Diperiksa Hampir 10 Jam, Dirut Pertamina Tak Ungkap Materi Pemeriksaan

Kompas.com - 07/11/2013, 21:41 WIB
Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan berbicara kepada wartawan seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi kepadanya selama pemeriksaan hampir sepuluh jam, Kamis (7/11/2013). KOMPAS.com/Icha RastikaDirektur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan berbicara kepada wartawan seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi kepadanya selama pemeriksaan hampir sepuluh jam, Kamis (7/11/2013).
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan enggan mengungkapkan pertanyaan apa saja yang diajukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kepadanya selama pemeriksaan hampir sepuluh jam, Kamis (7/11/2013). Karen diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap kegiatan hulu minyak dan gas yang melibatkan Kepala SKK Migas nonaktif, Rudi Rubiandini.

“Saya sudah menyampaikan keterangan sebagai saksi terkait Pak Rudi Rubiandini kepada penyidik, detail, mohon dipertanyakan saja kepada penyidik KPK,” kata Karen kepada wartawan saat keluar Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Selebihnya, Karen tidak berkomentar lagi. Dia meminta wartawan bertanya lebih jauh kepada Vice President Coorporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir. “Kalau misalkan hal-hal lain dengan Pak Ali Mundakir,” ucap Karen kemudian berjalan menuju mobil yang menjemputnya.

Dalam kasus ini, KPK memeriksa Karen karena dianggap dapat memberikan informasi terkait. KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap kegiatan hulu migas ini. Selain Rudi, dua tersangka lainnya adalah Komisaris PT Kernel Oil Private Limited Simon G Tanjaya dan pelatih golf Rudi yang bernama Deviardi. Mereka diduga terlibat transaksi suap dengan barang bukti uang 700.000 dollar AS.

Pemeriksaan Karen hari ini merupakan penjadwalan ulang setelah yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan KPK 4 November lalu. Karen ketika itu tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dengan alasan sudah ada agenda lain yang dijadwalkan sebelumnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Intoleransi, Mendikbud Akan Keluarkan SE dan Buka 'Hotline' Pengaduan

Cegah Intoleransi, Mendikbud Akan Keluarkan SE dan Buka "Hotline" Pengaduan

Nasional
Kemenhan Buka Pendaftaran Komponen Cadangan setelah Terbit Peraturan Menteri

Kemenhan Buka Pendaftaran Komponen Cadangan setelah Terbit Peraturan Menteri

Nasional
Kemenkes Berharap WNI di Luar Negeri Mendapat Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Setempat

Kemenkes Berharap WNI di Luar Negeri Mendapat Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Setempat

Nasional
Pemerintah Akan Tindak Tegas Praktik Intoleransi di Sekolah

Pemerintah Akan Tindak Tegas Praktik Intoleransi di Sekolah

Nasional
Jumlah Vaksin Terbatas, Pemerintah Tak Prioritaskan Penyintas Covid-19 dalam Vaksinasi

Jumlah Vaksin Terbatas, Pemerintah Tak Prioritaskan Penyintas Covid-19 dalam Vaksinasi

Nasional
Nadiem: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Berseragam Model Pakaian Agama Tertentu

Nadiem: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Berseragam Model Pakaian Agama Tertentu

Nasional
Rizieq Shihab Dilaporkan soal Lahan Pesantren di Megamendung, FPI: Kami Punya Bukti

Rizieq Shihab Dilaporkan soal Lahan Pesantren di Megamendung, FPI: Kami Punya Bukti

Nasional
UPDATE: Sebaran 11.788 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.512 Kasus

UPDATE: Sebaran 11.788 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.512 Kasus

Nasional
UPDATE 24 Januari: Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Januari: Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Januari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 162.617

UPDATE 24 Januari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 162.617

Nasional
UPDATE: Bertambah 48.002, Total 8.754.507 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE: Bertambah 48.002, Total 8.754.507 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Januari: Bertambah 171, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 27.835

UPDATE 24 Januari: Bertambah 171, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 27.835

Nasional
UPDATE 24 Januari: Bertambah 7.751, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 798.810

UPDATE 24 Januari: Bertambah 7.751, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 798.810

Nasional
UPDATE: Bertambah 11.788, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 989.262

UPDATE: Bertambah 11.788, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 989.262

Nasional
Kematian Anggota FPI Dilaporkan ke Komite Antipenyiksaan Internasional

Kematian Anggota FPI Dilaporkan ke Komite Antipenyiksaan Internasional

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X