Hindari Gosip, Abraham Samad Batal Bertemu Surya Paloh

Kompas.com - 06/04/2014, 16:18 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad TRIBUNNEWS/DANY PERMANAKetua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com -- Siang ini, rencananya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad akan menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Permata Hijau, Jakarta Selatan. Namun, mereka berdua sepakat membatalkan pertemuan tersebut karena takut memunculkan spekulasi publik.

Salah seorang staf media Surya Paloh, Charles, mengatakan, pertemuan itu hanya untuk silaturahim belaka. Tidak ada maksud lain, apalagi yang berkaitan dengan Pemilu 2014.

"Iseng ketemu aja, silaturahmi. Awalnya calling-calling-an. Tapi batal karena mau silaturahmi, nanti dipikirnya apa-apa," ujar Charles, Minggu (6/4/2014).

Ia mengatakan, Paloh dan Samad pernah bertemu dalam Rapat Kerja Nasional Partai Nasdem akhir tahun lalu. Abraham Samad diminta sebagai pembicara mengenai pemberantasan korupsi pada acara tersebut. Namun, perbincangan mereka tidak berlangsung lama karena aktivitas masing-masing.

Setelah itu, kata Charles, mereka kerap berhubungan melalui telepon, berbincang mengenai pemberantasan korupsi dan upaya penegakan hukum. "Beberapa minggu ini, mereka sekali dua kali melakukan kontak. Belum bertemu juga. Pak Surya baru pulang dari Jogja sebagai bagian kampanye terakhir," ujar Charles.

Charles mengatakan, Paloh dan Samad memahami pertemuan mereka dalam kondisi masa tenang ini dapat memunculkan berbagai spekulasi. "Kita mau silaturahmi biasa aja, nanti mereka (publik) bilang mau ada deal apa, padahal enggak ada," kata Charles.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periksa Tiga Saksi, KPK Gali Informasi soal Barang Mewah Milik Menantu Nurhadi

Periksa Tiga Saksi, KPK Gali Informasi soal Barang Mewah Milik Menantu Nurhadi

Nasional
Bawaslu Sebut Penyediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada Belum 100 Persen

Bawaslu Sebut Penyediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada Belum 100 Persen

Nasional
Selasa, Bareskrim Berencana Periksa Anita Kolopaking Terkait Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Selasa, Bareskrim Berencana Periksa Anita Kolopaking Terkait Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Nasional
Kuasa Hukum Nilai Alasan JPU KPK Tolak JC Wahyu Setiawan Tak Berdasar

Kuasa Hukum Nilai Alasan JPU KPK Tolak JC Wahyu Setiawan Tak Berdasar

Nasional
LPSK: Korban Perbudakan Modern Umumnya Jalin Kontrak Tidak Jelas

LPSK: Korban Perbudakan Modern Umumnya Jalin Kontrak Tidak Jelas

Nasional
Komisi X Nilai Program Organisasi Penggerak Tak Efektif Dilanjutkan di Masa Pandemi

Komisi X Nilai Program Organisasi Penggerak Tak Efektif Dilanjutkan di Masa Pandemi

Nasional
Persoalan Hibah Rp 7 Miliar, Empat Komisioner KPU Mamberamo Raya Dipecat

Persoalan Hibah Rp 7 Miliar, Empat Komisioner KPU Mamberamo Raya Dipecat

Nasional
MA Terbitkan Peraturan soal Pemidanaan Koruptor, ICW Harap Jadi Jawaban Disparitas Hukuman

MA Terbitkan Peraturan soal Pemidanaan Koruptor, ICW Harap Jadi Jawaban Disparitas Hukuman

Nasional
Gerindra Dukung Bobby Nasution di Pilkada Medan, Tapi Ada Syaratnya...

Gerindra Dukung Bobby Nasution di Pilkada Medan, Tapi Ada Syaratnya...

Nasional
Kemenkes: Uji Klinis Ketiga Vaksin Covid-19 dalam Tahap Penyusunan Protokol

Kemenkes: Uji Klinis Ketiga Vaksin Covid-19 dalam Tahap Penyusunan Protokol

Nasional
Kemenkes Minta Masyarakat Tak Mudah Percaya Klaim Hadi Pranoto

Kemenkes Minta Masyarakat Tak Mudah Percaya Klaim Hadi Pranoto

Nasional
Cegah Penularan Covid-19, Satgas Soroti Acara Kumpul-kumpul Warga

Cegah Penularan Covid-19, Satgas Soroti Acara Kumpul-kumpul Warga

Nasional
Gerindra Dukung Gibran, Muzani: Sepertinya di Solo Calon Tunggal

Gerindra Dukung Gibran, Muzani: Sepertinya di Solo Calon Tunggal

Nasional
Belajar dari Sejarah Pandemi 1918, Satgas: Tak Perlu Dikotomi Ekonomi dan Kesehatan

Belajar dari Sejarah Pandemi 1918, Satgas: Tak Perlu Dikotomi Ekonomi dan Kesehatan

Nasional
Komisi X Minta Nadiem Alokasikan Subsidi Internet dan Ponsel Pintar bagi Siswa

Komisi X Minta Nadiem Alokasikan Subsidi Internet dan Ponsel Pintar bagi Siswa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X