Survei: Angka Keinginan Partisipasi dalam Pemilu Tinggi

Kompas.com - 11/02/2014, 14:57 WIB
Pengendara motor melintasi spanduk berisi informasi tanggal Pemilihan Umum 2014 di Jalan Proklamasi, Jakarta, Kamis (2/1). Menjelang Pemilu Legislatif pada 9 April mendatang, Komisi Pemilihan Umum menyosialisasikan jadwal pemilu untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan menekan jumlah golput. KOMPAS/LUCKY PRANSISKAPengendara motor melintasi spanduk berisi informasi tanggal Pemilihan Umum 2014 di Jalan Proklamasi, Jakarta, Kamis (2/1). Menjelang Pemilu Legislatif pada 9 April mendatang, Komisi Pemilihan Umum menyosialisasikan jadwal pemilu untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan menekan jumlah golput.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Berdasarkan survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan lembaga survei luar negeri asal Washington DC (IFES) menunjukkan, mayoritas masyarakat indonesia ingin menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2014.

"Kami bertanya kepada responden, seberapa besar keinginan Anda untuk menggunakan hak suara di Pemilu mendatang," kata peneliti IFES, Rakesh Sharma, dalam jumpa pers rilis surveinya, di Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Hasilnya, lanjut Rakesh, 90 persen responden mengaku tertarik menggunakan hak pilih mereka. Sementara 9 persen menjawab mereka kemungkinan tertarik berpartisipasi, sedangkan 1 persen responden menyatakan sama sekali tidak tertarik untuk memilih.

"Kami juga membagi ke kategori pria dan wanita. Hasilnya, wanita lebih tertarik untuk berpartisipasi ke dalam pemilu dibanding pria," ujar Rakesh.


Sebesar 91 persen wanita mengaku sangat tertarik mengunakan hak suara mereka dalam pemilu. Sementara 7 persen mengaku kemungkinan tertarik untuk berpartisipasi. Untuk responden pria, 88 persen menyatakan sangat tertarik menggunakan hak suaranya dan 10 persen menyatakan kemungkinan tertarik untuk berpartisipasi.

Meski animo untuk mengikuti Pemilu 2014 meningkat, kata Rakesh, hal tersebut ternyata tidak berbanding lurus dengan ketertarikan masyarakat terhadap politik. Responden diajukan pertanyaan tentang seberapa besar ketertarikannya pada politik. Hasilnya, 41 persen responden mengaku tidak terlalu tertarik terhadap politik; 14 persen lainnya bahkan mengaku sama sekali tidak tertarik.

Sementara itu, 36 persen responden mengaku tertarik dengan politik dan yang mengaku sangat tertarik hanya 6 persen. Survei ini dilakukan pada 17-30 Desember 2013. Survei melibatkan 1.890 responden yang tersebar di 33 provinsi Indonesia. Margin of error 2,3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini diselenggarakan dari biaya LSI dan IFES, tanpa biaya dari sponsor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 61 Tahun, Ini capaian Batan untuk Indonesia

Berusia 61 Tahun, Ini capaian Batan untuk Indonesia

Nasional
KPK dan LIPI Usulkan Besaran Dana Parpol Senilai Rp 8.461 per Suara

KPK dan LIPI Usulkan Besaran Dana Parpol Senilai Rp 8.461 per Suara

Nasional
BNPB Jadikan Kabupaten Ogan Ilir 'Pilot Project' Wilayah Pemulihan Pasca-Karhutla

BNPB Jadikan Kabupaten Ogan Ilir "Pilot Project" Wilayah Pemulihan Pasca-Karhutla

Nasional
Wapres: Hukuman Mati untuk Koruptor Dibolehkan Negara dan Agama

Wapres: Hukuman Mati untuk Koruptor Dibolehkan Negara dan Agama

Nasional
BNPB Sebut Masyarakat Butuh Pemulihan Pasca-Bencana Selain Infrastruktur

BNPB Sebut Masyarakat Butuh Pemulihan Pasca-Bencana Selain Infrastruktur

Nasional
Eks Koruptor Boleh Ikut Pilkada Setelah 5 Tahun Keluar Penjara, Ini Kata Pimpinan Komisi II

Eks Koruptor Boleh Ikut Pilkada Setelah 5 Tahun Keluar Penjara, Ini Kata Pimpinan Komisi II

Nasional
Perludem: Putusan MK Batasi Eks Koruptor di Pilkada Jadi Kado Hari Antikorupsi

Perludem: Putusan MK Batasi Eks Koruptor di Pilkada Jadi Kado Hari Antikorupsi

Nasional
PPP Minta Wacana Hukuman Mati Tak Disikapi Emosional

PPP Minta Wacana Hukuman Mati Tak Disikapi Emosional

Nasional
Saksi Abu Bakar Akui Serahkan 5.000 Dollar Singapura Lewat Bawahan Nurdin Basirun

Saksi Abu Bakar Akui Serahkan 5.000 Dollar Singapura Lewat Bawahan Nurdin Basirun

Nasional
KPU Segera Revisi PKPU soal Pencalonan Napi, Ditargetkan Rampung Januari 2020

KPU Segera Revisi PKPU soal Pencalonan Napi, Ditargetkan Rampung Januari 2020

Nasional
Pasca-putusan MK soal Eks Koruptor, Parpol Diharapkan Lebih Ketat Seleksi Calon Kepala Daerah

Pasca-putusan MK soal Eks Koruptor, Parpol Diharapkan Lebih Ketat Seleksi Calon Kepala Daerah

Nasional
Buntut Putusan MK, ICW Desak KPU Segera Revisi PKPU Pencalonan Pilkada

Buntut Putusan MK, ICW Desak KPU Segera Revisi PKPU Pencalonan Pilkada

Nasional
MK Beri Jeda 5 Tahun bagi Eks Koruptor Maju Pilkada, ICW: Ini Putusan Penting

MK Beri Jeda 5 Tahun bagi Eks Koruptor Maju Pilkada, ICW: Ini Putusan Penting

Nasional
Jokowi Dapat Laporan 2.188 Badan Usaha Milik Desa Tidak Beroperasi

Jokowi Dapat Laporan 2.188 Badan Usaha Milik Desa Tidak Beroperasi

Nasional
SBY Akan Pidato Refleksi Akhir Tahun, Pastikan Sikap Politik Demokrat?

SBY Akan Pidato Refleksi Akhir Tahun, Pastikan Sikap Politik Demokrat?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X