Kompas.com - 13/11/2013, 13:08 WIB
Pengusaha Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (kanan) diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Senin (21/10/2013). Wawan yang ditahan KPK bersama Ketua MK Akil Mochtar, diduga terlibat dalam suap pengurusan sengketa Pilkada Banten.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANAPengusaha Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (kanan) diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Senin (21/10/2013). Wawan yang ditahan KPK bersama Ketua MK Akil Mochtar, diduga terlibat dalam suap pengurusan sengketa Pilkada Banten.
Penulis Icha Rastika
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — KPK menetapkan juga Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di puskesmas Kota Tangerang Selatan, Banten, anggaran 2012. Menurut pengacaranya, Pia Akbar Nasution, adik Ratu Atut itu belum mengetahui penetapan tersebut.

“Baru dengar dari media, ini baru mau ketemu Mas Wawan sekarang,” kata Pia di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (13/11/2013).

Pia mengaku pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari KPK terkait penetapan Wawan sebagai tersangka kasus alkes Tangsel. Sebelumnya, Wawan sudah dijerat dalam kasus dugaan suap sengketa pemilihan kepala daerah di Lebak, Banten.

Selain Wawan, dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus alat kesehatan di Tangsel adalah Dadang Priatna (DP) dari PT Mikindo Adiguna Pratama (MAP), serta Mamak Jamaksari (MJ) sebagai pejabat pembuat komitmen proyek. Ketiganya diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara.

Terkait proses penyidikan kasus ini, pada Selasa (12/11/2013) siang KPK melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Tangerang Selatan terkait dengan dugaan korupsi dalam proyek Rp 23 miliar tersebut. Di antaranya adalah di RSUD Kota Tangerang Selatan, Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, dan Kantor LPES Tangerang Selatan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X