Kompas.com - 17/12/2013, 06:58 WIB
Simulasi penanggulangan teroris di Batan Puspiptek Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (23/4/2013). Simulasi ini digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bekerjasama dengan TNI, Polri, Batan. KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNASimulasi penanggulangan teroris di Batan Puspiptek Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (23/4/2013). Simulasi ini digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bekerjasama dengan TNI, Polri, Batan.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Wilayah yang masuk dalam cakupan tugas 14 kepolisian daerah menjadi fokus pengamanan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014. Pertimbangan berdasarkan aspek kewilayahan menjadi penentuan prioritas tersebut.

"Bukan hanya karena ada gereja, tetapi ada sejumlah obyek wisata, pelabuhan, bandara, dan pusat keramaian," kata Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Senin (16/12/2013).

Polda yang menjadi wilayah prioritas tersebut, ujar Boy, adalah Polda Sumatera Utara, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Bali, dan Polda Kalimantan Timur. Kemudian Polda Papua, Polda DIY, Polda NTT, Polda Sulawesi Tengah, Polda Sulawesi Utara, Polda Maluku, dan Polda Kalimantan Tengah.

Meski bukan prioritas pertama, lanjut Boy, 17 Polda lain tetap akan mendapatkan porsi pengamanan yang cukup. "Ada sekitar 92 ribu (personel) pasukan yang akan diterjunkan dalam Operasi Lilin 2013. Terdiri dari 91.058 personel polda dan 951 personel dari Mabes (Polri) yang diperbantukan," ujar Boy.

Boy mengatakan sampai saat ini Mabes Polri belum mendapatkan informasi atau data ancaman teror untuk kedua perayaan. Meski demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan. Operasi Lilin 2013 dijadwalkan berlangsung pada 23 Desember 2013 hingga 1 Januari 2014. "Tempat wisata, tempat keramaian, dan pusat perbelanjaan jadi sasaran prioritas Operasi Lilin," ujar Boy.

Terkait penangkapan tiga terduga teroris yang diduga akan mengganggu pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru, Boy mengatakan kepolisian saat ini terus meningkatkan kewaspadaan. Perburuan terhadap orang-orang yang masuk daftar pencarian orang juga terus dilakukan.

Pekan lalu, Detasemen Khusus 88 Mabes Polri menangkap tiga terduga teroris, yakni Fahri alias Agus, Raden Irwan alias Arkom, dan Abidin. Fahri ditangkap petugas di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (11/12/2013). Sementara dua terduga lain ditangkap Minggu (15/12/2013) di dua tempat terpisah. Irwan ditangkap di Lamongan, Jawa Timur, sementara Abidin ditangkap di Bekasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Nasional
Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Nasional
KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Nasional
OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

Nasional
BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Nasional
Sebaran 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Sebaran 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Bupati Musi Banyuasin Dijanjikan Uang Rp 2,6 Miliar oleh Direktur Perusahaan Pemenang Tender

Bupati Musi Banyuasin Dijanjikan Uang Rp 2,6 Miliar oleh Direktur Perusahaan Pemenang Tender

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Ada 490.512 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Oktober: Ada 490.512 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Ada 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Oktober: Ada 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 270.811 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,75 Persen

UPDATE: 270.811 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,75 Persen

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Sebaran 997 Kasus Baru Covid-19, di DKI Paling Tinggi

UPDATE 16 Oktober: Sebaran 997 Kasus Baru Covid-19, di DKI Paling Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 29,85 Persen dari Target

UPDATE 16 Oktober: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 29,85 Persen dari Target

Nasional
Jadi Tersangka, Bupati Musi Banyuasin Punya Harta Rp 34 Miliar, Termasuk Aset di Australia

Jadi Tersangka, Bupati Musi Banyuasin Punya Harta Rp 34 Miliar, Termasuk Aset di Australia

Nasional
Profil Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin yang Susul Ayahnya Masuk Penjara

Profil Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin yang Susul Ayahnya Masuk Penjara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.