Nasdem, Gebrakan Partai Baru

Kompas.com - 13/01/2014, 13:17 WIB
Ilustrasi KOMPAS/ALIF ICHWANIlustrasi
EditorSandro Gatra
KOMPAS.com - Lebih dari 3.000 orang berkumpul di lapangan Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjelang akhir tahun 2013. Dengan antusias, mereka mengikuti acara yang digelar Partai Nasdem yang menghadirkan ketua umum partai itu, Surya Paloh, dan para tokoh Nasdem setempat.

Seusai mengikuti acara pelantikan pengurus Nasdem tingkat kecamatan dan desa itu, warga tetap bertahan di lapangan untuk menikmati hiburan musik dangdut walau gerimis mulai turun.

”Kalau massa bayaran, selesai acara pasti bubar. Namun, mereka masih bertahan walau acara sudah lama selesai. Tidak ada wajah terburu-buru pulang,” kata Surya Paloh yang dalam dua tahun terakhir rajin berkunjung ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Nasdem, salah satu partai baru di Pemilu 2014, ada di urutan kelima dalam survei Litbang Kompas yang disajikan (7/1) dengan dukungan 6,9 persen atau hanya terpaut 0,01 persen dari Partai Demokrat yang menjadi pemenang Pemilu 2009.

Partai Nasdem mengklaim sebagai partai modern dengan komitmen menjaga keutuhan Indonesia dalam keberagaman sebagai harga mati. ”Kami menolak istilah mayoritas dan minoritas karena itu berarti Indonesia tidak setara,” kata Surya Paloh sembari mengungkapkan optimismenya, angka dukungan untuk Partai Nasdem masih akan bertambah menjelang dan saat Pemilu Legislatif, April 2014.

Sebagai partai politik modern, kata Surya Paloh, Nasdem harus meninggalkan cara-cara konvensional dan transaksional. Para calon anggota legislatif partai itu tidak dipungut biaya sepeser pun. Partai malah menyiapkan logistik untuk kampanye para calegnya. Logistik itu bukan dalam bentuk uang, melainkan sarana kampanye bagi para kandidat.

”Silakan cek, partai mana yang memiliki pengurus sampai 85 persen di tingkat desa di seluruh Indonesia. Partai Nasdem juga hadir di desa-desa perbatasan yang selama ini tidak disentuh. Kami hadir hingga Pulau Marore yang berbatasan dengan perairan Filipina untuk menjaga komitmen keindonesiaan. Di daerah perbatasan lain di Indonesia juga dibentuk pengurus Partai Nasdem,” kata Surya Paloh.

Ruang komando Nasdem di Gondangdia, Jakarta Pusat, yang dioperasikan puluhan administrator teknologi informasi dan petugas pemutakhiran data menjadi sarana untuk mengukur kinerja mesin politik partai.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem Enggartiasto Lukita menerangkan layar-layar monitor di ruang komando itu dapat menampilkan jumlah kader, anggota inti, dan kinerja partai hingga tingkat kecamatan dan desa secara real time.

”Kami bisa tahu kuat di mana dan lemah di mana,” ujar Enggartiasto. Hingga Sabtu (11/1), jumlah kader Nasdem di seluruh Indonesia sudah melampaui 14,2 juta orang.

Pelangi Indonesia

Keberagaman sebagai Pelangi Indonesia menjadi ciri khas Partai Nasdem yang ditampilkan dalam sosok para calegnya yang umumnya berusia muda dan tokoh dari berbagai bidang. Ketokohan dan profesionalitas para caleg tersebut menjadi daya
tarik untuk meraih dukungan masyarakat yang mulai apatis terhadap politik dan partai politik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kukuh Ingin Bentuk Pansus Jiwasraya, Demokrat: Kami Ingin Bongkar

Kukuh Ingin Bentuk Pansus Jiwasraya, Demokrat: Kami Ingin Bongkar

Nasional
Kejagung Sita Perhiasan dan Jam Tangan Tersangka Kasus Jiwasraya

Kejagung Sita Perhiasan dan Jam Tangan Tersangka Kasus Jiwasraya

Nasional
Migrant Care: 8 Perempuan WNI Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia

Migrant Care: 8 Perempuan WNI Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia

Nasional
Firli Ditantang BW Ramu Strategi Antikorupsi, KPK: Kita Buktikan dengan Kerja

Firli Ditantang BW Ramu Strategi Antikorupsi, KPK: Kita Buktikan dengan Kerja

Nasional
Jimly Asshiddiqie Minta Pendemo Tak Anti Omnibus Law, tetapi Pantau Isinya

Jimly Asshiddiqie Minta Pendemo Tak Anti Omnibus Law, tetapi Pantau Isinya

Nasional
Pelajar Bunuh Begal, Kejagung Sebut Jaksa Tak Bisa Buktikan Pasal Pembunuhan Berencana

Pelajar Bunuh Begal, Kejagung Sebut Jaksa Tak Bisa Buktikan Pasal Pembunuhan Berencana

Nasional
Wakil Komisi III: Kami Tolak Semua Calon Hakim Agung jika Tak Layak

Wakil Komisi III: Kami Tolak Semua Calon Hakim Agung jika Tak Layak

Nasional
Dugaan Keterlibatan Eks Menag, KPK Pelajari Putusan Sidang Romahurmuziy

Dugaan Keterlibatan Eks Menag, KPK Pelajari Putusan Sidang Romahurmuziy

Nasional
Kuasa Hukum Sebut Heru Hidayat Tak Sembunyikan Aset di Luar Negeri

Kuasa Hukum Sebut Heru Hidayat Tak Sembunyikan Aset di Luar Negeri

Nasional
KPK Dalami Aliran Suap Harun Masiku ke Wahyu Setiawan

KPK Dalami Aliran Suap Harun Masiku ke Wahyu Setiawan

Nasional
Bupati Lebak Libatkan Badan Geologi untuk Relokasi Warga

Bupati Lebak Libatkan Badan Geologi untuk Relokasi Warga

Nasional
Respons Puan Maharani soal Tantangan Jokowi Rampungkan Omnibus Law dalam 100 Hari

Respons Puan Maharani soal Tantangan Jokowi Rampungkan Omnibus Law dalam 100 Hari

Nasional
Bupati Lebak Masih Tunggu Kajian Badan Geologi untuk Relokasi Korban Banjir Bandang

Bupati Lebak Masih Tunggu Kajian Badan Geologi untuk Relokasi Korban Banjir Bandang

Nasional
KPK: Seluruh Menteri dan Wamen yang Baru Sudah Setor LHKPN

KPK: Seluruh Menteri dan Wamen yang Baru Sudah Setor LHKPN

Nasional
Kuasa Hukum Tersangka Kasus Jiwasraya Belum Berencana Ajukan Praperadilan

Kuasa Hukum Tersangka Kasus Jiwasraya Belum Berencana Ajukan Praperadilan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X