Kompas.com - 26/12/2013, 20:51 WIB
Sesama peserta konvensi Partai Demokrat Dahlan Iskan (kiri) berdiskusi bersama Anies Baswedan (kanan) dan tokoh nasional lainnya di Studio Orange Kompas TV, Jakarta, Rabu (30/10/2013). TRIBUN / DANY PERMANASesama peserta konvensi Partai Demokrat Dahlan Iskan (kiri) berdiskusi bersama Anies Baswedan (kanan) dan tokoh nasional lainnya di Studio Orange Kompas TV, Jakarta, Rabu (30/10/2013).
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com – Popularitas peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan dinilai masih kalah dengan para pesaingnnya. Anies baru dikenal oleh kalangan masyarakat menegah ke atas, yang terdidik. Anies belum masuk ke kalangan bawah yang menjadi basis massa besar di Indonesia.

“Anies belum banyak dikenal masyarakat di level bawah, ini adalah fakta,” ujar Direktur Political Communication Institute Heri Budianto di Jakarta, Kamis (26/12/2013).

Heri menilai langkah Anies dengan melakukan tur keliling pulau Jawa hanyalah sebatas sosialisasi. Dia menilai Anies membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa diketahui oleh kalangan lebih luas. “Harus ada magnet besar yang menjadikan Anies kemudian disorot banyak orang dan media massa. Saya melihat langkah awal ini tepat, namun kalau bicara efektifitas tentu ini belum efektif," kata Heri.

Menurut Heri, selama ini orang hanya mengenal Anies sebagai akademisi. Karenanya untuk mendekatkan diri ke masyarakat, Anies diyakini perlu waktu panjang dan berat. Namun, Heri melihat Anies termasuk salah satu peserta konvensi yang punya kans untuk menang.

"Kalau kita lihat dari visi-misi membawa Indonesia ke depan, Anies punya kans. Tetapi itu (visi dan misi) masih disampaikan Anies dengan bahasa berat dan akademis. Tentu bahasa itu tidak mudah dipahami oleh masyarakat. Tantangan terberat Anies adalah lebih membumi dan bisa berkomunikasi dengan bahasa rakyat,” ucap Heri.

Sepanjang perjalanan Anies berkeliling Jawa selama enam hari, memang ada sebagian masyarakat yang tak mengenal Anies. Di makam Bung Karno, Anies bahkan disangka artis oleh warga yang datang berziarah. Tetapi, saat berkunjung ke lingkungan pesantren dan komunitas, nama Anies cukup dikenal karena sepak terjangnya dalam melakukan Gerakan Indonesia Mengajar.

Sementara itu, Anies mengaku optimis bisa memenangi pertarungan dalam konvensi melihat respon positif yang diterimanya selama perjalanan keliling Jawa. Dia berpendapat, sosok Dahlan Iskan adalah yang terkuat di antara peserta konvensi lainnya. Namun, Anies mengaku tak gentar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anies menjelaskan dalam berkampanye, dia menggunakan strategi marathon, bukan melakukan sprint sejak dini. “Secara bertahap, semakin mendekati akan semakin naik. Semoga bulan Maret-April bisa semakin intens dan berharap akan berpengaruh pada survei Anies,” katanya.

Berdasarkan survei yang dilakukan lembaga polling, Pol-Tracking Institute pada pertengan September-Oktober 2013, elektabilitas Dahlan Islan melesat jauh dan mencapai 16,90 persen. Hasil lainnya, peserta konvensi yang posisinya ada di bawah Dahlan adalah Marzuki Alie dengan elektabilitas 4 persen, Pramono Edhie Wibowo 2,30 persen, dan Anies Baswedan 2 persen.

Sementara itu, elektabilitas Irman Gusman sekitar 1,20 persen, serta Ali Masykur Musa 1,10 persen. Sementara peserta konvensi lainnya hanya memiliki elektabilitas di bawah 1 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Nasional
Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Nasional
Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Nasional
Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Nasional
Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Nasional
Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Nasional
Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Nasional
Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Nasional
Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Nasional
Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Nasional
Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Nasional
Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Nasional
Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Nasional
Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Nasional
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok Masih Rendah

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi dan Kota Depok Masih Rendah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X