Dukung Calon Kepala Daerah, Ketua KPU Jatim Diperingatkan

Kompas.com - 07/11/2013, 17:40 WIB
Pelanggaran Kode Etik KPU-Bawaslu
Koordinator Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Saut Hamonangan Sirait (tengah) dan Nur Hidayat Sardini menggelar jumpa pers setelah Sigma menyerahkan laporan dugaan pelanggaran kode etik oleh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawasalu) di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (29/10/2012). Laporan tersebut terkait proses verifikasi parpol peserta Pemilu.

KOMPAS/RIZA FATHONIPelanggaran Kode Etik KPU-Bawaslu Koordinator Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Saut Hamonangan Sirait (tengah) dan Nur Hidayat Sardini menggelar jumpa pers setelah Sigma menyerahkan laporan dugaan pelanggaran kode etik oleh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawasalu) di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (29/10/2012). Laporan tersebut terkait proses verifikasi parpol peserta Pemilu.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua KPU Jawa Timur Andry Dewanto Ahmad dijatuhi sanksi peringatan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Andry terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu karena tidak cermat mengirimkan pesan blackberry messenger (BBM) yang mendukung pasangan calon kepala daerah Khofifah Indar Parawansa dan Herman Suryadi Sumawiredja saat pemilihan kepala daerah Jawa Timur, Agustus 2013.

"Teradu (Andry) terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu. Majelis menjatuhkan sanksi peringatan kepada Andry Dewanto," ujar anggota DKPP Nur Hidayat Sardini saat membacakan putusan di ruang sidang DKPP, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Andry terbukti telah bertindak memihak karena mengirimkan pesan pada 21 Agustus 2013. Pesan tersebut berbunyi "Saksikan keunggulan Cagub PKB Khofifah IP dlm debat kandidat di Metro TV Live dr Gramedia Expo malam ini jam 19.00 WIB. Sebarkan..."

Nur Hidayat mengatakan, dalam pemeriksaan terhadap Andry, yang bersangkutan mengakui tindakannya itu dan langsung meralatnya.

"Teradu langsung meralat pesannya dan telah mengajukan permohonan maaf," kata Nur Hidayat membacakan pertimbangannya.

Seusai sidang, Andry mengatakan menerima putusan tersebut. "Ya, saya menerima. Diperingatkan ya, terima," katanya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Corona, Riset Ini Tegaskan Pentingnya Physical Distancing

Pandemi Corona, Riset Ini Tegaskan Pentingnya Physical Distancing

Nasional
Instruksi Mendagri untuk Pemda soal Penanganan Corona, dari Realokasi Anggaran hingga Pengawasan Sembako

Instruksi Mendagri untuk Pemda soal Penanganan Corona, dari Realokasi Anggaran hingga Pengawasan Sembako

Nasional
Pilkada 2020 Ditunda, Komnas HAM Ingatkan soal Hak Pilih Kelompok Rentan

Pilkada 2020 Ditunda, Komnas HAM Ingatkan soal Hak Pilih Kelompok Rentan

Nasional
Gunakan Mesin TB-TCM, Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Bisa Lebih Banyak dan Cepat

Gunakan Mesin TB-TCM, Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Bisa Lebih Banyak dan Cepat

Nasional
PBNU Imbau Nahdliyin Ikuti Kebijakan Pemerintah soal Mudik Lebaran

PBNU Imbau Nahdliyin Ikuti Kebijakan Pemerintah soal Mudik Lebaran

Nasional
Gugus Tugas Covid-19 Pastikan APD untuk Tenaga Medis di Indonesia Tercukupi

Gugus Tugas Covid-19 Pastikan APD untuk Tenaga Medis di Indonesia Tercukupi

Nasional
Wapres Tanya Ridwan Kamil soal Antisipasi Kedatangan Orang Rantau dan TKI, Ini Jawabannya

Wapres Tanya Ridwan Kamil soal Antisipasi Kedatangan Orang Rantau dan TKI, Ini Jawabannya

Nasional
Komisi IX DPR Minta Pemerintah Percepat Melakukan Deteksi Covid-19

Komisi IX DPR Minta Pemerintah Percepat Melakukan Deteksi Covid-19

Nasional
Ditanya Wapres Dampak Karantina Wilayah Cegah Covid-19, Ini Kata Ridwan Kamil

Ditanya Wapres Dampak Karantina Wilayah Cegah Covid-19, Ini Kata Ridwan Kamil

Nasional
PLN Jamin Pasokan Listrik di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Aman

PLN Jamin Pasokan Listrik di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Aman

Nasional
Kemendagri Minta Pemda Realokasi Anggaran Penanganan Covid-19 dalam 7 Hari ke Depan

Kemendagri Minta Pemda Realokasi Anggaran Penanganan Covid-19 dalam 7 Hari ke Depan

Nasional
Lapor ke Wapres, Jabar Siapkan Rp 16 Triliun untuk Dampak Pandemi Covid-19

Lapor ke Wapres, Jabar Siapkan Rp 16 Triliun untuk Dampak Pandemi Covid-19

Nasional
Ketua Gugus Tugas Harap Kepala Desa Terapkan Karantina Mandiri dalam Cegah Covid-19

Ketua Gugus Tugas Harap Kepala Desa Terapkan Karantina Mandiri dalam Cegah Covid-19

Nasional
Pemerintah Akan Perbanyak Pemeriksaan Covid-19, Alat dari Swedia Siap Didatangkan

Pemerintah Akan Perbanyak Pemeriksaan Covid-19, Alat dari Swedia Siap Didatangkan

Nasional
Wapres: Pemerintah Cari Strategi Tepat Putus Penularan Covid-19

Wapres: Pemerintah Cari Strategi Tepat Putus Penularan Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X