PPP Buka Kemungkinan Dukung Jokowi meskipun Cawapres dari Eksternal

Kompas.com - 18/03/2014, 12:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Senin (17/3/2014). Jokowi masih menjalani fungsinya sebagai Gubernur setelah ditunjuk oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi calon presiden dari PDIP. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Senin (17/3/2014). Jokowi masih menjalani fungsinya sebagai Gubernur setelah ditunjuk oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi calon presiden dari PDIP. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuka kemungkinan untuk mendukung pasangan calon presiden yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Dukungan itu bisa saja diberikan walaupun calon wakil presiden yang akan berduet dengan Joko Widodo (Jokowi) berasal dari eksternal PPP.

"Itu sebagai sebuah kemungkinan yang terbuka. Dalam politik tak ada yang tidak mungkin," kata Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Sjaifuddin di Kompleks Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Hal itu dikatakan Lukman ketika dimintai tanggapan menguatnya wacana menduetkan Jokowi dengan Jusuf Kalla alias JK. Nama JK masuk dalam bursa calon presiden yang akan diusung oleh PPP.

Lukman mengakui bahwa secara realistis partainya sulit mendapatkan perolehan suara tinggi di pemilu legislatif untuk mengusung capres sendiri. Atas dasar itu, koalisi menjadi suatu hal yang mutlak.

"Tapi keputusan finalnya (koalisi) baru akan kita tentukan setelah pileg," ujarnya.

Nama bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi masih menjadi teka-teki. PDI-P membuka kemungkinan berkoalisi dengan partai lain setelah Pileg untuk menghadapi Pilpres.

Menurut pengamat politik Universitas Gadjah Mada, ada dua figur yang ideal mendampingi Jokowi. Mereka adalah Jusuf Kalla dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Kedua tokoh itu dianggap bisa diterima semua partai politik dan memiliki rekam jejak yang baik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Nirkekerasan dan Tantangannya di Tengah Ancaman UU ITE

Aksi Nirkekerasan dan Tantangannya di Tengah Ancaman UU ITE

Nasional
Mutasi Virus Corona Ditemukan, Pimpinan DPR Minta Pemeriksaan di Bandara Internasional Diperketat

Mutasi Virus Corona Ditemukan, Pimpinan DPR Minta Pemeriksaan di Bandara Internasional Diperketat

Nasional
Meneladani Artidjo dari Jauh

Meneladani Artidjo dari Jauh

Nasional
Jokowi Ingin Lebih Banyak UMKM yang Jadi Eksportir

Jokowi Ingin Lebih Banyak UMKM yang Jadi Eksportir

Nasional
Kapolri Pimpin Sertijab 4 Kapolda dan Kenaikan Pangkat 12 Perwira

Kapolri Pimpin Sertijab 4 Kapolda dan Kenaikan Pangkat 12 Perwira

Nasional
Cegah Kasus Dua Kewarganegaraan, Dirjen Dukcapil: Masyarakat Perlu Diwajibkan Deklarasi jika Jadi WNA

Cegah Kasus Dua Kewarganegaraan, Dirjen Dukcapil: Masyarakat Perlu Diwajibkan Deklarasi jika Jadi WNA

Nasional
Dipertanyakan Hakim soal Kualifikasi Jadi Penasihat Menteri KKP, Ini Penjelasan Effendi Gazali

Dipertanyakan Hakim soal Kualifikasi Jadi Penasihat Menteri KKP, Ini Penjelasan Effendi Gazali

Nasional
Kakak Artis Boiyen Meninggal Dunia Tertabrak Kereta Api di Kalideres

Kakak Artis Boiyen Meninggal Dunia Tertabrak Kereta Api di Kalideres

Nasional
Bertolak ke Banten, Presiden Jokowi Akan Resmikan Bendungan Sindang Heula

Bertolak ke Banten, Presiden Jokowi Akan Resmikan Bendungan Sindang Heula

Nasional
Kasus Edhy Prabowo, KPK Panggil Direktur Produksi dan Usaha Perikanan Budidaya KKP

Kasus Edhy Prabowo, KPK Panggil Direktur Produksi dan Usaha Perikanan Budidaya KKP

Nasional
Kabareskrim Agus Andrianto Temui Pimpinan KPK, Bahas Penguatan Supervisi

Kabareskrim Agus Andrianto Temui Pimpinan KPK, Bahas Penguatan Supervisi

Nasional
Dukung PPKM Mikro, Kemenko PMK Minta Penyaluran Dana Desa 2021 Segera Dilaksanakan

Dukung PPKM Mikro, Kemenko PMK Minta Penyaluran Dana Desa 2021 Segera Dilaksanakan

Nasional
Jokowi: Ada yang Tak Benar di Perdagangan Digital, Membunuh UMKM

Jokowi: Ada yang Tak Benar di Perdagangan Digital, Membunuh UMKM

Nasional
Rakor dengan KPK, Menag Akui Pihaknya Kerap Sulit Awasi Pelaksanaan Anggaran hingga Tingkat Kecamatan

Rakor dengan KPK, Menag Akui Pihaknya Kerap Sulit Awasi Pelaksanaan Anggaran hingga Tingkat Kecamatan

Nasional
Ini Daftar Gunung yang Rawan Menimbulkan Tsunami di Indonesia

Ini Daftar Gunung yang Rawan Menimbulkan Tsunami di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X