemerintah hingga Peringatan Epidemiolog

Nasional
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Ditunjuk Jadi Wakil Komisaris Utama Pindad

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Ditunjuk Jadi Wakil Komisaris Utama Pindad

Nasional
Membandingkan Airlangga dengan 4 Menteri Lain Saat Diketahui Positif Covid-19

Membandingkan Airlangga dengan 4 Menteri Lain Saat Diketahui Positif Covid-19

Nasional
Kejagung Periksa 6 Saksi Terkait Kasus di BPJS Ketenagakerjaan, Ada Deputi Direktur dan Mantan Pegawai

Kejagung Periksa 6 Saksi Terkait Kasus di BPJS Ketenagakerjaan, Ada Deputi Direktur dan Mantan Pegawai

Nasional
Satgas: Masifnya Pemeriksaan Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19

Satgas: Masifnya Pemeriksaan Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Bentuk Unit Aduan Khusus Dugaan Tindak Pidana Terorisme

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Bentuk Unit Aduan Khusus Dugaan Tindak Pidana Terorisme

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X