Kompas.com - 29/03/2014, 18:28 WIB
Kandidat calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, saat mengunjungi Pesantren Gelar di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2014). Pada hari ini pria yang akrab disapa Jokowi ini melakukan kampanye di kota Cianjur. KOMPAS.COM/VITALIS YOGI TRISNAKandidat calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, saat mengunjungi Pesantren Gelar di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2014). Pada hari ini pria yang akrab disapa Jokowi ini melakukan kampanye di kota Cianjur.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorAna Shofiana Syatiri

CIANJUR, KOMPAS.com
 - Bakal calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo alias Jokowi menyambangi Pondok Pesantren Gelar di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2014) sore. Di sana, Jokowi bertemu dengan pimpinan Pesantren Gelar, Kiai Haji Muhammad Faisal. 

Jokowi tiba di Pondok Pesantren Gelar yang berada di Desa Peuteuy Condong, Kecamatan Cibeber, itu sekitar pukul 16.00. Hujan dengan curah sedang mengiringi kedatangan pria yang juga gubernur DKI Jakarta itu. 

Pertemuan Jokowi dan Kiai Faisal digelar secara tertutup. Selang 15 menit, Jokowi keluar dengan sorban warna merah yang dikalungkan di lehernya. Tak hanya itu, Jokowi juga menenteng sajadah. 

"Ini silaturrahmi dengan tokoh dan ulama di sini. Saya dikenalkan dengan pak kiai oleh Ketua DPD PDI-P Jawa Barat Tubagus Hasanudin. Saya kira semakin banyak silaturrahmi kan semakin baik," kata Jokowi. 

Sebelum meninggalkan lokasi, Jokowi diajak Kiai Faisal untuk berdoa bersama. "Kami mohon kepada siapa pun yang nanti jadi presiden agar tetap istiqamah dan amanah," ujar Kiai Faisal. 

Faisal membantah jika dirinya disebut memberikan dukungan kepada Jokowi. Dia mengaku sudah didatangai pula oleh capres lain sebelumnya. 

"Pak Abu Rizal Bakrie sama Pak Yusril Ihza Mahendra juga sudah pernah ke sini," ucapnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Singapura Boleh Latihan Militer di Langit Indonesia, Prabowo: Sama Sekali Tidak Membahayakan

Singapura Boleh Latihan Militer di Langit Indonesia, Prabowo: Sama Sekali Tidak Membahayakan

Nasional
Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara

Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara

Nasional
Komnas HAM Periksa Berbagai Saksi Terkait Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Komnas HAM Periksa Berbagai Saksi Terkait Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Nasional
Bersama Pemkab Tanah Bumbu, Kementerian KP Wujudkan Kampung Gabus Haruan

Bersama Pemkab Tanah Bumbu, Kementerian KP Wujudkan Kampung Gabus Haruan

Nasional
KPK Bongkar Peran Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto dalam Kasus Dugaan Suap Dana PEN

KPK Bongkar Peran Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto dalam Kasus Dugaan Suap Dana PEN

Nasional
3 Prajurit TNI AD Gugur Ditembak KKB, KSAD Dudung: Saya Merasa Kehilangan

3 Prajurit TNI AD Gugur Ditembak KKB, KSAD Dudung: Saya Merasa Kehilangan

Nasional
Dapat Kuota 500, KSAL Cari Personel Komcad untuk Awaki Kapal Perang-Pesawat Udara

Dapat Kuota 500, KSAL Cari Personel Komcad untuk Awaki Kapal Perang-Pesawat Udara

Nasional
Pemerintah Didesak Lipat Gandakan Tempat Isolasi Terpusat di DKI

Pemerintah Didesak Lipat Gandakan Tempat Isolasi Terpusat di DKI

Nasional
Menkes Ungkap Kriteria Pasien Omicron yang Perlu Dirawat di RS: Lansia, Punya Komorbid, hingga Belum Divaksin

Menkes Ungkap Kriteria Pasien Omicron yang Perlu Dirawat di RS: Lansia, Punya Komorbid, hingga Belum Divaksin

Nasional
Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Tak Hadir Saat Pengumuman Tersangka Dana PEN Kolaka Timur

Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Tak Hadir Saat Pengumuman Tersangka Dana PEN Kolaka Timur

Nasional
Draf UU IKN Lengkap, Kini Siap Diantar ke Kemensetneg

Draf UU IKN Lengkap, Kini Siap Diantar ke Kemensetneg

Nasional
Menkes: Kalau Level PPKM Naik, Otomatis yang Ikut PTM Turun

Menkes: Kalau Level PPKM Naik, Otomatis yang Ikut PTM Turun

Nasional
Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Disebut Terima 21 Kali Transferan Ratusan Juta dalam Korupsi di Ditjen Pajak

Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Disebut Terima 21 Kali Transferan Ratusan Juta dalam Korupsi di Ditjen Pajak

Nasional
Menkes: 854 Pasien Omicron Pernah Dirawat di RS, 461 di Antaranya OTG

Menkes: 854 Pasien Omicron Pernah Dirawat di RS, 461 di Antaranya OTG

Nasional
Menkes Sebut Seluruh Jawa dan Bali Terinfeksi Omicron, Ini Pola Penyebarannya...

Menkes Sebut Seluruh Jawa dan Bali Terinfeksi Omicron, Ini Pola Penyebarannya...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.