Jika Jadi Presiden, Irman Ingin Pindahkan Ibu Kota ke Palangkaraya

Kompas.com - 15/01/2014, 13:20 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman mengikuti Sidang Paripurna DPD RI di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (17/12/2010). KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman mengikuti Sidang Paripurna DPD RI di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (17/12/2010). KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Kandidat calon presiden Partai Demokrat Irman Gusman menilai DKI Jakarta sudah tidak tepat untuk terus dijadikan Ibu Kota Indonesia. Irman berjanji, jika terpilih menjadi presiden dalam Pemilu Presiden 2014 mendatang, dia akan mendorong pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Hal tersebut disampaikan Irman dalam Seri Kuliah Umum Kandidat Presiden 2014 Soegeng Sarjadi Syndicate di Jakarta, Rabu (15/1/2014). Hadir dalam acara tersebut pengamat politik J Kristiadi, Wartawan Senior Kompas Budiarto Shambazy dan Wartawan Senior Tempo Bambang Harimurti.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah itu menjelaskan, ide pemindahan ibu kota ke Palangkaraya sudah disampaikan oleh sang proklamator Bung Karno sejak puluhan tahun lalu. Namun, ide itu belum direalisasikan.

"Kalau saya terpilih jadi presiden 2014, saya yang akan merealisasikan itu. Saya akan pindahkan Ibu kota ke Palangkaraya," kata Irman.

Selain untuk mengatasi kepadatan Jakarta, pemindahan ibu kota, menurutnya, juga memiliki tujuan lain. Paling utama, yakni untuk meratakan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, pembangunan yang dikembangkan selama ini hanya berfokus di Pulau Jawa. Padahal, Indonesia adalah suatu kesatuan yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke.

"Jadi selama ini pembangunan sudah mengalami kesenjangan," katanya.

Meski demikian, Irman menyadari memindahkan ibu kota bukan perkara yang mudah. Menurutnya, butuh waktu yang panjang untuk mewujudkan hal itu. Dia menargetkan, pemindahan ibu kota akan terwujud pada tahun 2045, tepat seratus tahun kemerdekaan indonesia.

"Memang tidak bisa langsung, harus ada perencanaan. Pelan-pelan tapi kalau saya jadi Presiden, saya yakin itu bisa terwujud," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X