Kompas.com - 21/01/2014, 12:23 WIB
Kendaraan melintas di tengah banjir di jalan KH Abdullah Syafei, Jakarta, Senin (20/1/2014). Banjir diakibatkan oleh meluapnya debit air Sungai Ciliwung karena hujan yang melanda Jakarta dan sekitarnya.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Kendaraan melintas di tengah banjir di jalan KH Abdullah Syafei, Jakarta, Senin (20/1/2014). Banjir diakibatkan oleh meluapnya debit air Sungai Ciliwung karena hujan yang melanda Jakarta dan sekitarnya.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan membela Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang tengah menjadi sorotan karena banjir yang melanda Ibu Kota. Ada desakan agar Jokowi meminta maaf karena belum berhasil mengatasi persoalan banjir. 

Politisi senior PDI-P Hendrawan Supratikno menilai, desakan minta maaf itu sangat politis. Menurut dia, Jokowi lebih baik menunjukkan kerja kerasnya.

"Kalau pernyataan minta maaf itu sarat muatan politik. Minta maaf ini konteks banjir adalah sebagai pengakuan kegagalan. Jokowi tidak perlu tanggapi, kerja keras saja," ujar Hendrawan di Kompleks Parlemen, Selasa (21/1/2014).

Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau banjir di Kampung Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (18/1/2014).
Ia yakin, kerja keras Jokowi akan terlihat nyata daripada menanggapi serangan politik terhadapnya. Menurut Hendrawan, sikap Jokowi saat ini  sudah tepat dengan mengakui dirinya belum bisa menuntaskan banjir dalam 1,5 tahun ini.

"Artinya, ini masalah bersama. Jangan saling menyalahkan. Memangnya Jokowi Superman?" ungkap anggota Komisi VI DPR ini.

Lebih lanjut, Hendrawan meminta agar Jokowi menerima serangan-serangan ini yang ditujukan kepadanya dan tetap rendah hati. "Banjir ini mengingatkan kepada Jokowi untuk tetap rendah hati, masyarakat bangsa ini demikian kompleks," katanya.

Sebelumnya, sejumlah pernyataan yang menyudutkan kinerja Jokowi disampaikan sejumlah politisi. Di antaranya, politisi Demokrat Ruhut Sitompul, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais, dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ruhut Sitompul menilai aksi blusukan Jokowi sia-sia karena tak membawa perubahan apa pun. Sementara, Amien meminta Jokowi untuk meminta maaf kepada warga Jakarta karena belum bisa menuntaskan masalah banjir. Meski Amien mengakui Jokowi telah berbuat dalam langkah-langkah mengatasi banjir, tapi hal itu tidak cukup.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendagri: Realisasi Anggaran Daerah Tiap Akhir Tahun Cenderung Meningkat Signifikan

Kemendagri: Realisasi Anggaran Daerah Tiap Akhir Tahun Cenderung Meningkat Signifikan

Nasional
Jembatan Lumajang-Malang Putus akibat Erupsi Semeru, PUPR: Pasti Akan Rebuilding

Jembatan Lumajang-Malang Putus akibat Erupsi Semeru, PUPR: Pasti Akan Rebuilding

Nasional
Prabowo Sampaikan Apresiasi ke Pekerja Galangan yang Berhasil Membuat Kapal Cepat Rudal

Prabowo Sampaikan Apresiasi ke Pekerja Galangan yang Berhasil Membuat Kapal Cepat Rudal

Nasional
Warga Karo Berikan 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi

Warga Karo Berikan 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi

Nasional
Baleg DPR Tetapkan 40 RUU Prolegnas Prioritas 2022, Ini Daftarnya

Baleg DPR Tetapkan 40 RUU Prolegnas Prioritas 2022, Ini Daftarnya

Nasional
KPK Tak Ajukan Banding atas Vonis 5 Tahun Penjara terhadap Nurdin Abdullah

KPK Tak Ajukan Banding atas Vonis 5 Tahun Penjara terhadap Nurdin Abdullah

Nasional
Besok, Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Semeru dan Berikan Bantuan kepada Korban

Besok, Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Semeru dan Berikan Bantuan kepada Korban

Nasional
Bertemu Kardinal Ignatius Suharyo, Moeldoko Sampaikan Kebijakan Pemerintah soal Natal

Bertemu Kardinal Ignatius Suharyo, Moeldoko Sampaikan Kebijakan Pemerintah soal Natal

Nasional
Panglima TNI Tambah Alat Berat untuk Bantu BNPB Tangani Dampak Erupsi Semeru

Panglima TNI Tambah Alat Berat untuk Bantu BNPB Tangani Dampak Erupsi Semeru

Nasional
Polri dan Kepolisian Selandia Baru Tanda Tangan Kerja Sama Cegah dan Berantas Kejahatan Transnasional

Polri dan Kepolisian Selandia Baru Tanda Tangan Kerja Sama Cegah dan Berantas Kejahatan Transnasional

Nasional
UPDATE: Korban Jiwa akibat Erupsi Semeru Kini 22 Orang, 27 Orang Hilang

UPDATE: Korban Jiwa akibat Erupsi Semeru Kini 22 Orang, 27 Orang Hilang

Nasional
20 Juta Lebih Remaja Sudah Divaksinasi Dosis Pertama, Menkominfo: Jangan Pilih-pilih Vaksin

20 Juta Lebih Remaja Sudah Divaksinasi Dosis Pertama, Menkominfo: Jangan Pilih-pilih Vaksin

Nasional
Libur Nataru, Menko Airlangga Minta Kegiatan Masyarakat di Ruang Publik Dibatasi

Libur Nataru, Menko Airlangga Minta Kegiatan Masyarakat di Ruang Publik Dibatasi

Nasional
11 Poin Perubahan dalam RUU Kejaksaan, dari Syarat Usia Jadi Jaksa hingga Penambahan Wewenang

11 Poin Perubahan dalam RUU Kejaksaan, dari Syarat Usia Jadi Jaksa hingga Penambahan Wewenang

Nasional
UPDATE 6 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 47,67 Persen dari Target Herd Immunity

UPDATE 6 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 47,67 Persen dari Target Herd Immunity

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.