Kompas.com - 26/12/2013, 21:57 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Budiman saat memebrikan keterangan pers kepada wartawan di Markas Kodam XVI Pattimura Ambon, Kamis (26/12/2013) petang. Kompas.com/ Rahman PattyKepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Budiman saat memebrikan keterangan pers kepada wartawan di Markas Kodam XVI Pattimura Ambon, Kamis (26/12/2013) petang.
|
EditorTri Wahono

AMBON,KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI, Jenderal Budiman menegaskan TNI khususnya Angkatan Darat akan tetap bersikap netral dalam menghadapi Pemilu 2014 mendatang.

"Untuk 2014 sudah sudah pasti kami TNI AD akan bersikap netral," ujar Budiman di sela-sela kunjungannya ke Makodam XVI Pattimura Ambon, Kamis (26/12/2013).

Dia menjelaskan, sejak pemilu secara langsung digelar, TNI selalu mengambil posisi netral. Langkah tersebut dilambil tak lain agar TNI mampu bekerja secara profesional untuk menjamin pemilu yang aman, lancar, jujur, dan adil.

"Kami sudah belajar dari dua kali pemilu langsung. Oleh sebab itu TNI AD akan bersikap netral dan kami akan menjamin pemilu yang aman lancar jujur dan adil," ungkapnya.

Terkait adanya sejumlah purnawirawan TNI yang akan maju sebagai presiden di 2014 nanti, Budiman kembali menegaskan jika TNI tetap akan mengambil poisisi netral dalam menghadapi dinamika sosial politik bangsa.

"Ternyata cara yang terbaik adalah kita harus netral. Hanya suatu kebodohan kalau kita tidak berlaku netral," ujar dia.

Dia pun mengakui jika keluarga TNI juga memiliki hak pilih dalam pemilu nanti. Namun demikian, TNI tentunya akan menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga TNI untuk menentukan pilihannya secara cerdas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Memang keluarga TNI juga memiliki hak memilih, tapi kita serahkan saja kepada keluarga masing-masing untuk memilih secara cerdas," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Sebut Munarman Pernah Ajak Peserta Seminar untuk Dukung ISIS

Jaksa Sebut Munarman Pernah Ajak Peserta Seminar untuk Dukung ISIS

Nasional
Lewat Sarana Komunikasi dan Informatika, Menkominfo Berupaya Bangun Imunitas Masyarakat

Lewat Sarana Komunikasi dan Informatika, Menkominfo Berupaya Bangun Imunitas Masyarakat

Nasional
Atur Aktivitas Masyarakat Selama Libur Nataru, Pemerintah Siapkan Imendagri

Atur Aktivitas Masyarakat Selama Libur Nataru, Pemerintah Siapkan Imendagri

Nasional
6 Negara Ini Lakukan Mitigasi Covid-19 Varian Omicron, Bagaimana dengan Indonesia?

6 Negara Ini Lakukan Mitigasi Covid-19 Varian Omicron, Bagaimana dengan Indonesia?

Nasional
Kontak Tembak dengan TNI di Yahukimo, Satu Orang Diduga Anggota KKB Tewas

Kontak Tembak dengan TNI di Yahukimo, Satu Orang Diduga Anggota KKB Tewas

Nasional
UPDATE 8 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,40 Persen

UPDATE 8 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,40 Persen

Nasional
Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, Sido Muncul Salurkan Produk Senilai Rp 210 Juta

Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, Sido Muncul Salurkan Produk Senilai Rp 210 Juta

BrandzView
Pemerintah Diharapkan Segera Kirim Surpres Pembahasan RUU TPKS

Pemerintah Diharapkan Segera Kirim Surpres Pembahasan RUU TPKS

Nasional
Kementerian PPPA: Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Paling Banyak Kekerasan Seksual

Kementerian PPPA: Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Paling Banyak Kekerasan Seksual

Nasional
Dua Tahun Dikhawatirkan Terlalu Cepat untuk Perbaikan UU Cipta Kerja

Dua Tahun Dikhawatirkan Terlalu Cepat untuk Perbaikan UU Cipta Kerja

Nasional
Tindak Lanjuti Laporan soal Fadli Zon, MKD Bakal Gelar Rapat Pleno

Tindak Lanjuti Laporan soal Fadli Zon, MKD Bakal Gelar Rapat Pleno

Nasional
UPDATE 8 Desember: 378.197 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 0,09 Persen

UPDATE 8 Desember: 378.197 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 0,09 Persen

Nasional
UPDATE 8 Desember: Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jabar

UPDATE 8 Desember: Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jabar

Nasional
Eijkman: Belum Ada Laboratorium WGS yang Laporkan Varian Omicron

Eijkman: Belum Ada Laboratorium WGS yang Laporkan Varian Omicron

Nasional
KSP: 4 Orang di Kabupaten Bekasi Terinfeksi Varian Delta, Bukan Omicron

KSP: 4 Orang di Kabupaten Bekasi Terinfeksi Varian Delta, Bukan Omicron

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.