Sebagian Besar Suara Demokrat Pindah ke Nasdem

Kompas.com - 18/12/2013, 17:40 WIB
Warga melintas di depan lambang Partai Demokrat di kawasan Rawamangun, Jakarta, Minggu (17/6/2012). Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia, elektabilitas Partai Demokrat turun dari 13,7 persen (survei bulan Januari 2012) menjadi 11,3 persen. Sementara tempat pertama ditempati Partai Golkar 20,9 persen, dan PDI Perjuangan 14 persen. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Warga melintas di depan lambang Partai Demokrat di kawasan Rawamangun, Jakarta, Minggu (17/6/2012). Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia, elektabilitas Partai Demokrat turun dari 13,7 persen (survei bulan Januari 2012) menjadi 11,3 persen. Sementara tempat pertama ditempati Partai Golkar 20,9 persen, dan PDI Perjuangan 14 persen. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Survei nasional yang diadakan Reform Institute menunjukkan bahwa elektabilitas Partai Demokrat turun ke peringkat keempat di bawah Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dan Partai Gerindra. Ke mana larinya suara Partai Demokrat?

"Dalam uji statistik yang kami lakukan, kita menemukan bahwa suara Demokrat lari ke (Partai) Nasdem (Nasional Demokrat)," kata koordinator tim peneliti Reform Institute, Yudi Latif, di Jakarta, Rabu (18/12/2013).

Dalam survei tersebut, elektabilitas Partai Demokrat dilampaui oleh Partai Gerindra. Turunnya elektabilitas Partai Demokrat, kata Yudi, terutama disebabkan oleh buruknya kinerja pemerintahan periode II Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berasal dari Partai Demokrat.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kasus-kasus korupsi yang menimpa para kader Partai Demokrat juga ikut menurunkan elektabilitas partai tersebut. Adapun Partai Nasdem menempati posisi keenam dengan suara 4,8 persen.


Dalam survei tersebut, menurut Yudi, peningkatan suara Partai Nasdem hampir mirip dengan peningkatan suara Partai Gerindra dan Partai Hanura. Terkait peningkatan suara ketiga partai tersebut, ia menilai bahwa media massa, terutama televisi, memainkan peranan penting.

"Jadi, televisi cukup efektif dalam merebut swing voters. Apalagi jika dilakukan repetitif, itu bisa menciptakan memori di kepala masyarakat," katanya.

Survei nasional ini dilakukan selama tiga pekan dari tanggal 4 sampai 25 November 2013. Metode pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.500 responden. Responden laki-laki dan perempuan diambil secara proporsional dan disesuaikan dengan jumlah penduduk.

Dalam survei ini, penyebaran sampel dilakukan secara proporsional dengan jumlah penduduk per provinsi. Sementara itu, di dalam provinsi, survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini juga memiliki tingkat kepercayaan hingga 95 persen dan margin of error 2,53.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X