Kompas.com - 29/10/2013, 08:28 WIB
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi salah satu pembicara utama dalam Simposium Nasional Restorasi Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (1/6/2010) Kompas/Totok WijayanMantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi salah satu pembicara utama dalam Simposium Nasional Restorasi Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (1/6/2010)
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com —  Perkembangan politik yang terjadi di internal partai politik menjadi sangat dinamis menjelang Pemilihan Umum Presiden 2014. Hal tersebut juga terjadi di Partai Kebangkitan Bangsa.

Dewan Pimpinan Wilayah PKB se-Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat, Senin (28/10), berkumpul di Jakarta dan membuat pernyataan dukungan untuk mengusulkan Jusuf Kalla sebagai calon Presiden 2014-2019.

Dasar pertimbangan mereka menjagokan Jusuf Kalla, sebagaimana tertuang dalam surat pernyataan, Kalla dianggap memiliki kapabilitas dan kredibilitasnya sebagai negarawan sudah terbukti. Kalla juga dianggap mampu menangani konflik dan mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam dan pluralistik.

Surat ditandatangani oleh Ketua DPW Kalimantan Selatan Zairullah Azhar, Ketua DPW PKB Kalimantan Barat Mulyadi Tawik, Ketua DPW Kalimantan Timur Syafruddin, Sekretaris DPW Kalimantan Tengah Gunawan, dan Sekretaris DPW NTB Tauhid Rifai.

”Jusuf Kalla itu pilihan terbaik. Beliau juga punya sejarah dan banyak prestasi. Beliau itu dulu the real president,” kata Zairullah.

DPW lain pun sudah memberi dukungan serupa. Menurut orang dekat Kalla, sudah ada 27 DPW PKB yang mendukung pencalonan Jusuf Kalla.

Banyak pilihan

Wakil Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto, yang dihubungi terpisah, membenarkan adanya dukungan tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa DPP PKB baru akan menentukan capres setelah pemilu legislatif melalui forum musyawarah pimpinan nasional.

”Sekarang sudah ada Mahfud MD, Rhoma Irama, dan Muhaimin Iskandar. Dengan adanya dukungan kepada Pak Jusuf Kalla, malah makin banyak pilihan,” ujarnya.

Dari sejumlah nama tersebut, akan diuji siapa yang realistis diusung oleh PKB dengan mempertimbangkan koalisi nantinya.

Direktur MMD Initiative Masduki Baidlowi juga telah mendengar ada gerakan dari beberapa DPW PKB yang mengusulkan pencalonan Jusuf Kalla.

”Itu bukan sikap resmi DPP PKB. Itu semata manuver DPW Sulsel yang menggalang kaukus, yang sebenarnya tidak dikenal dalam AD/ART partai,” katanya.

Juru Bicara Tim Sukses Rhoma Irama, Jazilul Fawaid, pun tetap optimistis nantinya PKB akan mengusulkan Rhoma. Sebab, Rhoma lebih dahulu dijajaki sebagai capres dan sudah berkeliling di kantong-kantong partai.

”Munculnya nama Jusuf Kalla itu baru usulan beberapa DPW. Itu boleh saja. Namun, kami kan belum tahu keseriusannya?” kata Jazilul. (iam/sut)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

Nasional
Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

Nasional
Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

Nasional
Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Nasional
UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE: Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia Capai 81.809 Orang

UPDATE: Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia Capai 81.809 Orang

Nasional
UPDATE 16 Mei: Bertambah 126, Total Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia 48.093 Orang

UPDATE 16 Mei: Bertambah 126, Total Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia 48.093 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 3.790, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.600.857

UPDATE: Bertambah 3.790, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.600.857

Nasional
UPDATE 16 Mei: Ada 90.800 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Mei: Ada 90.800 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 3.080, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1.739.750

UPDATE: Bertambah 3.080, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1.739.750

Nasional
Selasa 18 Mei, Buruh Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

Selasa 18 Mei, Buruh Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

Nasional
Menko PMK: Antisipasi Arus Balik Pemudik Bukan Hanya di DKI Jakarta

Menko PMK: Antisipasi Arus Balik Pemudik Bukan Hanya di DKI Jakarta

Nasional
Transformasi Digital pada Sistem Pertahanan dan Keamanan

Transformasi Digital pada Sistem Pertahanan dan Keamanan

Nasional
Anggota Komisi I DPR Dukung Upaya Pemerintah Bantu Selesaikan Agresi Israel ke Palestina

Anggota Komisi I DPR Dukung Upaya Pemerintah Bantu Selesaikan Agresi Israel ke Palestina

Nasional
Antisipasi Puncak Arus Balik, Ketua Satgas: Jangan Ada Pihak Ambil Kebijakan Berbeda

Antisipasi Puncak Arus Balik, Ketua Satgas: Jangan Ada Pihak Ambil Kebijakan Berbeda

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X