Anas: SBY Tak Rendah jika Jadi Cawapres

Kompas.com - 04/12/2013, 18:20 WIB
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menyampaikan pidatonya saat acara peluncuran organisasi masyarakat (ormas) Rumah Pergerakan Indonesia, di kediamannya di Jakarta Timur, Minggu (15/9/2013). Anas bersama loyalisnya mendeklarasikan Ormas ini yang mengusung gerakan anti diskriminasi dalam bidang hukum, politik dan ekonomi. TRIBUNNEWS/HERUDIN Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menyampaikan pidatonya saat acara peluncuran organisasi masyarakat (ormas) Rumah Pergerakan Indonesia, di kediamannya di Jakarta Timur, Minggu (15/9/2013). Anas bersama loyalisnya mendeklarasikan Ormas ini yang mengusung gerakan anti diskriminasi dalam bidang hukum, politik dan ekonomi.
Penulis Sandro Gatra
|
EditorKistyarini


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, usulannya agar Ketua Majelis Tinggi sekaligus Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kembali maju dalam Pilpres 2014 sebagai calon wakil presiden bukan bentuk sindiran, serangan politik, atau tindakan merendahkan SBY.

Hal itu dikatakan Anas melalui akun Twitter @anasurbaningrum, Rabu (4/12/2013), menanggapi banyaknya pertanyaan kepada dirinya perihal usulan SBY menjadi cawapres.

Menurut Anas, saran politik itu rasional dan perlu dipertimbangkan. Jika disebut merendahkan, menurut Anas, dalam panggilan tugas tidak ada yang rendah nilainya. Ia tak tahu apakah SBY mendukung usulan itu.

"Yang jelas, Pak SBY pernah membangun preseden 'pengorbanan', yakni ketika bersedia menjadi Ketua Umum Partai Demokrat di KLB (kongres luar biasa) di Bali," kata Anas.

Anas lalu menyinggung serangan terhadap politisi Demokrat Gede Pasek Suardika dari para elite Demokrat. Ketika itu, Pasek menyarankan SBY menjadi ketua umum (ketum) ketika terjadi kisruh di internal Demokrat.

Dalam tweet-nya, Anas mengulangi perkataan politisi Demokrat, Sutan Bhatoegana, yang menyebutkan "apa kata dunia jika SBY menjadi ketum?". Ia juga mengutip pertanyaan Ruhut Sitompul bahwa usulan itu hanya akal-akalan kubu Anas. Ruhut yakin bahwa SBY tak mau.

Beberapa senior Demokrat, kata Anas, juga tidak setuju dan ragu SBY mau menjadi ketum lantaran dianggap turun kelas. Namun, SBY punya pertimbangan sendiri. Pasek dipanggil dan ditanya tentang usulannya itu. Pasek bisa menjelaskan dengan baik tentang usulannya itu. Ringkas kata, usulan itu dinilai punya argumentasi kuat, kata Anas.

"Langkah berikutnya, Pak SBY kumpulkan para Ketua DPD se-Indonesia di Cikeas untuk minta pandangan (dukungan)," katanya.

"Ringkas cerita, Pak SBY bersedia 'berkorban' untuk menjadi Ketum Demokrat, meskipun kesannya turun pangkat. Pak SBY terpanggil untuk bersedia menjadi Ketum Demokrat agar keutuhan partai terjaga dan segera naik lagi elektabilitasnya," tambah Anas.

Seperti diberitakan, Anas mengusulkan itu ketika dimintai tanggapan soal masih merosotnya elektabilitas Demokrat menjelang Pileg 2014. Menurut Anas, SBY maju sebagai cawapres merupakan kartu truf Demokrat.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TNI AD Terima Laporan Hasil Uji Klinis Obat Anticovid-19, Diklaim Ampuh 90 Persen

TNI AD Terima Laporan Hasil Uji Klinis Obat Anticovid-19, Diklaim Ampuh 90 Persen

Nasional
Ketua KPU Harap Semua Pihak Terapkan Protokol Kesehatan di Setiap Proses Pilkada 2020

Ketua KPU Harap Semua Pihak Terapkan Protokol Kesehatan di Setiap Proses Pilkada 2020

Nasional
Jokowi Bersepeda Sambil Bagikan Masker di Kebun Raya Bogor

Jokowi Bersepeda Sambil Bagikan Masker di Kebun Raya Bogor

Nasional
UPDATE : Tak Kurang dari 1.862.801 Spesimen Terkait Covid-19 Telah Diperiksa

UPDATE : Tak Kurang dari 1.862.801 Spesimen Terkait Covid-19 Telah Diperiksa

Nasional
KPU: 226 Daerah Sudah Transfer 100 Persen Dana Pilkada 2020 ke Penyelenggara Pemilu

KPU: 226 Daerah Sudah Transfer 100 Persen Dana Pilkada 2020 ke Penyelenggara Pemilu

Nasional
Azwar Anas: Pemimpin Ideal Itu yang Mendengarkan Aspirasi Rakyat

Azwar Anas: Pemimpin Ideal Itu yang Mendengarkan Aspirasi Rakyat

Nasional
UPDATE : Kasus Suspek Covid-19 Tembus 76.327 Orang

UPDATE : Kasus Suspek Covid-19 Tembus 76.327 Orang

Nasional
Bertambah 2.345 Kasus Baru Covid-19, DKI Catat Penambahan Tertinggi

Bertambah 2.345 Kasus Baru Covid-19, DKI Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
UPDATE 15 Agustus: Bertambah 50 Orang, Total 6.071 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 15 Agustus: Bertambah 50 Orang, Total 6.071 Pasien Covid-19 Meninggal

Nasional
Update: Bertambah 2.345, Kasus Covid-19 Jadi 137.468 Orang

Update: Bertambah 2.345, Kasus Covid-19 Jadi 137.468 Orang

Nasional
UPDATE 15 Agustus: Bertambah 1.703 Orang, Total 91.321 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE 15 Agustus: Bertambah 1.703 Orang, Total 91.321 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
Erick Thohir Klaim Angka Kematian Covid-19 Indonesia Rendah

Erick Thohir Klaim Angka Kematian Covid-19 Indonesia Rendah

Nasional
Bio Farma Memperkirakan Vaksin Covid-19 Diproduksi Februari atau Maret 2021

Bio Farma Memperkirakan Vaksin Covid-19 Diproduksi Februari atau Maret 2021

Nasional
Muchdi Pr Klaim Tak Ada Dualisme di Tubuh Partai Berkarya

Muchdi Pr Klaim Tak Ada Dualisme di Tubuh Partai Berkarya

Nasional
Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr Gelar Rakernas Sosialisasikan Hasil Munaslub

Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr Gelar Rakernas Sosialisasikan Hasil Munaslub

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X