Kompas.com - 24/12/2013, 21:40 WIB
Rektor Universitas Paramadina, Anies R Baswedan, memberikan kata sambutan dalam acara peluncuran buku karya Staff Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana, di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (7/10/2011).  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Rektor Universitas Paramadina, Anies R Baswedan, memberikan kata sambutan dalam acara peluncuran buku karya Staff Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana, di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (7/10/2011).
|
EditorHindra Liauw

REMBANG, KOMPAS.com - Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan, melanjutkan kampanye 3.000 kilometer berkeliling Pulau Jawa dengan mengunjungi salah satu tokoh Nahdlatul Ulama, Mustofa Bisri atau Gus Mus di Rembang, Jawa Tengah, Selasa (24/12/2013). Gus Mus adalah seorang budayawan yang juga pengasuh pondok pesantren Roudlatut Thalibin.

Di sana, Anies sempat berbincang soal perjalanannya menempuh jarak 3.000 kilometer yang bertujuan menyalakan kembali harapan. Anies pun kembali mengulang misinya untuk melakukan pergerakan. "Sering kali masalah di negeri ini tidak selesai karena orang baik memilih untuk diam. Saya mengajak untuk turun tangan," ucap Anies.

Dia menjelaskan, melakukan sebuah gerakan yang menitikberatkan pada pemuda bukanlah hal yang mudah. Namun, Anies mencontohkan dirinya sudah memulai gerakan Indonesia Mengajar yang menghimpun sejumlah mahasiswa berprestasi untuk mengajar di daerah pedalaman.

"Mereka bahkan mendaftar tidak mau dibayar. Sudah ada kebanggaan bagi mereka untuk jadi bagian dari Indonesia Mengajar. Gerakan seperti ini yang diperlukan," ucap Anies.

Gus Mus berbalik cerita ringan soal kehidupan santrinya dulu. Dia pun berseloroh soal kyai di pesisir pantai. "Selama ini kan kyai yang dihormati itu yang di pedalaman. Yang di pelosok, yang keramat. Kalau yang di pinggir pantai begini, dibilang orang gila," seloroh Gus Mus yang gemar mengkritik masalah bangsa melalui lukisan dan syair puisi ini. Dia mengakui perjuangan dari sebuah gerakan tidaklah mudah.

"Insya Allah, saya doakan," ujar Gus Mus sambil memimpin doa bagi Anies.

Usai bercakap-cakap, Anies yang hadir bersama tiga anaknya beserta rombongan bersantap siang. Setelah itu, Anies pun menyerahkan sebuah cinderamata kepada Gus Mus berupa kanvas bertuliskan kalimat yang dibuatnya secara spontan.

Anies pun didaulat Gus Mus untuk membaca sebuah puisi karyanya yang berjudul "Negeri Sulapan". Puisi itu bercerita tentang sebuah negara yang makmur tapi tidak sejahtera. Setelah mengunjungi Gus Mus, Anies kemudian melanjutkan perjalanan ke Semarang untuk bertemu relawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Politisi PKB Sebut Jokowi Bakal Reshuffle Anggota Kabinet Inisial M

Politisi PKB Sebut Jokowi Bakal Reshuffle Anggota Kabinet Inisial M

Nasional
Diisukan Masuk Kabinet, PAN: Kami Masih Posisi Menunggu

Diisukan Masuk Kabinet, PAN: Kami Masih Posisi Menunggu

Nasional
Bawaslu Siapkan Anggaran hingga SDM Pemungutan Suara Ulang Pilkada Sabu Raijua

Bawaslu Siapkan Anggaran hingga SDM Pemungutan Suara Ulang Pilkada Sabu Raijua

Nasional
Ini Sponsor Vaksin Nusantara yang Diprakarsai Eks Menkes Terawan

Ini Sponsor Vaksin Nusantara yang Diprakarsai Eks Menkes Terawan

Nasional
BPOM: Vaskin Merah Putih Ditargetkan Mulai Diproduksi pada Awal 2022

BPOM: Vaskin Merah Putih Ditargetkan Mulai Diproduksi pada Awal 2022

Nasional
Waspadai Kasus Pembekuan Darah, BPOM Beri 'Warning' soal Vaksin AstraZeneca

Waspadai Kasus Pembekuan Darah, BPOM Beri "Warning" soal Vaksin AstraZeneca

Nasional
Pimpinan Komisi IX: RI Harus Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 di India

Pimpinan Komisi IX: RI Harus Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 di India

Nasional
Soal Vaksin Nusantara, BPOM: Harus Ada Perbaikan Dulu Sebelum Lanjut Uji Klinik Fase II

Soal Vaksin Nusantara, BPOM: Harus Ada Perbaikan Dulu Sebelum Lanjut Uji Klinik Fase II

Nasional
Nadiem Bakal Ajukan Revisi PP, Tegaskan Pancasila dan Bahasa Indonesia Wajib di Kurikulum

Nadiem Bakal Ajukan Revisi PP, Tegaskan Pancasila dan Bahasa Indonesia Wajib di Kurikulum

Nasional
Hanya Kenakan 1 Pasal, KPK Dinilai Tak Serius Mendakwa Edhy Prabowo

Hanya Kenakan 1 Pasal, KPK Dinilai Tak Serius Mendakwa Edhy Prabowo

Nasional
HUT ke-69 Kopassus, Luhut: Jangan Pernah Khianati Janji Komando

HUT ke-69 Kopassus, Luhut: Jangan Pernah Khianati Janji Komando

Nasional
KNKT Kantongi Rekaman Pembicaraan Kokpit Sriwijaya Air SJ 182, Apa Saja yang Didapat?

KNKT Kantongi Rekaman Pembicaraan Kokpit Sriwijaya Air SJ 182, Apa Saja yang Didapat?

Nasional
 Usai Putusan MK, KPU Gelar Rapat Bahas Pemungutan Suara Ulang di Sabu Raijua

Usai Putusan MK, KPU Gelar Rapat Bahas Pemungutan Suara Ulang di Sabu Raijua

Nasional
HUT Kopassus ke-69, Wapres: Tingkatan Profesionalitas dan Integritas

HUT Kopassus ke-69, Wapres: Tingkatan Profesionalitas dan Integritas

Nasional
KPU: Pemungutan Suara Ulang Dilaksanakan di Seluruh Kabupaten Sabu Raijua

KPU: Pemungutan Suara Ulang Dilaksanakan di Seluruh Kabupaten Sabu Raijua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X