Menag: Sebelum Dipulangkan, Warga Syiah Dibina di Asrama Haji Pondok Gede

Kompas.com - 11/11/2013, 16:13 WIB
Suryadharma Ali saat tiba di kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2011). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSuryadharma Ali saat tiba di kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2011).
|
EditorCaroline Damanik

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan pemerintah akan membantu proses pemulangan warga Syiah ke kampung halamannya, di Sampang, Madura. Sebelum dipulangkan, seluruh warga Syiah yang mengungsi akan dibina di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Suryadharma menuturkan bahwa dirinya menemui warga Syiah yang mengungsi di Sidoarjo, Jawa Timur, 6 November lalu. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kepada para pengungsi bahwa pemerintah telah melakukan komunikasi dengan ulama dan tokoh masyarakat di Sampang, Madura. Hasilnya, pengungsi dan para tokoh setempat menginginkan semua kembali ke kampung halamannya.

"Saya bertanya siapa yang mau kembali ke Sampang? Saya bilang ini tidak memaksa ya, dan semuanya angkat tangan, mau kembali ke Sampang," kata Suryadharma seusai menjadi pembicara dalam diskusi politik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (11/11/2013).

Suryadharma menyampaikan, saat ini ada 69 kepala keluarga yang masih bertahan di pengungsian. Ia meminta, seluruhnya bekerja sama dengan pemerintah agar proses pemulangan berjalan sesuai rencana. Kerja sama tersebut, kata dia, seluruh warga Syiah yang mengungsi dimintanya bersedia dipindah ke Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Di asrama itu, para warga Syiah akan diberi pelatihan dan wawasan mengenai hidup rukun bertetangga. Semua pengungsi akan menetap di sana setidaknya sampai proses pembangunan rumah di Sampang selesai dilakukan sekitar 2-3 Desember 2013.

"Pemerintah memikirkan supaya ketika pindah ke sana sudah punya rumah. Semua sudah dikoordinasikan, biaya siap tinggal persamaan persepsi," ujarnya.

Seperti diketahui, ratusan warga Syiah terpaksa mengungsi setelah terjadi bentrok dengan warga Sunni di Sampang, Madura, beberapa waktu lalu. Tak hanya harus mengungsi, puluhan kepala keluarga juga kehilangan harta benda dan tempat tinggal akibat bentrokan tersebut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X