Satu Panggung Debat, Anies Baswedan Kritik Pengunduran Diri Gita sebagai Menteri Perdagangan

Kompas.com - 06/02/2014, 06:32 WIB
Anies Rasyid Baswedan dalam sesi wawancara saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Rabu (29/1/2014). Anies Rasyid Baswedan merupakan salah satu peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Anies Rasyid Baswedan dalam sesi wawancara saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Rabu (29/1/2014). Anies Rasyid Baswedan merupakan salah satu peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANDUNG, KOMPAS.com — Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengkritik Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang pernah muncul di iklan Kementerian Perdagangan menjelang tahun politik. Kritik itu disampaikan Anies di panggung debat Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/2/2014) malam.

Semula, Anies menyampaikan tidak sependapat dengan keputusan Gita mengundurkan diri dari posisi Menteri Perdagangan. Menurut dia, yang juga menjadi peserta konvensi sebagaimana Gita, tak akan ada konflik kepentingan antara konvensi dan jabatan menteri tersebut seandainya Gita tak pernah muncul menjadi model iklan Kementerian Perdagangan.

“Memang saya sedikit beda pendapat soal pengunduran itu. Menurut saya, tidak ada conflict of interest sebetulnya, jika saja Pak Menteri tidak menjadi iklan dari Departemen Perdagangan,” kata Anies. Justru iklan itu, ujar dia, yang sebetulnya memicu persepsi ada konflik kepentingan bagi Gita.

“Karena modelnya adalah menterinya, maka muncul persepsi conflict of interest. Sebetulnya tidak perlu jika itu tidak terjadi. Ini menjadi proses pembelajaran kita semua,” imbuh Anies. Dalam ajang itu, Anies sebelumnya juga sudah menyatakan bahwa seharusnya kepentingan negara harus menjadi nomor satu ketimbang kepentingan pribadi.

Meski melontarkan kritik untuk Gita, Anies mengatakan bahwa pertemanan di antara mereka tetap akan berlanjut. “Ide boleh berseberangan, tapi persahabatan jalan terus. Saya dan Pak Gita berbeda pandangan, misalnya, tapi pertemanan kami jalan terus. Itu yang harus kita teruskan di sini," kata dia.

Menanggapi kritik Anies, Gita yang berada satu panggung dengan Anies pun memberikan penjelasan berdasarkan sudut pandangnya. Dia menyampaikan lagi keinginannya untuk fokus pada konvensi ini. Menurut Gita, kalau dengan memenangi konvensi lalu dapat menjadi presiden, maka ia bisa menjalankan tugas yang lebih mulia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gita mengajukan pengunduran diri dari posisi Menteri Perdagangan hingga tiga kali. Setelah dua permohonan pertama tidak dikabulkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, permohonan ketiga mendapatkan jawaban dari Presiden, yang mempersilakannya mundur dari Kabinet Indonesia Bersatu II. Pengunduran dirinya efektif per 31 Januari 2014.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: 177 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang NTT, 45 Masih Hilang

UPDATE: 177 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang NTT, 45 Masih Hilang

Nasional
Elektabilitas AHY Unggul Dibanding Prabowo Versi Survei, Demokrat Tak Ingin Berpuas Diri

Elektabilitas AHY Unggul Dibanding Prabowo Versi Survei, Demokrat Tak Ingin Berpuas Diri

Nasional
Sebelum Wafat, Daniel Dhakidae Ingin Buat Majalah Prisma Edisi 50 Tahun

Sebelum Wafat, Daniel Dhakidae Ingin Buat Majalah Prisma Edisi 50 Tahun

Nasional
BNPB: 2.848 Unit Rumah dan 179 Unit Fasilitas Umum Rusak Akibat Gempa di Malang

BNPB: 2.848 Unit Rumah dan 179 Unit Fasilitas Umum Rusak Akibat Gempa di Malang

Nasional
Jokowi: Indonesia Wilayah Ring of Fire, Aktivitas Alam Dapat Terjadi Kapan Saja

Jokowi: Indonesia Wilayah Ring of Fire, Aktivitas Alam Dapat Terjadi Kapan Saja

Nasional
UPDATE 11 April: 4.127 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, DKI Jakarta Capai 1.031 Orang

UPDATE 11 April: 4.127 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, DKI Jakarta Capai 1.031 Orang

Nasional
Jokowi Instruksikan Jajarannya Lakukan Langkah Tanggap Darurat Evakuasi Korban Gempa di Malang

Jokowi Instruksikan Jajarannya Lakukan Langkah Tanggap Darurat Evakuasi Korban Gempa di Malang

Nasional
UPDATE 11 April: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 58.965 Orang

UPDATE 11 April: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 58.965 Orang

Nasional
UPDATE 11 April: Ada 109.958 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

UPDATE 11 April: Ada 109.958 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

Nasional
UPDATE 11 April: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 13.365.972

UPDATE 11 April: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 13.365.972

Nasional
UPDATE 11 April: 5.096.252 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 10.037.754 Dosis Pertama

UPDATE 11 April: 5.096.252 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 10.037.754 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 11 April : Bertambah 87, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 42.530 Orang

UPDATE 11 April : Bertambah 87, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 42.530 Orang

Nasional
UPDATE 11 April: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.414.507

UPDATE 11 April: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.414.507

Nasional
UPDATE 11 April 2021: Bertambah 4.127 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.566.995

UPDATE 11 April 2021: Bertambah 4.127 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.566.995

Nasional
Kemensetneg Ajak Publik Sampaikan Aspirasi Soal Pengembangan dan Pengelolaan TMII

Kemensetneg Ajak Publik Sampaikan Aspirasi Soal Pengembangan dan Pengelolaan TMII

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X