Kompas.com - 18/02/2014, 09:29 WIB
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Seminggu terakhir ini saya kurang sehat. Namun, erupsi Gunung Kelud, setelah sebelumnya Sinabung, tanah longsor, serta banjir yang melanda hampir seluruh pelosok Tanah Air, mendorong penulis membuka beberapa data lain, seperti target produksi minyak bumi tahun 2014 dan realisasi pajak tahun lalu.

Dari sedikit data tersebut, secara simplistis bisa disimpulkan, beban hidup bangsa tahun ini akan lebih berat daripada tahun lalu. Rusaknya lahan-lahan pertanian karena serangkaian bencana alam akan mendorong peningkatan impor pangan. Demikian juga dengan penurunan produksi minyak bumi dari sekitar 850.000 barrel per hari (bph) menjadi 820.000 bph tahun ini. Situasi itu diperberat dengan target pajak yang tak terpenuhi dan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang mencapai sekitar Rp 340 triliun pada 2013.

Dengan gambaran seperti itu, optimisme hanya mungkin bangkit kalau kepemimpinan nasional saat ini berani mengambil kebijakan drastis, misalnya memotong subsidi BBM. Apabila hal ini tidak dilakukan, siapa pun yang menjadi presiden pada Oktober nanti, dia akan menghadapi jebakan sedahsyat bom nuklir, khususnya terkait dengan pangan, subsidi BBM, dan pertumbuhan penduduk.

Sehubungan dengan hal itu, apabila kepemimpinan nasional sekarang lepas tangan terhadap beberapa masalah yang bisa menjadi bom waktu bagi pemerintahan mendatang, partai politik sebenarnya bisa menjadi juru selamat dari situasi yang suram itu. Di sini, partai dapat menjalankan fungsi tertingginya, sebagai kristalisasi beberapa fungsi, yaitu mencalonkan tokoh yang dikehendaki publik, yang pada diri figur itu hadir aspirasi rakyat, perekrutan kepemimpinan, dan ideologi yang hidup.

Ibarat ayam jago yang berkokok karena matahari terbit, tokoh itu lahir dari rahim konsolidasi dan kaderisasi partai politik. Kelahirannya sebagai ”juru bangun”, yaitu membangunkan masyarakat untuk bergerak, mengais rezeki, dan mencari kehidupan. Oleh karena pemimpin yang dimunculkan partai politik tersebut berselimut kejujuran, kesederhanaan, dan mempunyai dignity (martabat), dia bisa menggenggam hati rakyat dan memandu mereka menjalani kehidupan bernegara.

Sehubungan dengan hal tersebut, pemetaan terhadap partai politik peserta pemilu menunjukkan bahwa kelahiran seorang figur yang diharapkan publik ternyata tidak bisa muncul dalam waktu singkat. Selain itu, juga belum tentu lahir dari rahim partai politik berkuasa dan koalisinya. Ini memang kesimpulan sementara dan membalik cara pikir yang selama ini berlaku.

Belum munculkan jago

Argumen umum yang berkembang selama ini adalah partai politik berkuasa akan dengan mudah melakukan kaderisasi dan memperkuat cengkeraman jejaring kekuasaannya. Demikian juga dengan partai-partai lain yang bergabung dalam koalisi penguasa. Namun, buktinya, Partai Demokrat, Partai Golkar, dan beberapa partai lain yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan Koalisi Partai Politik Pendukung Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Setgab) sejauh ini belum mampu memunculkan ”jago” yang menjadi preferensi publik. Calon presiden mereka belum dianggap sebagai pemandu tepercaya oleh masyarakat.

Sebaliknya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang selama dua pemilu berada di luar pemerintahan, seperti dinyatakan Philips J Vermonte dari Centre for Strategic and International Studies, telah mengajarkan nilai politik penting bahwa menjadi oposisi tidak berarti harus mati. Menjadi oposisi juga berarti bisa fokus menjalankan konsolidasi dan kaderisasi di tubuh partai politik. Hasilnya, selain PDI-P menjadi solid dan berwibawa, juga melahirkan sejumlah kepala daerah yang baik dan politisi muda mumpuni.

Terkait dengan itu, saya menambahkan bahwa faktor kepemimpinan ketua umum partai memegang peranan penting dalam menjaga ketenangan partai tersebut. Apabila partai politik bergejolak dan terbelah, konsolidasi internal dan kaderisasi sulit dijalankan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Investigasi Dua Laporan Polres Jaksel Terkait Kematian Brigadir J

Polri Investigasi Dua Laporan Polres Jaksel Terkait Kematian Brigadir J

Nasional
Istri Ferdy Sambo Tersangka, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Istri Ferdy Sambo Tersangka, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Nasional
Irwasum: 6 Polisi yang Langgar Etik di Kasus Brigadir J Diduga Lakukan Pidana Halangi Penyidikan

Irwasum: 6 Polisi yang Langgar Etik di Kasus Brigadir J Diduga Lakukan Pidana Halangi Penyidikan

Nasional
CCTV Tunjukkan Istri Ferdy Sambo Terlibat Rencana Pembunuhan Brigadir J

CCTV Tunjukkan Istri Ferdy Sambo Terlibat Rencana Pembunuhan Brigadir J

Nasional
Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Setelah Pemeriksaan dengan 'Scientific Crime Investigation'

Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Setelah Pemeriksaan dengan "Scientific Crime Investigation"

Nasional
Usut Dugaan Suap Maming, KPK Periksa Mantan Kepala Desa Terkait Lahan Pelabuhan

Usut Dugaan Suap Maming, KPK Periksa Mantan Kepala Desa Terkait Lahan Pelabuhan

Nasional
BREAKING NEWS: Istri Irjen Ferdy Sambo Putri Candrawathi Ditetapkan sebagai Tersangka

BREAKING NEWS: Istri Irjen Ferdy Sambo Putri Candrawathi Ditetapkan sebagai Tersangka

Nasional
Berkurang 44, RSDC Wisma Atlet Kini Rawat 160 Pasien Covid-19

Berkurang 44, RSDC Wisma Atlet Kini Rawat 160 Pasien Covid-19

Nasional
Digugat Ayah Atta Halilintar Terkait Merek 'Gen Halilintar', Ini Tanggapan Kemenkumham

Digugat Ayah Atta Halilintar Terkait Merek "Gen Halilintar", Ini Tanggapan Kemenkumham

Nasional
Ingin Benahi Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur, Jadi Alasan Airin Pimpin Tangsel

Ingin Benahi Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur, Jadi Alasan Airin Pimpin Tangsel

Nasional
Perokok Anak Meningkat, Revisi PP 109 Tahun 2012 Dinilai Perlu Dilakukan

Perokok Anak Meningkat, Revisi PP 109 Tahun 2012 Dinilai Perlu Dilakukan

Nasional
KPK Pastikan Tidak Rebutan Kasus Surya Darmadi dengan Kejagung

KPK Pastikan Tidak Rebutan Kasus Surya Darmadi dengan Kejagung

Nasional
Kekaguman Airin pada Megawati: Beliau Luar Biasa, Keren Banget!

Kekaguman Airin pada Megawati: Beliau Luar Biasa, Keren Banget!

Nasional
Mind Id Komitmen Dorong Implementasi Digitalisasi Industri Pertambangan

Mind Id Komitmen Dorong Implementasi Digitalisasi Industri Pertambangan

Nasional
Jokowi Dinilai Harus Penuhi Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Jokowi Dinilai Harus Penuhi Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.