Kapolri: Tak Ada Mutasi Selama Pemilu

Kompas.com - 07/01/2014, 20:31 WIB
Kapolri Jenderal Pol Sutarman berdialog dengan jurnalis dalam acara siaran pers akhir tahun 2013 di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (27/12/2013). Dalam acara tersebut Kapolri memaparkan kinerja Polri pada tahun 2013, khususnya yang berkaitan dengan kasus terorisme, narkoba, korupsi dan pengawasan internal Polri. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Kapolri Jenderal Pol Sutarman berdialog dengan jurnalis dalam acara siaran pers akhir tahun 2013 di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (27/12/2013). Dalam acara tersebut Kapolri memaparkan kinerja Polri pada tahun 2013, khususnya yang berkaitan dengan kasus terorisme, narkoba, korupsi dan pengawasan internal Polri. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian Republik Indonesia dalam waktu dekat tidak akan melakukan mutasi terhadap anggota yang berdinas di daerah. Penghentian mutasi sementara tersebut dilakukan hingga proses rangkaian Pemilu 2014 berakhir.

Hal tersebut dikatakan Sutarman usai membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Polri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Selasa (7/1/2014). Menurut Sutarman, jika terjadi mutasi anggota di daerah, dikhawatirkan justru akan mengganggu jalannya persiapan pemilu yang saat ini sedang berlangsung.

“Sebisa mungkin tidak dilakukan (mutasi),” kata Sutarman.

Untuk diketahui, Rapimnas Polri tersebut diikuti oleh kapolda se-Indonesa. Rapimnas tersebut merupakan salah satu bagian dari konsolidasi untuk menghadapi gelaran Pemilu 2014 yang akan berlangsung pada April 2014 mendatang.

Sutarman mengatakan, beberapa waktu lalu Polri telah membahas persoalan mutasi ini. Berdasarkan hasil rapat, batas waktu dilakukannya mutasi anggota yaitu hingga Februari 2014 mendatang.

Kendati telah menentukan batas waktu, Sutarman menambahkan, pihaknya membuat dua pengecualian terkait penghentian mutasi sementara tersebut. Pertama, jika ada anggota baik itu kapolda, kapolres, maupun kapolsek yang telah memasuki masa pensiun, maka proses mutasi akan tetap dilaksanakan.

Kedua, mutasi juga akan dilakukan bagi anggota yang terbukti melakukan kesalahan. “Kecuali mereka yang melakukan pelanggaran selama proses pemilu,” ujarnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X