"Dropbox" Pemilu Luar Negeri Rawan Manipulasi

Kompas.com - 25/03/2014, 18:14 WIB
Ilustrasi Pemilu ShutterstockIlustrasi Pemilu
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Mekanisme pemungutan suara Pemilu Legislatif 2014 dengan dropbox dinilai rawan dimanipulasi.  Koordinator Desk Pemilu Migrant Care Syaiful Anas mengatakan, peluang ini bisa terjadi setelah melihat pengalaman Pemilu 2009.  

"Dropbox itu kan ditinggalkan begitu saja di pabrik atau perkebunan. Baru tiga sampai lima hari berikutnya diambil. Pengawasannya selama beberapa hari itu sangat lemah. Itu rawan dimanipulasi," kata Syaiful, di Jakarta, Selasa (25/3/2014).

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman pemantauan Pemilu 2009 di beberapa negara, ada fenomena ganjil yang ditemukan. Salah satunya ketika dropbox diletakkan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di pabrik tertentu. Saat dihitung, seluruh suaranya dimiliki oleh calon legislatif (Caleg) tertentu.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk meningkatkan partisipasi pemilih di luar negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerapkan sistem dropbox. Sistem itu untuk melengkapi metode pencoblosan langsung dan pengiriman surat suara via pos. Dengan sistem pemungutan suara itu, kotak suara akan diletakkan di lokasi yang menjadi pusat aktivitas tenaga kerja Indonesia (TKI). Dengan demikian. Pemilih dapat leluasa memasukkan surat suara yang sudah dipegangnya dan dicoblos.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Yasonna Sebut Ronny Sompie Paling Bertanggung Jawab atas Informasi soal Harun Masiku

Yasonna Sebut Ronny Sompie Paling Bertanggung Jawab atas Informasi soal Harun Masiku

Nasional
Pertemuan Tahunan Komisi Palestina, Indonesia Soroti Konflik yang Kian Buruk

Pertemuan Tahunan Komisi Palestina, Indonesia Soroti Konflik yang Kian Buruk

Nasional
Polri Akan Bentuk Satgas Pengawalan Investigasi

Polri Akan Bentuk Satgas Pengawalan Investigasi

Nasional
Optimistis Nurmansjah Lubis Jadi Wagub DKI, Sohibul Iman: PKS Tak Sembarangan Ajukan Calon

Optimistis Nurmansjah Lubis Jadi Wagub DKI, Sohibul Iman: PKS Tak Sembarangan Ajukan Calon

Nasional
Soal Iklan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem, Ini Komentar Surya Paloh

Soal Iklan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem, Ini Komentar Surya Paloh

Nasional
Setelah Bakar Mayat Teman Kerja, Pelaku Gadaikan Motor Korban Rp 4 Juta

Setelah Bakar Mayat Teman Kerja, Pelaku Gadaikan Motor Korban Rp 4 Juta

Nasional
Maskapai Haji Ditambah, Citilink dan Flynas Kini Ikut Berangkatkan Jemaah

Maskapai Haji Ditambah, Citilink dan Flynas Kini Ikut Berangkatkan Jemaah

Nasional
100 Hari Jokowi-Maruf, Kebijakan Investasi jadi Ancaman bagi Lingkungan Hidup

100 Hari Jokowi-Maruf, Kebijakan Investasi jadi Ancaman bagi Lingkungan Hidup

Nasional
[BERITA FOTO] Sepi dan Terisolasi, Begini Kondisi Wuhan Terkini...

[BERITA FOTO] Sepi dan Terisolasi, Begini Kondisi Wuhan Terkini...

Nasional
Wapres Sebut Pendekatan Keamanan di Papua Bersifat Sementara

Wapres Sebut Pendekatan Keamanan di Papua Bersifat Sementara

Nasional
Ulat Bulu Serang Permukiman Warga di Kudus

Ulat Bulu Serang Permukiman Warga di Kudus

Nasional
Ratusan Petugas Wafat, Parpol Nonparlemen Sarankan Pemilu Tak Digelar Serentak

Ratusan Petugas Wafat, Parpol Nonparlemen Sarankan Pemilu Tak Digelar Serentak

Nasional
Menag Ceritakan Kekhawatiran Jokowi Lulusan Madrasah Tak Bisa Bersaing

Menag Ceritakan Kekhawatiran Jokowi Lulusan Madrasah Tak Bisa Bersaing

Nasional
Jokowi Dituding Berkuasa atas KPK dengan Tunjuk Dewas, Ini Pembelaan Wapres

Jokowi Dituding Berkuasa atas KPK dengan Tunjuk Dewas, Ini Pembelaan Wapres

Nasional
Jokowi Sentil Ibu-ibu agar Tak Beli Baju dan Lipstik Pakai Uang PKH

Jokowi Sentil Ibu-ibu agar Tak Beli Baju dan Lipstik Pakai Uang PKH

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X