MA Tolak Kasasi Hakim Kartini

Kompas.com - 10/12/2013, 08:43 WIB
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Tersangka Hakim ad hoc pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang Kartini Julianna Mandalena Marpaung setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lalu dibawa ke Jakarta melalui Bandar Udara Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/8/2012) malam. Dua hakim ad hoc pengadilan Tipikor Kartini Julianna Mandalena Marpaung dan Heru Kisbandono ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah melakukan upacara bendera di Halaman Pengadilan Negeri Kota Semarang. Penangkapan tersebut terkait dengan dugaan suap kasus hukum yang ditangani mereka.
JAKARTA, KOMPAS.com — Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Kartini Juliana Magdalena Marpaung, hakim ad hoc tindak pidana korupsi (nonaktif) pada  Pengadilan Tipikor Semarang.

Dengan putusan kasasi ini, Kartini harus menjalani penjara 10 tahun sebagaimana vonis Pengadilan Tinggi Tipikor Semarang. Putusan kasasi juga berarti telah berkekuatan hukum tetap.

Ketua Majelis Kasasi yang juga Ketua Kamar Pidana MA Artidjo Alkostar, Senin (9/12/2013) malam, mengungkapkan, selain menolak kasasi Kartini, MA juga menolak kasasi jaksa.

Majelis kasasi menilai, hukuman yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi Tipikor Semarang kepada Kartini sudah cukup berat.

"MA juga menilai putusan PT Semarang telah mempertimbangkan hal-hal yang diterapkan secara yuridis secara benar," ungkap Artidjo.

Pada 18 April 2013, Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan pidana delapan tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider lima bulan kurungan kepada Kartini. Ia dinilai terbukti menerima suap untuk mengatur vonis dalam perkara korupsi mantan Ketua DPRD Grobogan, Yaeni.

Kartini dijerat dengan Pasal 12 huruf c Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001.

Atas hukuman itu, Kartini mengajukan banding. Namun, Pengadilan Tinggi Tipikor Semarang justru memperberat hukuman Kartini menjadi 10 tahun.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorPalupi Annisa Auliani
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X