Rhoma: Naif jika PKB Main-main Sama Saya

Kompas.com - 11/01/2014, 18:31 WIB
Pedangdut Rhoma Irama (kanan) berbicara dalam acara peresmian posko Rhoma Irama for Republik Indonesia (Riforri), Jakarta, Sabtu (14/12/2013). KOMPAS.COM/SANDRO GATRAPedangdut Rhoma Irama (kanan) berbicara dalam acara peresmian posko Rhoma Irama for Republik Indonesia (Riforri), Jakarta, Sabtu (14/12/2013).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Pedangdut Rhoma Irama menilai bahwa Partai Kebangkitan Bangsa tidak akan main-main dengan rencana mencalonkannya sebagai presiden dalam Pemilihan Umum 2014. Meski demikian, kepastian tentang calon presiden dari PKB baru akan ditentukan setelah pemilihan anggota legislatif.

Sejumlah kalangan menilai wacana pencalonan Rhoma sebagai presiden hanya untuk mendulang suara PKB dalam pemilu. Menanggapi hal tersebut, Rhoma menyatakan bahwa sejak awal PKB telah membuat komitmen dengan tim suksesnya untuk mencalonkannya sebagai presiden. Untuk itu, ia tak memiliki prasangka negatif sama sekali.

"Saya rasa selalu naif jika PKB main-main dengan Rhoma. Komitmen ini kita lakukan antara DPP PKB dengan tim Rhoma," kata Rhoma di Sekretariat Riforri, Jalan Dewi Sartika Raya, Jakarta Timur, Sabtu (11/1/2014).

Selain Rhoma, ada dua tokoh lain yang didukung internal PKB sebagai bakal capres, yakni Jusuf Kalla dan Mahfud MD. Kepastian pemilihan bakal capres itu tergantung pada hasil pemilihan legislatif (pileg) pada April 2014 di mana ada syarat ambang batas pengusungan capres-cawapres.

Terkait calon pasangannya, Rhoma mengatakan, masih menunggu hasil perolehan suara PKB saat pileg nanti. Jawaban yang sama jika ternyata PKB akhirnya mengajukan Rhoma sebagai calon wakil presiden. "Kita lihat pileg nanti," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Minta Kartu Pra Kerja Diprioritaskan bagi Korban PHK Akibat Covid-19

Jokowi Minta Kartu Pra Kerja Diprioritaskan bagi Korban PHK Akibat Covid-19

Nasional
Gerindra Minta Riza Patria Segera Bantu Anies Tangani Covid-19

Gerindra Minta Riza Patria Segera Bantu Anies Tangani Covid-19

Nasional
DKI Jakarta Terapkan PSBB, Apa Saja yang Dibatasi?

DKI Jakarta Terapkan PSBB, Apa Saja yang Dibatasi?

Nasional
Pasien di RSD Covid-19 Wisma Atlet Berkurang 9 Orang

Pasien di RSD Covid-19 Wisma Atlet Berkurang 9 Orang

Nasional
PSBB Resmi Berlaku di Jakarta, Anggota Komisi IX DPR MInta 4 Hal Ini Diperhatikan

PSBB Resmi Berlaku di Jakarta, Anggota Komisi IX DPR MInta 4 Hal Ini Diperhatikan

Nasional
Jokowi: 3,7 Juta Keluarga di Jabodetabek Akan Dapat Bansos

Jokowi: 3,7 Juta Keluarga di Jabodetabek Akan Dapat Bansos

Nasional
Ketika Wakil Ketua Komisi III DPR Digantikan Loyalis Zulkifli Hasan

Ketika Wakil Ketua Komisi III DPR Digantikan Loyalis Zulkifli Hasan

Nasional
BNPB: Data Pasien Covid-19 yang Dikirim ke WHO Dilengkapi Usia dan Jenis Kelamin

BNPB: Data Pasien Covid-19 yang Dikirim ke WHO Dilengkapi Usia dan Jenis Kelamin

Nasional
KPK Panggil Seorang Jaksa sebagai Saksi Kasus Nurhadi

KPK Panggil Seorang Jaksa sebagai Saksi Kasus Nurhadi

Nasional
BNPB Sebut Data Covid-19 Antara Kemenkes dan Pemda Tak Sama Bukan Masalah

BNPB Sebut Data Covid-19 Antara Kemenkes dan Pemda Tak Sama Bukan Masalah

Nasional
Riza Patria Jadi Wagub DKI Jakarta, PKS: Ini Realitas Politik Nasional

Riza Patria Jadi Wagub DKI Jakarta, PKS: Ini Realitas Politik Nasional

Nasional
Atasi Covid-19, Menko PMK Sebut Pemerintah Tak Ingin Lepas Tangan

Atasi Covid-19, Menko PMK Sebut Pemerintah Tak Ingin Lepas Tangan

Nasional
Pulang dari Malaysia Lewat Jalur Tikus, 20 TKI Ilegal Diamankan di Sumatera Utara

Pulang dari Malaysia Lewat Jalur Tikus, 20 TKI Ilegal Diamankan di Sumatera Utara

Nasional
Gelombang PHK di Tengah Wabah Corona: 4 Faktor dan 7 Solusi Usulan KSPI

Gelombang PHK di Tengah Wabah Corona: 4 Faktor dan 7 Solusi Usulan KSPI

Nasional
Penjarakan Penghina Presiden Dianggap Kontradiktif dengan Upaya Pengosongan Penjara di Tengah Wabah Corona

Penjarakan Penghina Presiden Dianggap Kontradiktif dengan Upaya Pengosongan Penjara di Tengah Wabah Corona

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X