Kompas.com - 17/03/2014, 12:19 WIB
EditorSandro Gatra


KOMPAS.com
- EMPAT kali ikut pemilu, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia konsisten mengandalkan kalangan purnawirawan Tentara Nasional Indonesia. Di sini keunikan sekaligus kekuatan PKPI dibandingkan dengan partai lain dalam menghadapi Pemilu 2014.

Keunikan PKPI dapat dilihat dari latar belakang para calon anggota legislatifnya yang akan bertarung memperebutkan kursi DPR. Sebanyak 37,5 persen caleg PKPI berusia di atas 50 tahun. Porsi tersebut konsisten sejak ikut Pemilu 2009. Persentase caleg ini melebihi proporsi caleg partai lain. PKPI merangkul caleg ”senior” untuk ikut menopang pilar organisasi.

Menariknya, dari caleg senior itu, pada Pemilu 2009, sebanyak 8,9 persen purnawirawan TNI. Meski pada Pemilu 2014 kali ini proporsinya turun jadi 6,5 persen, angka itu tetap yang paling tinggi di antara partai lain.

Faktor usia senior dan purnawirawan makin menguatkan tradisi PKPI. Pendiri dan ketua umumnya pun purnawirawan, yakni almarhum Jenderal (Purn) Edi Sudradjat. Kini PKPI dipimpin Letjen TNI (Purn) Sutiyoso yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta. Dewan penasihat partai ini pun berlatar militer, yakni Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Kekuatan mantan petinggi militer semestinya jadi energi PKPI untuk menyusun strategi menghadapi Pemilu 2014.

Hingga kini, kepengurusan PKPI di lini atas cukup banyak didominasi purnawirawan. PKPI senantiasa menempatkan ketua umumnya dari kalangan militer, kecuali pasca meninggalnya Edi Sudradjat yang kemudian dijabat Meutia Hatta.

Para purnawirawan ini tidak hanya menjadi caleg. Mereka ikut membantu PKPI menjadi juru kampanye (jurkam). Terdapat delapan purnawirawan jenderal TNI yang menjadi jurkam PKPI. Mereka adalah Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, Letjen TNI (Purn) Yusuf Kartanegara, Mayjen (Purn) Syaiful Sulun, Mayjen TNI (Purn) Haris Sudarno, Mayjen TNI (Purn) Monang Siburian, Mayjen TNI (Purn) Mashudi Darto, dan Brigjen TNI (Purn) Victor Phaing. Hanya Victor Phaing yang pernah menjadi caleg pada Pemilu 2009. Saat itu dia mencalonkan di daerah pemilihan Kalimantan Tengah I dan memperoleh 4.666 suara.

Selalu ikut pemilu

Setelah dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2014, perjuangan PKPI justru tidak berhenti. Dalam waktu hanya sebulan, PKPI harus secepatnya menyiapkan diri menyusun daftar caleg. Meskipun waktunya relatif singkat, PKPI mampu menghimpun 539 caleg.

Tantangan selanjutnya, lolos parliamentary threshold. Sutiyoso mengaku cukup optimistis, apalagi PKPI membentuk poros PKPI yang terdiri atas 13 partai politik yang gagal menjadi peserta Pemilu 2014.

Prestasi PKPI menempatkan calegnya di DPR termasuk minim, tetapi kinerja partai itu dalam meraih suara perlu diapresiasi. Pada Pemilu 1999, PKPI memperoleh 1.065.810 suara, 4 kursi DPR, 26 kursi DPRD, dan 178 kursi DPRD II.

Pemilu 2004, PKPI mendapat 1.424.240 suara dan meraih satu kursi DPR. Pemilu 2009, PKPI memperoleh 934.892 suara, tetapi gagal memperoleh kursi di DPR. Meskipun demikian, di tingkat DPRD I, partai ini mampu memperoleh 11 kursi dan di tingkat DPRD II memperoleh 195 suara.

Modal kekuatan organisasi yang dimiliki PKPI adalah eksisnya kepengurusan dan kader di 33 DPP tingkat provinsi, 344 DPK tingkat kota/kabupaten, 3.300 DPC tingkat kecamatan, dan 19.985 DPD tingkat desa atau kelurahan. Pengalaman ikut dalam tiga pemilu, jaringan, dan ditopang mantan petinggi militer membuat PKPI masih punya harapan. (TOPAN YUNIARTO/Litbang Kompas)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.