Elektabilitas Melorot, Demokrat Sebut Ada Pengaruh Anas

Kompas.com - 25/11/2013, 14:23 WIB
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (tengah) bersama Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua (kiri) dan Jhonny Allen saat memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (21/3/2013). KLB Partai Demokrat akan dilaksanakan pada 30-31 Maret 2013 di Bali.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWANSekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (tengah) bersama Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua (kiri) dan Jhonny Allen saat memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (21/3/2013). KLB Partai Demokrat akan dilaksanakan pada 30-31 Maret 2013 di Bali.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan Partai Demokrat hanya akan menjadi partai papan tengah akibat melorotnya elektabilitas partai pemenang Pemilu 2009 itu. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengakui mesin partainya belum bekerja maksimal pascakasus Hambalang yang melibatkan mantan Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum.

"Kami tidak menampik kurang berfungsinya mesin partai dan ini sudah terlihat sejak awal. Ada gejolak terkait kepengurusan yang kini sudah kami serahkan ke lembaga hukum," ujar Max di Kompleks Parlemen, Senin (25/11/2013).

Max mengakui banyak pengurus daerah yang memprotes pengunduran diri Anas. Sebagai catatan, saat itu, Anas Urbaningrum menyatakan mundur dari jabatannya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Hambalang. Namun, di mata loyalis Anas, penetapan Anas sebagai tersangka adalah sebuah rekayasa.

Alhasil, banyak pengurus Dewan Pimpinan Daerah maupun Dewan Pimpinan Cabang yang mundur mengikuti jejak Anas. Menurut Max, persoalan kepengurusan di Demokrat sudah diselesaikan.

"Ketika mereka tidak sejalan lagi dengan partai, sudah diambil sebuah solusi dari partai di mana Dewan Kehormatan sudah melakukan tugasnya dengan baik," imbuh Max.

Lebih lanjut, Max menuturkan semenjak Partai Demokrat diambil alih oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang kini menjadi Ketua Umum, internal Partai Demokrat lebih solid.

"Teman-teman sudah mulai turun ke bawah," katanya.

Jadi partai menengah

Hasil LSI menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat terus merosot dari waktu ke waktu. Kini, elektabilitas partai pemenang pemilu legislatif 2009 itu, menurut LSI, telah berada di bawah 10 persen.

"Sejak tahun 2011, LSI telah merekam turunnya elektabilitas Partai Demokrat," kata Peneliti LSI Rully Akbat saat merilis hasil surveinya di Jakarta, Minggu (24/11/2013).

Hasil survei LSI yang dilakukan bulan Juni 2011, elektabilitas Demokrat merosot ke angka 15,7 persen (hasil Pileg 2009 sekitar 20 persen). Saat itu, kasus mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin, yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah gencar dibicarakan di media dan publik. Angka tersebut merosot dari survei di bulan Januari 2011, yakni sebesar 20,5 persen.

Pada Januari 2012, LSI kembali melakukan survei dan hasilnya elektabilitas parpol pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu kembali merosot ke angka 13,7 persen. Survei LSI terbaru yang dilakukan 12 september-5 oktober 2013, elektabilitas Demokrat kembali turun ke angka 9,8 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X