Kompas.com - 24/02/2014, 12:45 WIB
Suasana turunnya lahar hujan yang terjadi di sekitar Desa Pandansari, Ngantang, Malang, Jawa Timur, Selasa (18/2/2014). KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Suasana turunnya lahar hujan yang terjadi di sekitar Desa Pandansari, Ngantang, Malang, Jawa Timur, Selasa (18/2/2014).
Penulis Ary Wibowo
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Guntingan iklan sepatu Bally adalah salah satu simpanan yang ditemukan saat Hatta mangkat. Kalau saja Hatta mau memanfaatkan posisi yang pernah dia punya, sangat mudah bagi dia untuk mendapatkan sepasang sepatu itu. Hatta tinggal meminta tolong kepada para duta besar atau pengusaha yang dia kenal. 

"Kita sudah cukup hidup sederhana begini, yang kita miliki hanya nama baik. Itu yang harus kita jaga terus." Begitu kata Meutia Farida Hatta Swasono, putri sulung Hatta, menirukan kalimat sang ayah kepada ibunya, Rahmi Hatta. (Kompas, 9 Agustus 2002).

Penyakit

Akhirnya, sebuah kesimpulan muncul di benak saya. Ada yang salah di diri kita sendiri dan dalam kehidupan berbangsa. Namun, sepertinya keinginan memperbaiki kesalahan itu kalah oleh keinginan untuk meninggikan diri sendiri.

Kita pun lalai menjadikan sejarah alam sebagai pertimbangan. Banyak ketidakseimbangan antara hukum alam dan perilaku manusia. Padahal, sejarah tak akan pernah terpisahkan dari perjalanan bangsa ini. Dalam banyaknya ketidakseimbangan seperti yang terjadi sekarang, sejarah mencatat bahwa saat itulah beragam bencana alam terjadi.

Bencana memang tetaplah sebuah bencana. Namun, atas sejumlah persoalan masalah kemanusiaan di negeri ini, bencana tersebut rasanya pantas dipahami sebagai "wahyu", ada relasi tak harmonis antara kita dan alam. Ada peringatan yang tercatat dalam sejarah hidup, tetapi kita lalaikan, dan tak kita hormati.

Lagi pula, kita tak dapat membantah "tuduhan" alam. Jika kita ingin membantah, meminjam teori Immanuel Kant, maka alam justru hanya semakin memojokkan kita untuk menerima bahwa selama ini kita memang bangsa barbar sehingga layak menerima kemurkaannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembarbaran itu hari ini tecermin dari makin banyaknya orang yang tidak puas dengan jatah hidup, dan semakin serakah memperkaya diri lewat korupsi. Pembarbaran yang terjadi karena banyak orang tidak lagi menunjukkan kelemahlembutan, tetapi memakai kekerasan untuk membuat pertikaian dan kejahatan.

Dari letusan Gunung Kelud serta berbagai bencana alam lain di negeri ini, kita seharusnya dapat mengambil hikmah sejarah untuk memproyeksikan masa depan yang lebih baik. Jangan sampai pelajaran berharga tersebut hilang ditelan pengulangan sejarah oleh "penyakit lupa" yang sepertinya diidap bangsa ini, entah sejak kapan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

Nasional
Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

Nasional
Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

Nasional
Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

Nasional
UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Nasional
Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

Jokowi Ungkap Kontribusi RI Hadapi Situasi Darurat Energi dan Iklim Dunia

Nasional
Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

Mahfud Harap Publik Tetap Tenang Usai Pimpinan Teroris MIT Ali Kalora Tewas Ditembak

Nasional
Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

Nasional
BNPT Kutuk Keras Tindakan KKB Serang Tenaga Kesehatan di Papua

BNPT Kutuk Keras Tindakan KKB Serang Tenaga Kesehatan di Papua

Nasional
Lini Masa Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Lini Masa Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Nasional
Total Kasus Covid-19 Tembus 4.188.529, Pemerintah Targetkan Vaksinasi 2 Juta Per Hari

Total Kasus Covid-19 Tembus 4.188.529, Pemerintah Targetkan Vaksinasi 2 Juta Per Hari

Nasional
[POPULER NASIONAL] PDI-P Apresiasi Krisdayanti karena Blak-blakan soal Gaji | Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19

[POPULER NASIONAL] PDI-P Apresiasi Krisdayanti karena Blak-blakan soal Gaji | Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19

Nasional
Sosok Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Dikabarkan Tewas

Sosok Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Dikabarkan Tewas

Nasional
Muhammad Kece Diduga Dianiaya Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri

Muhammad Kece Diduga Dianiaya Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.