Kompas.com - 27/01/2014, 18:36 WIB
Tersangka Tubagus Chaeri Wardana meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta seusai menjalani pemeriksaan, Kamis (3/10/2013). Suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmy Diamy tersebut tertangkap tangan KPK dalam kasus dugaan suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar terkait sengketa Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Lebak, Banten. KOMPAS/LUCKY PRANSISKATersangka Tubagus Chaeri Wardana meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta seusai menjalani pemeriksaan, Kamis (3/10/2013). Suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmy Diamy tersebut tertangkap tangan KPK dalam kasus dugaan suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar terkait sengketa Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Lebak, Banten.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah kediaman adik Gubernur Banten Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Kuningan Timur, Jakarta, Senin (27/1/2014). Tak seperti penggeledahan Oktober 2013 lalu, kali ini sudah tidak terlihat belasan mobil yang terparkir di garasi rumah Wawan.

M Husin, seorang petugas keamanan kompleks perumahan kementerian tersebut, mengatakan, ia hanya melihat sebuah mobil hitam. "Tadi enggak ada satu pun mobil yang waktu itu. Cuma ada satu mobil yang biasa dipakai sehari-hari," kata Husin.

Pada penggeledahan pertama dan kedua ini, Husin diajak penyidik KPK memasuki rumah Wawan. Menurut Husin, ada dua garasi di rumah suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu. Kedua garasi itu pun kini kosong. 

"Dulu (penggeledahan pertama), kan garasinya penuh mobil. Tapi, saya juga enggak tahu kapan mobilnya dikeluarkan dari rumah," katanya.

Meskipun mobil mewah itu sudah tidak ada, Husin melihat motor Harley Davidson di dalam rumah itu. Rumah Wawan hanya dihuni oleh penjaga rumahnya.

Seperti diberitakan, pada penggeledahan Oktober lalu, terdapat 11 mobil terparkir di garasi rumah Wawan. Mobil tersebut adalah Toyota Kijang Innova berwarna hitam bernomor polisi B 1558 RSY, Bentley hitam B 888 GIF, dua unit Ferarri warna merah dengan pelat nomor B 888 CNW dan B 888 GES, Nissan GTR putih, dan Lamborghini Gallardo putih B 888 WHN. 

Selain itu, ada pula Toyota Camry hitam, sedan Lexus hitam, Rol Royce hitam B 888 CHW, Toyota Land Cruiser hitam B 888 TCW, dan Toyota Land Cruiser Prado hitam 1978 RFR. 

Selain belasan mobil mewah, di salah satu sudut ruangan garasi itu juga terparkir sebuah motor Harley Davidson Sport silver B 3484 NWW. 

Saat itu, penggeledahan KPK terkait kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Banten, yang menjerat Wawan. KPK juga tidak menyita mobil-mobil tersebut.

Adapun penggeledahan kali ini terkait kasus dugaan pencucian uang yang belakangan juga menjerat Wawan. Berdasarkan hasil penelusuran, KPK menemukan aset Wawan berada di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Bali. Aset tersebut di antaranya berupa rumah, tanah, dan mobil.

Untuk diketahui, Wawan juga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan dan Provinsi Banten.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Dinilai Tak Mau Tarik 'Rem Darurat' Menangani Penyebaran Omicron

Pemerintah Dinilai Tak Mau Tarik "Rem Darurat" Menangani Penyebaran Omicron

Nasional
Pemerintah Diminta Perhatikan Keterwakilan Perempuan Saat Tunjuk Penjabat Kepala Daerah

Pemerintah Diminta Perhatikan Keterwakilan Perempuan Saat Tunjuk Penjabat Kepala Daerah

Nasional
Eks Dirjen Kemendagri Diberi Wewenang Kelola Peminjaman Dana PEN, tapi Minta 'Upah' 3 Persen

Eks Dirjen Kemendagri Diberi Wewenang Kelola Peminjaman Dana PEN, tapi Minta "Upah" 3 Persen

Nasional
Komando Operasi Udara Nasional Resmi Beroperasi

Komando Operasi Udara Nasional Resmi Beroperasi

Nasional
Bisa Atur Pinjaman Dana PEN, Eks Dirjen Kemendagri Diduga Tak Hanya Terima Uang dari Kolaka Timur

Bisa Atur Pinjaman Dana PEN, Eks Dirjen Kemendagri Diduga Tak Hanya Terima Uang dari Kolaka Timur

Nasional
Menkes Dorong Daerah Percepat Vaksinasi Lansia

Menkes Dorong Daerah Percepat Vaksinasi Lansia

Nasional
Jampidsus: Buronan Kita Ada 247, Kasus Korupsi hingga Pajak dan Pabean

Jampidsus: Buronan Kita Ada 247, Kasus Korupsi hingga Pajak dan Pabean

Nasional
Waspadai Lonjakan Covid-19, Keterisian Tempat Tidur RS Mulai Meningkat

Waspadai Lonjakan Covid-19, Keterisian Tempat Tidur RS Mulai Meningkat

Nasional
Menkes: BOR RS Covid-19 di Jakarta Saat Ini Berbasis Kapasitas Terpasang, Bukan Kapasitas Maksimal

Menkes: BOR RS Covid-19 di Jakarta Saat Ini Berbasis Kapasitas Terpasang, Bukan Kapasitas Maksimal

Nasional
Batuk dan Nyeri Tenggorokan Gejala Khas Varian Omicron

Batuk dan Nyeri Tenggorokan Gejala Khas Varian Omicron

Nasional
KPK: Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Akan Kembalikan Uang Rp 647 Juta Terkait Kasus Pejabat Ditjen Pajak

KPK: Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Akan Kembalikan Uang Rp 647 Juta Terkait Kasus Pejabat Ditjen Pajak

Nasional
Tanggapi Kritik Pelaksanaan PTM, Menkes: Belum Ada Anak-anak Dirawat di RS

Tanggapi Kritik Pelaksanaan PTM, Menkes: Belum Ada Anak-anak Dirawat di RS

Nasional
Ketika PDI-P Pertimbangkan Ahok, Bukan Risma, Jadi Kepala Otorita IKN

Ketika PDI-P Pertimbangkan Ahok, Bukan Risma, Jadi Kepala Otorita IKN

Nasional
Menkes: Orang Indonesia Lebih Rajin Pakai Masker Dibanding Warga AS dan Eropa

Menkes: Orang Indonesia Lebih Rajin Pakai Masker Dibanding Warga AS dan Eropa

Nasional
Jokowi Harapkan Kontribusi B20 dalam Percepatan Transformasi Menuju Energi Hijau

Jokowi Harapkan Kontribusi B20 dalam Percepatan Transformasi Menuju Energi Hijau

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.