Ditahan KPK, Atut Menangis

Kompas.com - 20/12/2013, 17:46 WIB
KOMPAS/Lucky Pransiska Tersangka Ratu Atut Chosiyah meninggalkan ruang pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Jumat (20/12). Gubernur Banten tersebut langsung ditahan KPK seusai menjalani pemeriksaan terkait dugaan suap terhadap Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dalam sengketa Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Lebak Banten.

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah meneteskan air mata begitu masuk mobil tahanan yang akan membawanya ke Rumah Tahanan Pondok Bambu Jakarta, Jumat (20/12/2013). Atut ditahan seusai diperiksa KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap sengketa pemilihan kepala daerah Lebak, Banten.

Dia ke luar Gedung KPK sekitar pukul 16.45 WIB. Sebelum mencapai ambang pintu Gedung KPK, Atut sempat berpelukan dengan kerabatnya dan tim kuasa hukumnya. Mulanya, wajah Atut tampak tegar dan tidak ada air mata yang menetes. Namun kemudian, matanya mulai berair ketika menerobos kerumunan wartawan dengan dikawal sejumlah petugas kepolisian.

Wajah Atut sempat terbentur dengan alat peliputan sehingga dia tiba-tiba menutupi sebelah pipinya dengan tangan sesaat sebelum memasuki mobil tahanan. Sumber internal KPK mengungkapkan bahwa Atut terus menangis ketika berada di dalam Gedung KPK.

Tak hanya Atut, menantunya yang bernama Ade Rossi juga terlihat menangis menyaksikan mertuanya masuk mobil tahanan. Ade berjalan kaki keluar Gedung KPK setelah mobil tahanan membawa Atut pergi. Namun, dia tidak berkomentar ketika diberondong pertanyaan wartawan.

Selain diwarnai air mata, penahanan Atut juga dikawal ketat petugas kepolisian. Lebih dari lima motor petugas kepolisian mengawal mobil tahanan Atut keluar Gedung KPK menuju Rutan Pondok Bambu.

KPK menahan Atut setelah memeriksa dia selama lebih kurang enam jam. Ini merupakan pemeriksaan perdana Atut sebagai tersangka. Politikus Partai Golkar itu ditetapkan tersangka kasus dugaan suap sengketa Pilkada Lebak sejak 16 Desember 2013. KPK juga menemukan dua alat bukti yang cukup terkait korupsi dalam pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X