Kompas.com - 04/11/2013, 18:11 WIB
Kemacetan panjang terjadi di Jalan Jenderal Gatot Subroto di depan gedung DPR/MPR, akibat unjuk rasa buruh pada 17 Juni 2013. Ratusa buruh berunjukrasa mendesak DPR menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. TRIBUNNEWS/HERUDINKemacetan panjang terjadi di Jalan Jenderal Gatot Subroto di depan gedung DPR/MPR, akibat unjuk rasa buruh pada 17 Juni 2013. Ratusa buruh berunjukrasa mendesak DPR menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengadu ke federasi serikat buruh internasional, International Trade Union Confederation (ITUC), terkait dengan kasus kekerasan terhadap buruh di Cikarang. Rencananya, tim investigasi dari ITUC akan datang ke Indonesia pekan ini atau selambat-lambatnya pekan depan.

"Kita enggak main-main, ini akan saya sampaikan ke dunia internasional. Saya adalah anggota General Council (majelis umum ITUC)," kata Iqbal saat konferensi pers di kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jakarta, Senin (4/11/2013).

Iqbal mengatakan, ITUC merupakan organisasi buruh internasional yang memiliki kerja sama dengan organisasi PBB, Internasional Labor Organization (ILO). Organisasi yang diklaim memiliki anggota 250 juta orang itu, kata Iqbal, memiliki pengaruh kepada kepala negara untuk fokus pada persoalan buruh dan hak asasi manusia.

Ia menuturkan, saat ini ada tiga buruh yang mengalami kondisi kritis. Rohmat, buruh PT Enkei, mengalami pecah tulang kepala akibat dibacok. Sementara itu, Ade Nurdin, buruh PT Abacus, diseret dengan menggunakan motor. Satu orang korban lainnya, Wawan, mengalami luka akibat tusuk.

"Siapa yang akan menanggung biaya operasi Rohmat yang mencapai Rp 400 juta?" tanyanya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Kontras Haris Azhar mengatakan, bentrokan yang terjadi antara buruh dan ormas di Cikarang bukanlah konflik sosial. Menurutnya, ada upaya untuk mendesain seolah-olah bentrokan tersebut terjadi antara buruh dan warga.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan Kontras, ormas tersebut difasilitasi oleh Koramil sebelum memulai penyerangan. Haris mengatakan, Kontras menemukan video di mana orang-orang yang menjadi pelaku penyerangan hadir dalam musyawarah pimpinan daerah yang dihadiri jajaran Pemda Bekasi, polisi, dan TNI.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Komnas HAM Harap Negara Ikut Mediasi Perkara Kebebasan Berekspresi

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Komnas HAM Harap Negara Ikut Mediasi Perkara Kebebasan Berekspresi

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Komnas HAM: Belum Ada Satu Pun Kasus Pelanggaran HAM Berat ‘Pecah Telur’

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Komnas HAM: Belum Ada Satu Pun Kasus Pelanggaran HAM Berat ‘Pecah Telur’

Nasional
Jokowi Berikan Bantuan Tunai Rp 1,2 Juta untuk PKL di Tarakan

Jokowi Berikan Bantuan Tunai Rp 1,2 Juta untuk PKL di Tarakan

Nasional
Harun Masiku Tak Kunjung Ditangkap, KPK Dinilai ICW Tidak Serius

Harun Masiku Tak Kunjung Ditangkap, KPK Dinilai ICW Tidak Serius

Nasional
Airlangga Urung Deklarasi Capres, Golkar: Masih Fokus Sebagai Menko dan Ketua KPC-PEN

Airlangga Urung Deklarasi Capres, Golkar: Masih Fokus Sebagai Menko dan Ketua KPC-PEN

Nasional
KPI Belum Beri Jawaban Atas Permintaan Pendampingan Psikologis untuk MS

KPI Belum Beri Jawaban Atas Permintaan Pendampingan Psikologis untuk MS

Nasional
KPK Tahan Bupati Kuansing Andi Putra Usai Pemeriksaan

KPK Tahan Bupati Kuansing Andi Putra Usai Pemeriksaan

Nasional
Jadi Tersangka Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Tak Dihadirkan Saat Pengumuman Penetapan

Jadi Tersangka Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Tak Dihadirkan Saat Pengumuman Penetapan

Nasional
Profil Bupati Kuansing Andi Putra yang Jadi Tersangka Dugaan Suap Perizinan HGU Sawit

Profil Bupati Kuansing Andi Putra yang Jadi Tersangka Dugaan Suap Perizinan HGU Sawit

Nasional
Megawati Harap Polisi Contoh Jenderal Hoegeng dan Awaloedin Djamin

Megawati Harap Polisi Contoh Jenderal Hoegeng dan Awaloedin Djamin

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Punya Harta Rp 3,7 Miliar

Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Punya Harta Rp 3,7 Miliar

Nasional
OTT Bupati Kuansing Andi Putra, KPK Amankan Rp 500 Juta hingga Iphone XR

OTT Bupati Kuansing Andi Putra, KPK Amankan Rp 500 Juta hingga Iphone XR

Nasional
Airlangga kepada Kader Golkar: Wajib Lanjutkan Perjuangan Para Pahlawan

Airlangga kepada Kader Golkar: Wajib Lanjutkan Perjuangan Para Pahlawan

Nasional
Kejagung Kembalikan Berkas Perkara M Kece dalam Kasus Dugaan Penistaan Agama

Kejagung Kembalikan Berkas Perkara M Kece dalam Kasus Dugaan Penistaan Agama

Nasional
Bareskrim Serahkan Berkas Perkara Irjen Napoleon dalam Kasus Penganiayaan ke Kejaksaan

Bareskrim Serahkan Berkas Perkara Irjen Napoleon dalam Kasus Penganiayaan ke Kejaksaan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.