Bawaslu Serahkan Dokumen Putusan Sengketa Pemilu pada Arsip Negara

Kompas.com - 20/03/2014, 15:39 WIB
Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/7). Dhoni Setiawan (DS) 09-07-2009 KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANKantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/7). Dhoni Setiawan (DS) 09-07-2009
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyerahkan 26 dokumen asli putusan sengketa pemilu pada Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI). Hal yang sama juga dilakukan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), yang menyerahkan 276 dokumen putusan kode etik penyelenggara pemilu.

"Arsip merupakan suatu yang menyambung suatu generasi ke generasi selanjutnya. Serah terima dokumen ini bagian tak terpisahkan dari perbaikan demokrasi kita," ujar Ketua Bawaslu Muhammad, di sela-sela serah terima dokumen tersebut, di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2014).

Arsip yang diserahkan merupakan dokumen putusan sengketa sejak Bawaslu berdiri pada tahun 2008. Sementara, arsip putusan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu adalah dokumen sejak 2012 ketika DKPP dibentuk.

"Sebelum ini (penyerahan arsip kepada ANRI), baik Bawaslu dan DKPP mengelola sendiri arsip dan dokumentasinya dan belum melibatkan ANRI," katanya.

Menurutnya, semua arsip yang diserahkan sudah diverifikasi oleh ketiga pihak. Verifikasi itu juga untuk memisahkan dokumen yang perlu disampaikan ke ANRI karena tidak semua dokumen lembaga negara dapat menjadi arsip nasional. Muhammad mengatakan, ANRI memiliki kewajiban merawat dokumen-dokumen tersebut.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X