Anies: Kementan Harus Terbebas dari Kepentingan Politik - Kompas.com

Anies: Kementan Harus Terbebas dari Kepentingan Politik

Kompas.com - 08/03/2014, 07:54 WIB
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Anies Rasyid Baswedan dalam sesi wawancara saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Rabu (29/1/2014). Anies Rasyid Baswedan merupakan salah satu peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.


JAKARTA, KOMPAS.com - Kandidat Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Anies Baswedan menilai ketahanan dan kedaulatan pangan di Indonesia hanya dapat terwujud jika Kementerian Pertanian terbebas dari kepentingan partai politik.

Jika terpilih sebagai Presiden keIak, ia mengaku akan menunjuk seseorang yang berlatar belakang profesional untuk mengisi posisi Menteri Pertanian. Menurut Anies, ucapannya itu bukan sekadar isapan jempol. Sebagus apapun kebijakan untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia, kata dia, tak akan pernah tercapai karena Kementerian Pertanian belum terbebas dari kepentingan politik.

"Kita harus buat Kementerian Pertanian bebas dari kepentingan partai politik. Sebagus apapun sistemnya, mohon maaf, enggak akan bisa kalau diberikan pada mereka (politisi)," kata Anies dalam seminar kebangsaan di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (7/3/2014).

Hal itu dikatakan Anies untuk menanggapi gagasan dari kandidat Konvensi Capres Demokrat Gita Wirjawan. Gita memberikan gagasan bahwa ketahanan pangan dan energi di Indonesia dapat dilakukan dengan melakukan reformasi agraria.

Menurut Gita, reformasi agraria telah diprakarsai sejak 1960, tetapi tak pernah tuntas hingga saat ini. Presiden Indonesia selanjutnya, kata Gita, harus memberikan jaminan pada 40 juta petani di Indonesia agar dapat bekerja menggarap lahannya tanpa alih fungsi. Selain itu, petani mesti diberikan kemudahan untuk mengagunkan lahannya sehingga ada tambahan modal dan dapat mendongkrak produktivitas.

"Kita harus bisa jawab keluhan petani yang kesulitan bibit, pupuk, dan akses ke pasar. Kesulitan petani bukan hanya fisik, tapi juga harga yang terjangkau. Kalau bicara soal kesejahteraan, semua berkaitan dengan harga terjangkau," ujar Gita.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra

Close Ads X