Kompas.com - 10/11/2013, 00:28 WIB
Helikopter MI-17 dari Skadron-31/Serbu Penerbad sesaat setelah berlatih formasi di atas langit Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/9/2010). KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Helikopter MI-17 dari Skadron-31/Serbu Penerbad sesaat setelah berlatih formasi di atas langit Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/9/2010).
|
EditorErvan Hardoko
JAKARTA, KOMPAS.com - TNI AD membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab insiden kecelakaan helikopter MI-17 di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Sabtu (9/11/2013), yang mengakibatkan tewasnya13 orang itu.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Rukman Ahmad menjelaskan, ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan helikopter buatan Rusia pada tahun 2011 itu. "Soal perawatan pesawat, sudah saya cek, semua dilaksanakan sesuai ketentuan. Dipastikan heli dalam kondisi baik, bahkan heli ini digunakan terus secara rutin oleh TNI AD Kalimantan," ujarnya.

Dari segi beban maksimal, Rukman juga memastikan helikopter itu tidak menghadapi persoalan berarti. Menurutnya, helikopter berkapasitas 36 orang itu mempunyai beban maksimal hingga tiga ton. Sedangkan, saat jatuh, helikopter itu mengangkut 19 orang dan material bangunan dengan total seberat 1,8 ton.

"Menurut keterangan Pusat Penerbangan TNI AD, sebelumnya helikopter itu bekerja dengan beban yang sama, tidak ada masalah. Saya pernah juga naik itu dengan beban lebih, juga tak ada masalah. Artinya, berat bawaan bukan persoalan," lanjutnya.

Demikian pula soal keterampilan para penerbang yang membawa helikopter tersebut. Rukman mengatakan pilot dan co-pilot adalah penerbang yang cukup berpengalaman. Terlebih, seluruh kru helikopter telah melalui prosedur operasional sebelum menerbangkan heli.

Sementara dari segi cuaca, Rukman mengakui belum mendapat informasi detail dari Pusat Penerbangan AD di Tarakan. Namun, lanjut Rukman, cuaca di daerah perbatasan yang bergunung-gunung serta diselimuti hutan hujan tropis itu memang cepat berubah.

Untuk menyelidiki penyebab jatuhnya heli, Mabes TNI AD mengirim 18 orang anggota tim investigasi yang terdiri dari enam orang tim penyelidik dan 12 orang tim recovery. Tim recovery bertugas mengumpulkan potongan helikopter dan merangkai-ulang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu tim dari penyelidik mulai masuk untuk meneliti penyebab jatuhnya helikoter itu. Rukman berharap tim segera mengetahui penyebab kecelakaan. Sebelumnya diberitakan, Helikopter MI-17 oleng serta jatuh di titik koordinat 4039-5080, 300 meter sebelum mendarat di helipad Pos Bulan, Kecamatan Bahauhulu, Kabupaten Malinau,Kalimantan Utara,



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periksa Hengky Kurniawan, KPK Dalami Pembagian Tugas dengan Aa Umbara di Bandung Barat

Periksa Hengky Kurniawan, KPK Dalami Pembagian Tugas dengan Aa Umbara di Bandung Barat

Nasional
Periksa Saksi, KPK Dalami Penerimaan dan Penggunaan Uang Eks Penyidik Stepanus Robin

Periksa Saksi, KPK Dalami Penerimaan dan Penggunaan Uang Eks Penyidik Stepanus Robin

Nasional
Kuasa Hukum Yakin Hakim Kabulkan Permohonan Praperadilan Angin Prayitno Aji

Kuasa Hukum Yakin Hakim Kabulkan Permohonan Praperadilan Angin Prayitno Aji

Nasional
Megawati Instruksikan Kader PDI-P Bantu Penanganan Pandemi Lewat Kegiatan Partai

Megawati Instruksikan Kader PDI-P Bantu Penanganan Pandemi Lewat Kegiatan Partai

Nasional
Mendagri: Saya Ingin Lihat Pemda Mana yang Sukses Bentuk Tim Tracing Covid-19

Mendagri: Saya Ingin Lihat Pemda Mana yang Sukses Bentuk Tim Tracing Covid-19

Nasional
Kemendikbud Ristek Tegaskan Asesmen Nasional Tak Digunakan untuk Menilai Individu Murid

Kemendikbud Ristek Tegaskan Asesmen Nasional Tak Digunakan untuk Menilai Individu Murid

Nasional
TNI AU Minta Maaf dan Tahan 2 Prajuritnya yang Lakukan Kekerasan ke Warga di Merauke

TNI AU Minta Maaf dan Tahan 2 Prajuritnya yang Lakukan Kekerasan ke Warga di Merauke

Nasional
Dugaan Pelanggaran Etik dalam Proses TWK Tak Cukup Bukti, KPK: Dewas Sudah Periksa 42 Bukti

Dugaan Pelanggaran Etik dalam Proses TWK Tak Cukup Bukti, KPK: Dewas Sudah Periksa 42 Bukti

Nasional
Jubir Pemerintah Ingatkan Tetap Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksinasi

Jubir Pemerintah Ingatkan Tetap Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksinasi

Nasional
PDI-P Luncurkan Kendaraan Bantuan untuk Tangani Pandemi dan Jaga Lingkungan

PDI-P Luncurkan Kendaraan Bantuan untuk Tangani Pandemi dan Jaga Lingkungan

Nasional
TNI AU Minta Maaf Atas Insiden Kekerasan yang Dilakukan Oknum Prajuritnya ke Seorang Warga Merauke

TNI AU Minta Maaf Atas Insiden Kekerasan yang Dilakukan Oknum Prajuritnya ke Seorang Warga Merauke

Nasional
Kronologi Warga di Merauke Diperlakukan Tak Manusiawi oleh Oknum Prajurit TNI AU

Kronologi Warga di Merauke Diperlakukan Tak Manusiawi oleh Oknum Prajurit TNI AU

Nasional
Satgas: Jika Pembukaan Berbagai Sektor Meningkatkan Kasus Covid-19, Maka Perlu Kembali Dibatasi

Satgas: Jika Pembukaan Berbagai Sektor Meningkatkan Kasus Covid-19, Maka Perlu Kembali Dibatasi

Nasional
Ketua DPR Minta Pemerintah Cegah Luar Pulau Jawa-Bali Jadi Episentrum Baru Covid-19

Ketua DPR Minta Pemerintah Cegah Luar Pulau Jawa-Bali Jadi Episentrum Baru Covid-19

Nasional
TNI AU Tahan Prajurit yang Lakukan Kekerasan Terhadap Warga di Merauke

TNI AU Tahan Prajurit yang Lakukan Kekerasan Terhadap Warga di Merauke

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X