Kompas.com - 09/01/2014, 19:39 WIB
Sesama peserta konvensi Partai Demokrat Dahlan Iskan (kiri) berdiskusi bersama Anies Baswedan (kanan) dan tokoh nasional lainnya di Studio Orange Kompas TV, Jakarta, Rabu (30/10/2013). TRIBUN / DANY PERMANASesama peserta konvensi Partai Demokrat Dahlan Iskan (kiri) berdiskusi bersama Anies Baswedan (kanan) dan tokoh nasional lainnya di Studio Orange Kompas TV, Jakarta, Rabu (30/10/2013).
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan, menyatakan optimistis untuk memenangi ajang konvensi. Menurut Anies, rendahnya elektabilitas para peserta konvensi, termasuk dirinya, disebabkan sampai saat ini belum resmi dicalonkan oleh partai.

"Insya Allah akan menang," katanya saat ditanya panelis tentang rencananya jika gagal dalam konvensi, di Kantor Sekretariat Komite Konvensi Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (9/1/2014).

Untuk terus meningkatkan elektabilitasnya, Anies mengatakan, dirinya akan mengerahkan sekitar 10.000 relawan yang mendukung dirinya sebagai peserta konvensi. Mereka, kata Anies, akan menyosialisasikan gagasan dan reputasi Anies kepada masyarakat.

"Di antara peserta konvensi, (elektabilitas saya) not bad-lah. Nanti pasti berubah," imbuhnya.

Ia pun mengatakan, dirinya selalu siap menjalani pemimpin bangsa. Dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang kental dengan nuansa pergerakan, Anies mengatakan, kakeknya, Abdul Rahman Baswedan, adalah salah satu pejuang yang ikut mendirikan republik.

"Saya mau mengembalikan itu (harga diri dan integritas keluarga). Ini adalah tanggung jawab moral kepada orang-orang yang mendirikan republik. Panggilan apa pun dari republik, (saya) siap menjalaninya," ucapnya.

Selain siap menang, Rektor Universitas Paramadina itu juga tak masalah jika dirinya gagal dalam konvensi itu. Apabila gagal, kata dia, setidaknya dia sudah menorehkan sejarah bahwa ia berani terjun ke dunia politik di mana apatisme publik terhadap politik sangat tinggi.

"Dan dengan anak-anak muda yang percaya dengan ide dan gagasan saya dan mengatakan saya tidak dibayar," tandasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjanjian Ekstradisi Diteken, Koruptor hingga Teroris Tak Lagi Bisa Bersembunyi di Singapura

Perjanjian Ekstradisi Diteken, Koruptor hingga Teroris Tak Lagi Bisa Bersembunyi di Singapura

Nasional
Jokowi: Kita Harapkan Vaksinasi Booster Mencegah Penyebaran Varian Omicron

Jokowi: Kita Harapkan Vaksinasi Booster Mencegah Penyebaran Varian Omicron

Nasional
Ma'ruf Amin Sebut MUI Ujung Tombak Indonesia Jadi Pusat Industri Halal

Ma'ruf Amin Sebut MUI Ujung Tombak Indonesia Jadi Pusat Industri Halal

Nasional
Berhasil Diambil Alih di Era Jokowi, Begini Awal Mula Ruang Udara RI Dikuasai Singapura

Berhasil Diambil Alih di Era Jokowi, Begini Awal Mula Ruang Udara RI Dikuasai Singapura

Nasional
Pernyataan Bupati Langkat Soal Kerangkeng untuk Rehabilitasi Dimentahkan BNN

Pernyataan Bupati Langkat Soal Kerangkeng untuk Rehabilitasi Dimentahkan BNN

Nasional
Sejarah FIR Indonesia Dikuasai Singapura sejak Era Kemerdekaan dan Kini Diambil Alih

Sejarah FIR Indonesia Dikuasai Singapura sejak Era Kemerdekaan dan Kini Diambil Alih

Nasional
Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Nasional
Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Nasional
PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

Nasional
KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Nasional
V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

Nasional
KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

Nasional
Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Nasional
KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

Nasional
Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.