Jokowi Sebut Direksi Transjakarta dari Perhutani, KAI, dan Citibank

Kompas.com - 16/02/2014, 17:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (tengah), saat akan meluncurkan dimulainya pembangunan mass rapid transit (MRT) di sekitar bundaran HI Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013). Pada tahap pertama pembangunan MRT, yakni dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI, jalur MRT akan terpasang sepanjang 15,7 kilometer. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.  TRIBUNNEWS/HERUDIN Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (tengah), saat akan meluncurkan dimulainya pembangunan mass rapid transit (MRT) di sekitar bundaran HI Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013). Pada tahap pertama pembangunan MRT, yakni dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI, jalur MRT akan terpasang sepanjang 15,7 kilometer. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera mengumumkan hasil fit and proper test direksi PT Transjakarta. Rencana itu mundur akibat peristiwa banjir yang melanda Ibu Kota.

Kendati demikian, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo "membocorkan" profesional yang mengisi posisi direksi dan komisaris PT Transjakarta.

"Pak Kosasih (Antonius Kosasih) dari Perhutani masuk, PT KAI ada, perbankan banyak, ada yang dari Citibank," kata Jokowi, di Pejambon, Jakarta, Minggu (16/2/2014).

Menurut Jokowi, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Catur Laswanto telah melaporkan hasil fit and proper test kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Namun, laporan belum sampai ke padanya.

Jokowi mengatakan, PT Transjakarta membutuhkan orang-orang yang berpengalaman di bidangnya seperti perbankan, teknis, manajemen, dan sebagainya. Posisi yang dibutuhkan saat ini yakni komisaris, direktur utama, direktur keuangan, direktur umum, direktur operasional, dan direktur teknik.

Untuk mengisi jabatan tersebut, Jokowi memprioritaskan orang muda yang mengerti manajemen transportasi dan enerjik. Jokowi telah menetapkan tiga kriteria yang mesti dipenuhi calon pengisi pimpinan BUMD, yakni manajemen tepat waktu, manajemen kualitas, serta manajemen pelayanan warga.

"Saya lihat semua (calon) secara managerial management," kata Jokowi.

Ia terinspirasi dari manajemen PT KAI di bawah kepemimpinan Ignasius Jonan yang terus melesat dengan cara menempatkan profesional sebagai pemimpin.

Pemprov DKI juga akan menerapkannya tidak hanya di Transjakarta, tetapi juga menempatkan para profesional memimpin BUMD maupun di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI.

Sementara beberapa direksi PT KAI yang baru-baru ini bertemu dengan Jokowi untuk seleksi adalah Kepala Daerah Operasional 1 PT KAI yakni Heru Isnadi, Kuncoro, dan Wijanarko.

Dihubungi terpisah, Kepala BPMP DKI Jakarta Catur Laswanto belum mau mempublikasi nama-nama direksi PT Transjakarta. Ia hanya akan berbicara, apabila Gubernur Jokowi maupun Wagub Basuki sebelumnya telah berbicara mengenai direksi PT Transjakarta.

Ia hanya menyatakan bahwa empat orang akan menempati posisi direksi dan tiga lainnya menempati posisi komisaris PT Transjakarta.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X