Nazaruddin Mengaku Diancam Setya Novanto

Kompas.com - 06/12/2013, 21:19 WIB
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, saat menunggu sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, dengan agenda jawaban penuntut umum atas eksepsi Nazaruddin, Rabu (14/12/2011).  TRIBUNNEWS/HERUDINMantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, saat menunggu sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, dengan agenda jawaban penuntut umum atas eksepsi Nazaruddin, Rabu (14/12/2011).
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, mengaku diancam oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto yang juga bendahara umum Partai Golkar. Nazaruddin bahkan menyebut Setya berniat membunuhnya jika dia membuka kasus proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

“Apa kelakuan saya di Sukamiskin, dia (Setya Novanto) tahu, dan kalau saya membuka lagi proyek e-KTP, saya mau dibunuh dia,” kata Nazaruddin di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/12/2013), seusai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang pembelian saham perdana PT Garuda Indonesia.

Nazaruddin mengatakan bahwa Setya juga mengancam saudaranya. “Yang pasti saya ini sekarang posisinya terancam,” ujarnya.

Menurut Nazaruddin, Setya mengetahui semua hal yang disampaikannya kepada penyidik KPK dalam pemeriksaan selama ini. Nazar juga menyebut Setya dilindungi pihak tertentu yang bisa menahan agar proyek e-KTP ini tidak diusut KPK lebih jauh.

“Makanya e-KTP ini luar biasa kekuasaannya yang menahannya padahal ini proyek mark up uang negaranya Rp 2,5 triliun, ini harus dibuka,” ucap Nazaruddin.

Sebelumnya, Nazaruddin menyampaikan bahwa dia meminta perlindungan KPK serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban karena merasa terancam. Keinginannya mendapatkan perlindungan untuk dirinya dan keluarga disampaikan kepada wartawan seusai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (15/11/2013).

Nazaruddin kerap menyebut Setya terlibat proyek e-KTP. Menurutnya, Setya dan Anas Urbaningrum adalah aktor utama dalam penyelewengan proyek tersebut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkumham Akan Beri Remisi ke 142.545 Narapidana Saat HUT RI ke-75

Kemenkumham Akan Beri Remisi ke 142.545 Narapidana Saat HUT RI ke-75

Nasional
Ujaran Kebencian di Pilkada Diprediksi Meningkat, Ini Alasannya

Ujaran Kebencian di Pilkada Diprediksi Meningkat, Ini Alasannya

Nasional
KPK Apresiasi Polri dan Kejagung yang Tindak Anggotanya dalam Kasus Djoko Tjandra

KPK Apresiasi Polri dan Kejagung yang Tindak Anggotanya dalam Kasus Djoko Tjandra

Nasional
Anggota DPR Taufik Basari Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Badan Legislasi

Anggota DPR Taufik Basari Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Badan Legislasi

Nasional
Kemenkes Siap Tambah Daya Tampung RS Rujukan jika Kasus Covid-19 Melonjak

Kemenkes Siap Tambah Daya Tampung RS Rujukan jika Kasus Covid-19 Melonjak

Nasional
Berpotensi Langgar HAM, Komnas HAM Minta Pembahasan RUU Cipta Kerja Tak Dilanjutkan

Berpotensi Langgar HAM, Komnas HAM Minta Pembahasan RUU Cipta Kerja Tak Dilanjutkan

Nasional
Amien Rais Ingatkan Jokowi Akan Bahaya Politik Partisan

Amien Rais Ingatkan Jokowi Akan Bahaya Politik Partisan

Nasional
Kasus Pemotongan Uang SKPD, Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Ditahan KPK

Kasus Pemotongan Uang SKPD, Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Ditahan KPK

Nasional
Saat Gibran Sowan ke Elite Parpol demi Dukungan di Pilkada Solo...

Saat Gibran Sowan ke Elite Parpol demi Dukungan di Pilkada Solo...

Nasional
Ini 9 Kota dengan Lebih dari 1.000 Kasus Covid-19 Aktif, 5 Ada di DKI Jakarta

Ini 9 Kota dengan Lebih dari 1.000 Kasus Covid-19 Aktif, 5 Ada di DKI Jakarta

Nasional
Panglima TNI Minta Babinsa Ikut Sosialisasikan Kebiasaan Baru

Panglima TNI Minta Babinsa Ikut Sosialisasikan Kebiasaan Baru

Nasional
Pemerintah Beri Santunan Rp 300 Juta untuk 22 Tenaga Medis Penerima Bintang Tanda Jasa

Pemerintah Beri Santunan Rp 300 Juta untuk 22 Tenaga Medis Penerima Bintang Tanda Jasa

Nasional
Amien Rais Sebut Perkembangan Politik di Era Jokowi Semakin Kurang Demokratis

Amien Rais Sebut Perkembangan Politik di Era Jokowi Semakin Kurang Demokratis

Nasional
KPK Selidiki Kasus Korupsi di Balik Mundurnya Kepsek di Indragiri Hulu

KPK Selidiki Kasus Korupsi di Balik Mundurnya Kepsek di Indragiri Hulu

Nasional
Bawaslu Ungkap 4 Modus Politisasi SARA yang Potensial Terjadi di Pilkada 2020

Bawaslu Ungkap 4 Modus Politisasi SARA yang Potensial Terjadi di Pilkada 2020

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X