Kompas.com - 21/12/2013, 12:48 WIB
Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan sebagai peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat menyampaikan visi dan misinya di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (15/9/2013) malam. DIAN MAHARANIRektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan sebagai peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat menyampaikan visi dan misinya di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (15/9/2013) malam.
|
EditorKistyarini

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan, mulai mengubah cara kampanyenya. Jika sebelumnya Anies kerap mendekati kalangan mahasiswa, kini Anies mulai mendekati kalangan santri yang menjadi basis massa Nahdlatul Ulama.

Pada Jumat (20/12/2013) malam, Anies mengunjungi Pondok Pesantren Cipasung pimpinan KH A Bunyamin Ruhiyat di Tasikmalaya, Jawa Barat. Di sana, Anies bertemu dengan ratusan santri. Anies juga bertemu dengan jajaran pengurus Pondok Pesantren Cipasung dalam sebuah jamuan makan malam di kediaman KH Bunyamin Ruhiyat.

Saat ditanya soal strategi kampanyenya yang mulai mendekati kalangan santri ini, Anies mengaku, dia mendekati semua kalangan. Yang menjadi sasaran utama, lanjutnya, adalah kalangan pemuda.

"Dari dulu memang saya seringnya bekerja dengan pemuda. Maka, ini konsisten saya jalankan sekarang. Tidak mungkin saya mengubah gaya saya, yang bukan jati diri saya sebenarnya," kata Rektor Universitas Paramadina ini.

Anies menjelaskan, prosesnya datang ke berbagai kalangan ini bukan untuk meraih suara. Menurut dia, kepentingan berbagi ide "turun tangan" dalam membenahi masalah bangsa, bersama-sama akan memberikan efek yang besar pada kemudian hari.

Kedatangan Anies malam tadi sempat mengundang perhatian sejumlah warga sekitar. Seorang warga bernama Asep mengaku hadir karena ingin mengetahui keramaian yang ada di dalam pondok pesantren.

Asep menjelaskan, Pondok Pesantren Cipasung ini memang kerap didatangi tokoh politik. Tasikmalaya, katanya, adalah basis massa kalangan santri dengan dua pondok pesantren besar, yakni Pondok Pesantren Suralaya dan Cipasung.

Ponpes Suralaya, kata Asep, sudah menjadi kantong tetap bagi suara Partai Golkar. Sementara Pondok Pesantren Cipasung dikuasai kalangan Nahdliyin. "Karena masih tradisional, pandangan kiai di sini masih sangat didengar masyarakat, termasuk kalangan santri," ujar Asep.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun demikian, ternyata tak banyak warga yang mengenal sosok Anies. Asep menuturkan, banyak warga yang bertanya-tanya tentang partai politik yang dipakai Anies.

"Saya hanya tahu dia pernah di televisi. Tapi dia pakai partai apa ya? Masyarakat di sini juga tidak banyak tahu karena baru datang sekali kan," ucap Asep.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NASIONAL] Dugaan ICW dan Bantahan Moeldoko Terkait Ivermectin | Vaksin Covid-19 Turunkan Angka Kematian

[POPULER NASIONAL] Dugaan ICW dan Bantahan Moeldoko Terkait Ivermectin | Vaksin Covid-19 Turunkan Angka Kematian

Nasional
Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Nasional
Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Nasional
Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Nasional
Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Nasional
Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Nasional
Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Nasional
Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Nasional
Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Nasional
Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Nasional
Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Nasional
Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Nasional
Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Nasional
Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Nasional
Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X