KPU: Pendataan Pemilih Luar Negeri Terhambat Cukong Kelapa Sawit

Kompas.com - 18/12/2013, 23:05 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui mengalami kesulitan dalam mendata dan memutakhirkan data pemilih di luar negeri. Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Malaysia mengeluh karena para cukong perkebunan tak membuka akses bagi petugas untuk mendata tenaga kerja Indonesia (TKI).

"Pada umumnya, mereka bekerja di sektor informal di perkebunan sawit. PPLN mendatangi, tapi ada masalahnya. Pekerja di sana susah dideteksi karena cukong perkebunannya tertutup karena pada umumnya banyak pekerja di sana yang ilegal," ujar Kepala Biro Logistik KPU Boradi di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2013).

Dia mengatakan, cerita itu didapatkannya dari kunjungannya ke Serawak, Kuching, di Malaysia. Menurut Boradi, untuk mengatasi kesulitan itu, PPLN melakukan diplomasi dengan majikan atau pengusaha kelapa sawit di lokasi.

"Kawan-kawan PPLN berusaha melakukan pendekatan kepada majikan atau cukongnya," lanjut Boradi.


Ia mengatakan, meski KPU dan Kelompok Kerja Pemilu Luar Negeri telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014, PPLN masih terus mendata dan mencari warga negara Indonesia (WNI), terutama TKI di luar negeri.

Dia menuturkan, kesulitan lain yang dihadapi PPLN adalah cakupan jarak yang relatif jauh untuk mendatangi lokasi kerja TKI. Selain itu, lokasi tersebut jauh dan jarak tempuhnya sampai 16 jam.

Sebelumnya, KPU menetapkan DPT Luar Negeri Pemilu 2014 sebanyak 2.010.280 orang pemilih. Angka itu bertentangan dengan temuan Migrant Care. Lembaga itu menyebut sekitar 4,5 juta WNI yang berada di luar negeri terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2014 mendatang karena namanya tidak masuk dalam DPTLN.

"Hampir 60 persen buruh migran yang ada di luar negeri terancam tidak bisa memilih karena KPU melalui PPLN hanya mencatat 2 juta orang pemilih, sedangkan mereka ada 6,5 juta orang yang tersebar di banyak negara," ujar Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah pada 22 Oktober 2013 lalu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorKistyarini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Nasional
Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Nasional
Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Nasional
Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Nasional
Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Nasional
Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Nasional
Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Nasional
Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

Nasional
Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Nasional
MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

Nasional
Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Nasional
Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Nasional
Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Nasional
Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Nasional
Close Ads X