Kejagung: Berkas Perkara Bea dan Cukai Lengkap

Kompas.com - 24/02/2014, 17:32 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Pol) Arief Sulistyanto di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2013). DIAN MAHARANIDirektur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Pol) Arief Sulistyanto di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2013).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara kasus dugaan suap kepabeanan dengan tersangka mantan pegawai Ditjen Bea dan Cukai Heru Sulastyono dan importir Yusron Arief lengkap atau P21. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengaku bersyukur karena berkas perkara kasus ini telah dinyatakan lengkap. Pasalnya, jika tidak, maka kedua tersangka terancam dibebaskan karena batas waktu penahanan mereka akan habis pada Selasa (25/2/2014) esok.

“Alhamdulillah telah dilaksanakan ekspose oleh tim Kejaksaan Agung dan kami juga telah koordinasi dengan PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan), hasil ekspose Kejagung menyatakan jika berkas penyidikan telah lengkap,” kata Arief di Mabes Polri, Senin (24/2/2014).

Arief menambahkan, saat ini pihaknya masih menerima surat resmi dari Kejagung yang menyatakan berkas tersebut lengkap. Kendati demikian, pihaknya tetap melimpahkan berkas perkara beserta tersangka dan barang bukti ke Kejagung besok.

Seperti diberitakan, Heru diduga menerima suap berupa polis asuransi berjangka senilai Rp 11,4 miliar. Suap tersebut diduga diterima Heru dari Yusran Arief selama kurun 2005-2007 saat ia menjabat sebagai Kepala Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok di Jakarta Utara.

Yusran diduga menyuap Heru sebagai upaya menghindarkan perusahaannya dari audit pajak. Heru dan Yusran telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ini, dengan sangkaan Pasal 3 dan 6 UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Heru dan Yusran juga dikenakan sangkaan Pasal 3 dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Mereka dikenakan pula sangkaan Pasal 5 Ayat 2, serta Pasal 12 huruf a dan b UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X