Kompas.com - 13/11/2013, 14:05 WIB
Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Rhoma Irama KOMPAS/Hendra A Setyawan, KOMPAS.com/Roderick Adrian MozesJusuf Kalla, Mahfud MD, dan Rhoma Irama
|
EditorAna Shofiana Syatiri

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar membantah jika partainya sengaja meminang tokoh senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, untuk maju sebagai calon presiden PKB pada 2014. Menurut Marwan, justru Jusuf Kalla yang datang dan menawarkan dirinya untuk merapat ke PKB.

"Justru para tokoh yang merapat ke PKB," kata Marwan seusai menjadi pembicara dalam sebuah seminar bertajuk Capres Bicara Pajak untuk Indonesia yang Mandiri, di Gedung Syahida Inn, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (13/11/2013).

Ia menjelaskan, para tokoh yang dimaksudnya merapat ke PKB adalah Jusuf Kalla, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, dan pedangdut Rhoma Irama. Namun begitu, Marwan menegaskan pihaknya belum akan memutuskan siapa yang akan diusung menjadi calon presiden pada tahun depan.

Saat ditanya mengenai siapa yang paling berpeluang, Marwan menyampaikan bahwa ketiganya memiliki peluang yang sama besarnya. Namun, PKB akan mengambil keputusan setelah hasil Pemilihan Legislatif 2014.

"Kalau mau merapat ke kita (PKB) ya harus berkeringat untuk membesarkan PKB. Tergantung penilaian rakyat, yang terbaik akan kita dukung," tandasnya.

Jusuf Kalla mendapat dukungan 11 pimpinan PKB dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua terkait kandidat calon presiden 2014. Para pimpinan PKB di daerah menilai, Jusuf Kalla sangat potensial karena berpengalaman dan dekat dengan tokoh-tokoh NU.

Untuk Rhoma Irama, sejak beberapa bulan lalu, ia selalu menyatakan sebagai figur yang akan diusung menjadi calon presiden oleh PKB. Ia mengklaim, keputusan itu telah bulat dan resmi diambil oleh PKB.

Sementara Mahfud MD, ia menyatakan dirinya hanya akan mau sebagai calon presiden pada 2014 bila kendaraan politiknya adalah PKB. Baginya, PKB merupakan rumah besarnya dan alasan itu juga yang membuatnya menolak mengikuti Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pimpinan KPK Pastikan Tak Ada Pegawai yang Diberhentikan karena Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Pimpinan KPK Pastikan Tak Ada Pegawai yang Diberhentikan karena Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Nasional
UPDATE 9 Mei: 8,6 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 9 Mei: 8,6 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Beredar Permintaan Dana Mengatasnamakan KPK, Masyarakat Diimbau Hati-hati

Beredar Permintaan Dana Mengatasnamakan KPK, Masyarakat Diimbau Hati-hati

Nasional
UPDATE 9 Mei: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 86.846 Orang

UPDATE 9 Mei: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 86.846 Orang

Nasional
Mendagri Wanti-wanti Kepala Daerah Cegah Kerumunan Jelang Lebaran: Jangan Sampai Lengah

Mendagri Wanti-wanti Kepala Daerah Cegah Kerumunan Jelang Lebaran: Jangan Sampai Lengah

Nasional
Kaji Pertanyaan Tes Pegawai KPK, Komnas Perempuan Minta Akses Langsung ke BKN

Kaji Pertanyaan Tes Pegawai KPK, Komnas Perempuan Minta Akses Langsung ke BKN

Nasional
UPDATE 9 Mei: Ada 98.395 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

UPDATE 9 Mei: Ada 98.395 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

Nasional
UPDATE 9 Mei: 3.922 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Masih Tertinggi

UPDATE 9 Mei: 3.922 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Masih Tertinggi

Nasional
Kemenkes: Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet dalam Proses

Kemenkes: Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet dalam Proses

Nasional
Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tolak Masuknya Seluruh WNA ke Indonesia di Tengah Pelarangan Mudik

Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tolak Masuknya Seluruh WNA ke Indonesia di Tengah Pelarangan Mudik

Nasional
UPDATE 9 Mei: Bertambah 170, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 47.012 Orang

UPDATE 9 Mei: Bertambah 170, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 47.012 Orang

Nasional
UPDATE 9 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.568.277 Orang

UPDATE 9 Mei: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.568.277 Orang

Nasional
UPDATE: Tambah 86.846 Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.201.727

UPDATE: Tambah 86.846 Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa 15.201.727

Nasional
UPDATE 9 Mei: Bertambah 3.922 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.713.684

UPDATE 9 Mei: Bertambah 3.922 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.713.684

Nasional
Lakpesdam PBNU Nilai Soal-Soal TWK Pegawai KPK Ngawur dan Tidak Profesional

Lakpesdam PBNU Nilai Soal-Soal TWK Pegawai KPK Ngawur dan Tidak Profesional

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X