Kompas.com - 22/12/2013, 14:55 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Kompas.com/ SABRINA ASRILKetua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda mengatakan, peluang Ketua Umum Golkar Aburizal "Ical" Bakrie memenangkan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 terbuka lebar. Dengan catatan, PDI Perjuangan tak mengusung Joko Widodo sebagai calon presidennya.

Hal itu ia lontarkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan Pol-Tracking baru-baru ini pada elektabilitas ketua partai politik jelang Pilpres 2014. Dari sederet nama ketua partai politik, Ical mampu menduduki posisi teratas survei tersebut.

"Kalau pak ARB (Ical) mau menang, Jokowi jangan maju," kata Hanta, di Jakarta, Minggu (22/12/2013).

Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Ical mencapai 17,04 persen. Di bawahnya ada nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 15,75 persen, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan elektabilitas 11,21 persen, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dengan elektabilitas sebesar 10,12 persen.

Sementara elektabilitas ketua partai politik lainnya hanya berada di bawah 5 persen. Hasil survei tersebut khusus untuk mengukur elektabilitas ketua partai politik. Hasilnya sangat berbeda dengan survei serupa di mana jawaban responden keluar secara spontan (top of mind).

Dari survei spontan itu, politisi PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) berada di posisi teratas. Gubernur DKI Jakarta tersebut dipilih oleh 37,46 persen responden, jauh mengungguli Prabowo Subianto dan Ical yang sama-sama hanya mendapatkan dukungan dari 11 persen responden.

"Elektabilitas ini adalah angka top of mind, responden memilih berdasarkan apa yang ada dalam pikirannya (spontan)," ujar Hanta.

Lainnya, elektabilitas tokoh seperti Jusuf Kalla hanya sebesar 6,12 responden, dan Wiranto 5,78 persen. Sementara, sosok sekaliber Megawati Soekarnoputri, Mahfud MD, Hatta Rajasa, Surya Paloh, dan Dahlan Iskan hanya memiliki elektabilitas di bawah 5 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Desakan Berbagai Pihak Soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Desakan Berbagai Pihak Soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Nasional
FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

Nasional
Penuturan Dicky Sondani, Kapolsek yang Jadi Saksi Detik-detik Wafatnya Soeharto...

Penuturan Dicky Sondani, Kapolsek yang Jadi Saksi Detik-detik Wafatnya Soeharto...

Nasional
Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Nasional
Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Nasional
DPR, KPU, dan Bawaslu Disebut Akan Bahas Aturan Kampanye Pemilu di Ruang Digital

DPR, KPU, dan Bawaslu Disebut Akan Bahas Aturan Kampanye Pemilu di Ruang Digital

Nasional
Mahfud Sebut TNI di Papua Kini Bersifat Defensif, Bukan Ofensif

Mahfud Sebut TNI di Papua Kini Bersifat Defensif, Bukan Ofensif

Nasional
Mahfud Tegaskan Tak Ada Unsur SARA pada Bentrokan di Pulau Haruku

Mahfud Tegaskan Tak Ada Unsur SARA pada Bentrokan di Pulau Haruku

Nasional
18 Pegawai KPK yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

18 Pegawai KPK yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Nasional
Soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara, Kejagung: Bukan Impunitas dan Masih Wacana

Soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara, Kejagung: Bukan Impunitas dan Masih Wacana

Nasional
18 Pegawai Terpapar Covid-19, KPK Atur Proporsi Kerja

18 Pegawai Terpapar Covid-19, KPK Atur Proporsi Kerja

Nasional
Kritik Wacana Jaksa Agung soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta, ICW: Menambah Semangat Para Pelaku

Kritik Wacana Jaksa Agung soal Korupsi di Bawah Rp 50 Juta, ICW: Menambah Semangat Para Pelaku

Nasional
Perjalanan Rahasia Soeharto: Menginap Rumah Warga hingga Bekal Beras dan Tempe

Perjalanan Rahasia Soeharto: Menginap Rumah Warga hingga Bekal Beras dan Tempe

Nasional
KPK Umumkan 18 Pegawai Positif Covid-19

KPK Umumkan 18 Pegawai Positif Covid-19

Nasional
Mengenal Weighted Vest, 'Rompi Militer' yang Dipakai AHY Berolahraga

Mengenal Weighted Vest, "Rompi Militer" yang Dipakai AHY Berolahraga

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.