Kompas.com - 18/02/2014, 05:31 WIB
Munawar, warga Desa Kebonrejo menunjukkan Kartu Pengungsian saat didata di pengungsian bencana Gunung Kelud di TK Budi Mulia, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (15/2/2014). Pendataan terus dilakukan untuk menghindarkan warga pulang kembali ke rumah karena Gunung Kelud masih berstatus Awas. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ Munawar, warga Desa Kebonrejo menunjukkan Kartu Pengungsian saat didata di pengungsian bencana Gunung Kelud di TK Budi Mulia, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (15/2/2014). Pendataan terus dilakukan untuk menghindarkan warga pulang kembali ke rumah karena Gunung Kelud masih berstatus Awas.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mengeluarkan dana sebesar Rp 3,8 miliar untuk proses penanggulangan bencana Gunung Kelud di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, Jawa Timur. Dana tersebut dikeluarkan untuk menopang pemerintah provinsi yang menjadi pimpinan utama proses tanggap darurat di lokasi bencana.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan BNPB kini memperkuat aksi tanggap darurat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kediri, dan pemerintah provinsi Jawa Timur. BNPB, kata Sutopo, mengisi kekurangan fasilitas yang tak dimiliki daerah tersebut seperti penyediaan tenda hingga makanan siap saji.

"Total yang sudah dihabiskan mencapai Rp 3,8 miliar. Tapi, pemprov Jawa Timur sudah menyatakan anggaran untuk penanggulangan bencana Kelud tidak terbatas," ujar Sutopo saat dihubungi Senin (17/2/2014).

Sutopo mengatakan dana tersebut diambil dari pos dana cadangan BNPB tahun 2014 yang jumlahnya mencapai Rp 3 Triliun. Dia mengatakan dengan anggaran sebesar itu, BNPB sebenarnya masih belum cukup untuk mengatasi semua bencana di seluruh Indonesia.

Pasalnya, kata Suopo, untuk rekonstruksi bangunan yang hancur akibat bencana dalam waktu satu tahun kebutuhan dananya saja mencapai Rp 40 triliun. Kendati demikian, dana yang ada diupayakan semaksimal mungkin sesuai peruntukannya bagi korban bencana alam.

Sutopo menuturkan dalam proses penggunaan anggaran ini, BNPB biasanya selalu mengajak auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghindari penyalahgunaan anggaran.

"Selain itu juga, dalam kondisi bencana, orang biasanya suka ragu mengeluarkan uang sementara kebutuhan mendesak. Petugas kami suka khawatir nantinya dana ini salah, makanya kami ajak selalu BPKP di lokasi bencana untuk menghilangkan keraguan itu karena kalau bantuan terlambat, bisa kacau semua," ucap Sutopo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diberitakan, Gunung Kelud meletus pada Kamis (13/2/2014) pukul 22.50 WIB. Letusan terbesarnya melontarkan material vulkanik setinggi 17 kilometer, yang kemudian bertebaran hingga jauh ke arah Jawa Tengah. Puluhan ribu warga, terutama di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang, mengungsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Menkes, Ini Tiga Vaksin Covid-19 yang Disiapkan untuk Anak 5-11 Tahun

Kata Menkes, Ini Tiga Vaksin Covid-19 yang Disiapkan untuk Anak 5-11 Tahun

Nasional
Menkes Sebut Obat Molnupiravir Digunakan untuk Cegah Pasien Covid-19 Dirawat di RS

Menkes Sebut Obat Molnupiravir Digunakan untuk Cegah Pasien Covid-19 Dirawat di RS

Nasional
Zulhas Sebut PAN Tak Mau Terapkan Politik Gincu yang Minim Substansi

Zulhas Sebut PAN Tak Mau Terapkan Politik Gincu yang Minim Substansi

Nasional
Di Depan Kader PAN, Sutrisno Bachir: Kalau Mau Partai Besar, Harus Turun ke Bawah

Di Depan Kader PAN, Sutrisno Bachir: Kalau Mau Partai Besar, Harus Turun ke Bawah

Nasional
Menkes Sebut Vaksin AstraZeneca Hasil Hibah di Yogyakarta Mendekati Kedaluwarsa

Menkes Sebut Vaksin AstraZeneca Hasil Hibah di Yogyakarta Mendekati Kedaluwarsa

Nasional
Panglima TNI Kirim 30 Nakes ke Sumedang untuk Percepatan Penanganan Covid-19

Panglima TNI Kirim 30 Nakes ke Sumedang untuk Percepatan Penanganan Covid-19

Nasional
Vaksinasi Dosis Ketiga Ditarget 2022, Sasar Lansia dan Kelompok Defisiensi Imunitas

Vaksinasi Dosis Ketiga Ditarget 2022, Sasar Lansia dan Kelompok Defisiensi Imunitas

Nasional
Panglima TNI Perintahkan Jajarannya Waspadai Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

Panglima TNI Perintahkan Jajarannya Waspadai Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Ketua DPR Minta BSSN Segera Berbenah Pasca-peretasan

Ketua DPR Minta BSSN Segera Berbenah Pasca-peretasan

Nasional
Jokowi: Kemitraan ASEAN dan Korsel Harus Fokus pada Ekonomi Hijau dan Digital

Jokowi: Kemitraan ASEAN dan Korsel Harus Fokus pada Ekonomi Hijau dan Digital

Nasional
Situs Judi dan Pornografi Online belum Ditutup, Polisi Masih Lakukan Pengembangan

Situs Judi dan Pornografi Online belum Ditutup, Polisi Masih Lakukan Pengembangan

Nasional
Di KTT, Jokowi Sebut ASEAN Tak Ingin Terjebak Rivalitas dengan China

Di KTT, Jokowi Sebut ASEAN Tak Ingin Terjebak Rivalitas dengan China

Nasional
Dewas Proses Laporan Novel terhadap Lili Pintauli Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

Dewas Proses Laporan Novel terhadap Lili Pintauli Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

Nasional
Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

Nasional
Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.