PKB Bantah Manfaatkan Rhoma Irama

Kompas.com - 14/12/2013, 15:41 WIB
Musisi dangdut Rhoma Irama (kiri) didampingi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (16/4/2013). Dalam kesempatan tersebut Rhoma Irama yang berkunjung bersama komunitas difabel menyatakan dukungannya bagi pemenangan PKB dalam Pemilu 2014 dan siap maju menjadi calon presiden. TRIBUNNEWS/Dany PermanaMusisi dangdut Rhoma Irama (kiri) didampingi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (16/4/2013). Dalam kesempatan tersebut Rhoma Irama yang berkunjung bersama komunitas difabel menyatakan dukungannya bagi pemenangan PKB dalam Pemilu 2014 dan siap maju menjadi calon presiden.
Penulis Sandro Gatra
|
EditorCaroline Damanik


JAKARTA, KOMPAS.com —
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar membantah bahwa pihaknya hanya memanfaatkan popularitas Raja Dangdut Rhoma Irama dengan mengusungnya sebagai calon presiden 2014. Menurutnya, Rhoma memang layak menjadi pemimpin selanjutnya.

"Tidak ada istilah pemanfaatan, yang ada berjuang bersama," kata Muhaimin saat meresmikan Posko Rhoma Irama for Republik Indonesia (Riforri) di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Sabtu (14/12/2013).

Hal itu dikatakan Muhaimin ketika dimintai tanggapan penilaian berbagai pihak bahwa PKB hanya memanfaatkan Rhoma untuk meningkatkan elektabilitas PKB menjelang Pileg 2014. Nantinya, PKB diprediksi bakal mendukung tokoh lain yang lebih layak.

Muhaimin atau akrab disapa Cak Imin mengatakan, pihaknya ingin mengusung Rhoma sebagai capres lantaran yang bersangkutan tidak ambisius menjadi presiden. Lagu-lagu yang diciptakan selama ini, kata dia, mencerdaskan masyarakat.


"Yang dicari PKB yang begitu, yang tidak punya ambisi, tidak punya keinginan menjadi presiden. Insya Allah kalau di tangan orang yang tidak punya ambisi akan ada kebaikan dan kemaslahatan," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu.

Ketika disinggung adanya tokoh lain yang didukung kader PKB di daerah, yakni Mahfud MD dan Jusuf Kalla, menurut Cak Imin, pihaknya tetap memberi ruang kepada tokoh lain. Hanya, lanjutnya, Rhoma lebih dulu masuk.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga Soroti Polarisasi soal RUU Ketahanan Keluarga

Sandiaga Soroti Polarisasi soal RUU Ketahanan Keluarga

Nasional
'DPR Adem Ayem Kenapa? Karena yang Mesan Omnibus Law Ya Big Boss...'

"DPR Adem Ayem Kenapa? Karena yang Mesan Omnibus Law Ya Big Boss..."

Nasional
Gubernur Aceh Minta Maaf atas 'Khilaf Masa Lalu', Jokowi: Jangan Keliru, Pilpres Sudah Usai

Gubernur Aceh Minta Maaf atas "Khilaf Masa Lalu", Jokowi: Jangan Keliru, Pilpres Sudah Usai

Nasional
Soal RUU Ketahanan Keluarga, Pakar: Tak Etis Negara Atur Keluarga

Soal RUU Ketahanan Keluarga, Pakar: Tak Etis Negara Atur Keluarga

Nasional
Surya Paloh Sebut Aceh Ketergantungan pada Otonomi Khusus

Surya Paloh Sebut Aceh Ketergantungan pada Otonomi Khusus

Nasional
Sandiaga Sebut RUU Cipta Kerja sebagai Katalis Penggerak Ekonomi

Sandiaga Sebut RUU Cipta Kerja sebagai Katalis Penggerak Ekonomi

Nasional
Baleg DPR Buka Kemungkinan RUU Ketahanan Keluarga Digabungkan dengan UU Lain

Baleg DPR Buka Kemungkinan RUU Ketahanan Keluarga Digabungkan dengan UU Lain

Nasional
Dinilai Tak Demokratis, Sejumlah Negara Disebut Kapok Pakai Omnibus Law

Dinilai Tak Demokratis, Sejumlah Negara Disebut Kapok Pakai Omnibus Law

Nasional
KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Ketua MPR Nilai Sudah Tepat demi Kepastian Hukum

KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Ketua MPR Nilai Sudah Tepat demi Kepastian Hukum

Nasional
Survei Sebut Prabowo Menteri Terbaik, Sandiaga: Selamat kepada Bos Saya

Survei Sebut Prabowo Menteri Terbaik, Sandiaga: Selamat kepada Bos Saya

Nasional
Stop 36 Penyelidikan, KPK Diminta Beri Penjelasan Kasus Per Kasus

Stop 36 Penyelidikan, KPK Diminta Beri Penjelasan Kasus Per Kasus

Nasional
Bulan Depan, Pemerintah Temui Putra Mahkota Abu Dhabi Bahas Investasi UEA di Aceh

Bulan Depan, Pemerintah Temui Putra Mahkota Abu Dhabi Bahas Investasi UEA di Aceh

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] RUU Sapu Jagat Cipta Kerja | Sejarah Trem di Surabaya

[POPULER DI KOMPASIANA] RUU Sapu Jagat Cipta Kerja | Sejarah Trem di Surabaya

Nasional
APBD dan Dana Otsus Aceh Capai Rp 17 Triliun, Jokowi Wanti-wanti Pemda

APBD dan Dana Otsus Aceh Capai Rp 17 Triliun, Jokowi Wanti-wanti Pemda

Nasional
Walhi: RUU Cipta Kerja Seolah-olah Berpihak pada Rakyat, tapi Sebenarnya Layani Korporasi

Walhi: RUU Cipta Kerja Seolah-olah Berpihak pada Rakyat, tapi Sebenarnya Layani Korporasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X