Bareskrim Bongkar Praktik Judi Bola Online

Kompas.com - 12/11/2013, 21:54 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membongkar praktik judi bola online yang dilakukan Herman. Praktik judi tersebut telah dilakukan sejak tahun 2008.

Selain Herman, penyidik juga menangkap seorang rekannya bernama Ket Bun alias Abun. "Tersangka Herman alias Ahok dan Ket Bun alias Abun ditangkap 2 November 2013 lalu di Kompleks Ruko Tanah Mas Blok A No 1, Sei Panas, Batam. Namun baru kami ekspos sekarang karena masih dalam tahap pengembangan" kata Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto di Gedung Bareskrim Polri, Selasa (12/11/2013).

Arief menjelaskan, modus transaksi judi online ini yakni dengan cara para pejudi yang akan bermain harus mendepositkan sejumlah uangnya ke rekening pengelola. Kemudian, setelah didepositkan, para pejudi tersebut mendapatkan username dan password untuk dapat mengakses saluran judi online tersebut.

Arief menambahkan, jika para pejudi tersebut menang, maka akan ditransfer sejumlah uang ke rekening pemenang. Namun, uang tersebut ditransfer bukan melalui rekening awal pemain mendepositkan uangnya, melainkan rekening lain.

"Misalnya, pemain deposit ke rekening A. Rekening itu untuk menampung uang judi. Jika menang, pemain akan ditransfer uang melalui rekening B," katanya.

Adapun modus siaran pertandingan yang dipertaruhkan, diterangkan Kasubdit Cyber Crime Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Rahmad Wibowo, Ahok bersama rekannya membajak siaran (relay) pertandingan langsung sepakbola yang ditayangkan di stasiun televisi nasional.

Kemudian, tanpa sepengetahuan pengelola stasiun televisi, siaran pertandingan itu ditampung pada sebuah alat penerima sinyal (receiver) yang telah disiapkan kedua pelaku sebelumnya yang terletak di Batam.

Rahmad melanjutkan, setelah ditampung, siaran tersebut kemudian kembali direlay ke sebuah server judi di Filipina bernama SBOBET.com dalam bentuk siaran streaming. Oleh server tersebut, siaran streaming itu kemudian dijual ke sejumlah website judi lainnga seperti indobet.com dan raja303.com.

Sehingga, para pejudi tak hanya dari Indonesia dapat bertaruh pada pertandingan sepakbola yang sedang dipertandingkan secara langsung. "Jadi pertandingan itu ditampung di receiver, lalu distreaming kan ke jaringan internet. Mereka membayar internet cukup mahal sampai Rp 52 juta per bulan. Untuk sebuah usaha itu besar sekali," terangnya.

Arief mengatakan, saat ini penyidik masih menghitung besarnya omzet bulanan yang didapatkan kedua tersangka dari hasil bisnis judi bola online tersebut. Proses penghitungan tersebut akan memerlukan waktu yang cukup lama lantaran data transaksi bisnis tersebut tersimpan di dalam data komputer milik pelaku.

Selain menangkap pelaku, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 15 unit komputer dan sejumlah receiver. Masing-masing komputer tersebut memiliki kapasitas hardisk 500 GB.

Di samping memblokir 140 rekenibg dari 100 website perjudian. Dari sejumlah rekening yang diblokir, terdapat transaksi judi yang mendekati Rp 100 miliar. "Untuk penanggulangan ini, kami bekerjasama dengan PPATK," ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian, Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kami juga tengah mengejar seorang tersangka lainnya berinisial I yang melarikan diri saat akan ditangkap," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Lantik Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri pada 27 Januari

Jokowi Lantik Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri pada 27 Januari

Nasional
Jadi Tersangka Dugaan Rasialisme, Ambroncius Nababan Dijemput Paksa Polisi

Jadi Tersangka Dugaan Rasialisme, Ambroncius Nababan Dijemput Paksa Polisi

Nasional
Saat Pemerintah Sesumbar Kapasitas Fasilitas Kesehatan Tak Terbatas dan Faktanya Kini

Saat Pemerintah Sesumbar Kapasitas Fasilitas Kesehatan Tak Terbatas dan Faktanya Kini

Nasional
Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Rakyat dan Pemerintah Harus Kerja Sama Atasi Pandemi

Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Rakyat dan Pemerintah Harus Kerja Sama Atasi Pandemi

Nasional
Kasus Dugaan Rasialisme terhadap Natalius Pigai, Ambroncius Nababan Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Rasialisme terhadap Natalius Pigai, Ambroncius Nababan Jadi Tersangka

Nasional
22 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Berikut Daftar Namanya

22 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Berikut Daftar Namanya

Nasional
Catatan YLBHI, 351 Kasus Pelanggaran Hak dan Kebebasan Sipil Terjadi selama 2020

Catatan YLBHI, 351 Kasus Pelanggaran Hak dan Kebebasan Sipil Terjadi selama 2020

Nasional
Kasus Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Kasus Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Nasional
Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Kita Harus Kurangi Laju Penularan

Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Kita Harus Kurangi Laju Penularan

Nasional
Covid-19 di Indonesia Lewati 1 Juta Kasus, Menkes Janjikan 3T Ekstra Keras

Covid-19 di Indonesia Lewati 1 Juta Kasus, Menkes Janjikan 3T Ekstra Keras

Nasional
Sudah Keluarkan Akta Kematian, Kemendagri Bakal Terbitkan Dokumen Lain Bagi Keluarga Korban Sriwijaya SJ 182

Sudah Keluarkan Akta Kematian, Kemendagri Bakal Terbitkan Dokumen Lain Bagi Keluarga Korban Sriwijaya SJ 182

Nasional
Mendagri Minta Pemda Evaluasi Program Pengendalian Pandemi Covid-19

Mendagri Minta Pemda Evaluasi Program Pengendalian Pandemi Covid-19

Nasional
Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Ada Duka yang Mendalam dari Pemerintah

Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Ada Duka yang Mendalam dari Pemerintah

Nasional
YLBHI: Polisi Terlibat di 80 Persen Pelanggaran Prinsip Fair Trial Tahun 2020

YLBHI: Polisi Terlibat di 80 Persen Pelanggaran Prinsip Fair Trial Tahun 2020

Nasional
Menkes Akui Penerapan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 Sangat Susah

Menkes Akui Penerapan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 Sangat Susah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X