Kompas.com - 12/12/2013, 09:25 WIB
Rektor Universitas Paramadina, Anies R Baswedan, memberikan kata sambutan dalam acara peluncuran buku karya Staff Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana, di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (7/10/2011).  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Rektor Universitas Paramadina, Anies R Baswedan, memberikan kata sambutan dalam acara peluncuran buku karya Staff Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana, di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (7/10/2011).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANTEN, KOMPAS.com — Salah satu peserta konvensi Partai Demokrat, Anies Baswedan, menggelar tur kampanye di Pulau Jawa. Banten menjadi titik keberangkatan dengan seruan menjadikan tahun politik pada 2014 sebagai momentum untuk menebas korupsi.

"Kalau politik uang dibiarkan seperti yang terjadi selama ini, maka akan makin akut penyakit korupsi di negeri ini," ujar Anies saat mengawali tur, Selasa (10/12/2013), dikutip dari siaran persnya.

"Tahun 2014 adalah momen pergantian aktor-aktor (politik)," ujar Anies. Peluang setiap warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, menurut dia, terbentang luas pada tahun politik ini untuk turut serta memberantas korupsi. "Ganti mereka yang tak berintegritas dengan orang-orang baik!"

Tur kampanye di Jawa

Anies berada di Banten dalam rangka mengawali tur kampanye terkait konvensi yang diikutinya. "Banten adalah titik pertama tur panjang untuk bertemu relawan," kata Anies. Dia pun mengatakan bakal menggunakan cara ini untuk mendekati konstituen.

"Baju kita boleh tak seragam, tapi hati kita, hati para relawan, seragam," ujar Anies. Dia mengatakan, tur menapaki kota-kota di Pulau Jawa akan dia jalani hingga akhir Desember 2013. Anies mengatakan, setiap orang yang berminat menjadi relawan dapat mendaftar melalui turuntangan.org.

"Saya percaya suara relawan jauh lebih nyaring dari baliho sebesar apa pun," ujar Anies. Dia pun menyatakan siap berutang budi hanya kepada para relawan terkait konvensi maupun langkah politiknya.

Dalam rangkaian tur di Banten, Anies memilih menginap di salah satu rumah milik warga Suku Baduy. Dia pun mengatakan, ada inspirasi yang seharusnya bisa dipetik bangsa Indonesia dari suku tersebut.

"Kita seharusnya dapat memetik kearifan lokal Suku Baduy, yang mengajarkan kelestarian lingkungan agar kita hidup selaras dengan alam," kata Rektor Universitas Paramadina dan pendiri gerakan Indonesia Mengajar ini. Selain bertandang ke permukiman Baduy, dia juga sempat singgah ke rumah penulis yang tenar pada era 1990-an, Gola Gong.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Nasional
K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

Nasional
Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Nasional
Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Nasional
PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Nasional
Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Nasional
Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Nasional
Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Nasional
Bantah Penindakan Kasus Korupsi Turun, KPK: Kami Menyayangkan Data ICW

Bantah Penindakan Kasus Korupsi Turun, KPK: Kami Menyayangkan Data ICW

Nasional
Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 India, Menkes Budi: Patuhi Protokol PPKM dan 3M

Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 India, Menkes Budi: Patuhi Protokol PPKM dan 3M

Nasional
Penyuap Juliari Batubara Dituntut 4 Tahun Penjara

Penyuap Juliari Batubara Dituntut 4 Tahun Penjara

Nasional
UPDATE 19 April: Kasus Suspek Covid-19 Capai 63.736

UPDATE 19 April: Kasus Suspek Covid-19 Capai 63.736

Nasional
Kuasa Hukum Jumhur Ingatkan Ahli Bahasa Hati-hati Sebut Berita Media sebagai Kabar Bohong

Kuasa Hukum Jumhur Ingatkan Ahli Bahasa Hati-hati Sebut Berita Media sebagai Kabar Bohong

Nasional
UPDATE 19 April: 6.029.941 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 10.933.676 Dosis Pertama

UPDATE 19 April: 6.029.941 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 10.933.676 Dosis Pertama

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X