Delapan Kepala Daerah Bahas Kebakaran Hutan di Jakarta

Kompas.com - 27/02/2014, 03:43 WIB
Kawasan perkebunan di Rokan Hilir, Bengkalis, Riau, yang terbakar dan menciptakan asap tebal, 17 Juni 2013. Asap menyebar dan menyelimuti negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. AFP PHOTO / STRINGERKawasan perkebunan di Rokan Hilir, Bengkalis, Riau, yang terbakar dan menciptakan asap tebal, 17 Juni 2013. Asap menyebar dan menyelimuti negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Delapan kepala daerah akan berkumpul di kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kamis (27/2/2014), untuk membahas penanggulangan kebakaran hutan dan kabut asap yang ditimbulkannya.

"Besok kami akan mengadakan rakor di tempat saya untuk memastikan tentang jalannya proses penanganan seperti yang dulu dilakukan," ujar Menko Kesra Agung Laksono di Istana Negara, Rabu (26/2/2014).

Agung menuturkan, agenda pertemuan adalah membahas bahaya pembakaran hutan untuk disampaikan ke masyarakat. Pasalnya, 95 persen kebakaran hutan terjadi akibat ulah manusia maupun korporasi yang berusaha membuka lahan.

Delapan gubernur yang akan berkumpul di kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini berasal dari Pulau Sumatera dan Kalimantan, dua pulau dengan kasus kebakaran hutan yang cukup tinggi.

Pertemuan juga akan dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan, dan Menteri Lingkungan Hidup. Persoalan lain yang akan dibahas adalah kabut asap di Riau.

Menurut Agung, pertemuan juga untuk memetakan kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam upaya memadamkan api di hutan Riau. "Termasuk soal kekurangan jumlah orang untuk (pemadaman) jalur darat akan dibahas bagaimana," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status tanggap darurat kabut asap yang merupakan kejadian luar biasa akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan untuk membuka lahan baru bagi perkebunan kelapa sawit.

Dari 12 kabupaten/kota di Riau, tujuh daerah sudah tanggap darurat setelah banyaknya warga terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Per Rabu (26/2/2014), warga yang menderita ISPA tercatat mencapai 22.301 orang dan dipastikan akan terus bertambah.

Ketujuh kabupaten/kota yang menetapkan status tanggap darurat kabut asap itu adalah Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, Meranti, dan Kota Dumai.

Kabut asap di Riau ini juga mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dalam dua pekan terakhir. Beberapa penerbangan sempat ditunda karena jarak pandang yang berkurang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X