Kompas.com - 26/11/2013, 13:12 WIB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru, Muhammad Anis Matta memberikan pidato politiknya disaksikan oleh Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin  (tengah) dan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS Untung Wahono (kanan) dalam konferensi pers di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013). KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESPresiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru, Muhammad Anis Matta memberikan pidato politiknya disaksikan oleh Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin (tengah) dan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS Untung Wahono (kanan) dalam konferensi pers di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid tak menampik adanya dukungan yang tinggi kepada Anis Matta untuk maju sebagai calon presiden PKS di Pilpres 2014. Menurut Hidayat, tingginya dukungan untuk Anis dilandasi posisinya saat ini yang menjabat sebagai Presiden PKS.

"Mungkin saja karena beliau (Anis Matta) presiden partai," kata Hidayat di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2013).

Meski demikian, belum ada kepastian PKS akan mengusung Anis di tahun depan. Semuanya, kata Hidayat, akan diketahui secara resmi dari hasil Pemilihan Raya (Pemira) PKS yang digelar 29-30 November 2013.

Hidayat menambahkan, pada saat Pemilu Raya nanti, semua kader PKS akan memberikan hak suaranya untuk memilih bakal calon yang akan diusung sebagai capres. Ia berharap pemilik suara memberikan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani, meski semua calon yang mencuat tidak diperkenankan untuk berkampanye.

"Nanti Desember, Majelis Syuro akan menentukan kebijakan terkait siapa capresnya, dan kapan akan dideklarasikan, termasuk kalau ingin berkoalisi, berkoalisi dengan siapa," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Pemira akan digelar pada 29-30 November 2013 dan akan diikuti sekitar 1 juta kader PKS se-Nusantara. Sebanyak tiga hingga lima nama dari 22 calon dengan suara terbanyak akan diserahkan kepada Majelis Syuro PKS. Nantinya, dipilih satu orang yang diusung sebagai capres resmi dari PKS.

Calon tersebut, yakni Abdul Ghani Kasuba (Wagub Maluku Utara),  Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), Anton Apriyantono (mantan Mentan KIB I), Fahri Hamzah (Anggota Komisi III DPR RI), Gatot Pujo Nugroho (Gubernur Sumatera Utara), Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat), Anis Matta (Presiden PKS), Hidayat Nur Wahid (Ketua F-PKS), Nasir Jamil (Anggota Komisi III DPR RI), Sohibul Iman (Wakil Ketua DPR RI)

Selain itu, Taufik Ridho (Sekjen PKS), Yusuf Asyhari (mantan Menpera KIB I), Mahfudz Siddiq (Ketua Komisi I DPR RI), Mahfudz Abdurrahman (Bendahara Umum DPP PKS), Mustafa Kamal (Anggota DPR RI), Nur Mahmudi Isma'il (Wali Kota Depok), Salim Segaf Al Jufri (Menteri Sosial), Suharna Surapranata (mantan Menristek KIB II), Surahman Hidayat (Anggota DPR RI), Suswono 9Menteri Pertanian KIB II), Tifatul Sembiring (Menkominfo KIB II) dan Untung Wahono (Ketua MPP PKS).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.